Suara Kader Dukung Ganjar Dinilai Lebih Baik Ditampung PDI-P, Bukan Disebut Celeng

Kompas.com - 12/10/2021, 13:30 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara Gubernur Jateng Menyapa, Minggu (10/10/2021). DOK. Humas Pemerintah Provinsi Jawa TengahGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara Gubernur Jateng Menyapa, Minggu (10/10/2021).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA,KOMPAS.com - Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno berpandangan, pengurus PDI Perjuangan semestinya menampung suara-suara kader terkait pencalonan presiden untuk Pemilihan Presiden 2024.

Hal ini disampaikan Adi merespons adanya sebutan "celeng" bagi kader-kader PDI-P yang mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk dicalonkan sebagai presiden pada Pilpres 2024.

"Mestinya suara kader ditampung, bukan malah disebut celeng. Kader itu ingin elite PDI-P juga mendengarkan aspirasi mereka soal pencapresan," kata Adi saat dihubungi Kompas.com, Senin (12/10/2021).

Baca juga: Sebutan Celeng untuk Pendukung Ganjar Dinilai Bisa Jadi Bumerang bagi PDI-P

Adi mengatakan, partai politik merupakan tempat bertemunya banyak kepentingan sehingga kepentingan-kepentingan itu harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan gejolak.

Sementara, Adi menyebutkan, sebutan "celeng" bagi kader yang berbeda pandangan merupakan sebuah hal yang sangat sadis.

"Berpartai terlihat begitu menyeramkan. Apalagi kader-kader di bawah itu hanya beda suara dengan elite, tinggal ditegur atau langsung dipecat tapi tak perlu dituding celeng," kata Adi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menambahkan, adanya sebutan celeng bagi kader yang tak sejalan dengan elite dapat menimbulkan resistensi dari akar rumput.

"Bagi PDI-P mungkin punya alasan sendiri kenapa kader tak patuh disebut celeng. Itu hak mereka, tapi bagi publik secara umum sebutan celeng sangat sadis," kata dia.

Baca juga: Pendukung Ganjar Disebut Celeng, Pengamat: Tidak Bijak, Memecah, dan Mendiskreditkan Kader PDI-P

Sebelumnya, Ketua DPD PDI-P Jawa Tengah Bambang Wuryanto memunculkan istilah bukan banteng, tetapi "celeng" bagi kader PDI-P yang mendeklarasikan capres.

"Adagium di PDI-P itu, yang di luar barisan bukan banteng. Itu namanya celeng. Jadi, apa pun alasan itu yang deklarasi, kalau di luar barisan ya celeng," ujar Bambang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.