Pemerintah Berencana Bolehkan Penonton Sepak Bola ke Stadion

Kompas.com - 11/10/2021, 18:44 WIB
Pemain Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, mencoba melakukan solo run dalam pertandingan melawan Borneo FC di pekan keempat Liga 1 2021 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Kamis (23/9/2021). KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAPemain Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, mencoba melakukan solo run dalam pertandingan melawan Borneo FC di pekan keempat Liga 1 2021 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Kamis (23/9/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah berencana memperbolehkan kehadiran penonton dalam pertandingan sepak bola.

Rencana ini dipersiapkan setelah Presiden Joko Widodo meminta evaluasi aturan pelaksanaan pertandingan sepak bola.

"Sampai dengan main bola, tadi presiden minta dievaluasi. Memang kami sudah evaluasi supaya nanti akan kita umumkan dan kita akan berikan mungkin penonton sampai tadi mungkin 30 persen," ujar Luhut dalam konferensi pers secara virtual pada Senin (11/10/2021).

Baca juga: Fanatisme Berlebihan Picu Pengeroyokan Penonton Sepak Bola hingga Tewas

Dia melanjutkan, pertandingan sepak bola dengan penonton ini diperbolehkan digelar di daerah-daerah yang pelaksanaan level PPKM-nya sudah memungkinkan. Selain itu, diperbolehkannya penonton nantinya juga disertai sejumlah persyaratan.

"Misalnya yang di PCR hanya pemain dan official sedangkan penonton dilakukan antigen. Ini akan kita putuskan segera," tambah Luhut.

Sebagaimana diketahui, saat ini pelaksanaan pertandingan sepak bola liga 1 dan liga 2 diperbolehkan digelar di daerah dengan status PPKM level 3 dan level 2.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini sesuai Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 47 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2 dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali pada 4-18 Oktober 2021.

Namun, pertandingan diwajiibkan tanpa penonton langsung di stadion. Selain itu, kegiatan menonton bersama oleh suporter juga tidak diperbolehkan.

Baca juga: Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Lurah dan Camat Terancam Dicopot

Kemudian, seluruh pemain, ofisial, kru media, dan staf pendukung yang hadir dalam kompetisi wajib sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua, hasil negatif PCR H-1 dan hasil negatif antigen pada hari pertandingan.

Seluruh pemain, ofisial, kru media, dan staf pendukung juga diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap orang yang keluar masuk pada tempat pelaksanaan kompetisi dan latihan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Nasional
Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Nasional
Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Nasional
Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Nasional
Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Nasional
Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Nasional
WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

Nasional
Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Nasional
Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Nasional
Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Nasional
UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

Nasional
UPDATE: 244.999 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

UPDATE: 244.999 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

Nasional
UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

Nasional
Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani 'Overhaul', KSAL: Hasilnya Bagus

Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani "Overhaul", KSAL: Hasilnya Bagus

Nasional
UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.