Ari Junaedi
Akademisi dan konsultan komunikasi

Doktor komunikasi politik & Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama.

Sareh, Sumeh, dan Semeleh dari Prawirotaman

Kompas.com - 09/10/2021, 14:20 WIB
Tempo Gelato Prawirotaman. SHUTTERSTOCK/FAISHALABDULATempo Gelato Prawirotaman.

 

Optimisme dari Prawirotaman

Prawirotaman adalah kawasan wisata yang memadukan suasana kampung perkotaan serta legitnya kuliner yang dijajakan.

Berjarak lima kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, Prawirotaman dikenal sebagai kampung turis. Film "Ada Apa dengan Cinta" yang populer itu pernah syuting di kawasan ini dan membuat Prawirotaman terkenal.

Prawirotaman semula adalah kampung yang dikelola bangsawan Keraton Yogyakarta yang bernama Prawirotomo di awal abad 19. Epos perjuangan di masa kemerdekaan menyebut tempat itu sebagai markas Pasukan Hantu Maut dan Prajurit Prawirotomo.

D era 1960-an Prawirotaman dikenal sebagai sentra batik. Seiring dengan berkembangnya industri batik cap atau printing, Prawirotaman beralih menjadi daerah penginapan di masa 1970-an.

Kini beragam usaha tumbuh di sana. Ada penginapan dari kelas melati hingga bintang, kafe, dan restoran. Masakan nusantara hingga mancanegara bisa ditemukan di sana. Art shop dan tours travel juga bertebaran di sana. 

Untuk mencari es krim gelato terenak atau masakan aglio olio dari Italia terlezat, datang saja ke Prawitotaman. Ingin mencari bacaan berupa novel asing atau buku-buku bermutu, datangi saja Prawirotaman. Tarif penginapan di sana berkisar di Rp 120 hingga Rp 800 ribu per malam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saya pernah menginap dua kali di penginapan yang berbeda sebelum pandemi dan sekali di saat pandemi. Di tiap kunjungan saya menginap 3 hari. 

Sungguh kontras suasana Prawirotaman sebelum dan di era pandemi. Dulu, lalu lintas begitu ramai lalu lalang. Ada masa bus-bus yang mengangkut pelajar yang tengah karyawisata kesulitan mencari parkir. 

Saat pandemi datang, Prawirotaman menjadi sunyi. Beberapa usaha di sana gulung tikar. Sepinya wisatawan membuat warga yang hidup dari sektor pariwisata menjadi terpuruk.

Sebuah minimarket yang biasanya dijalankan lima pegawai di tiap shift, kini hanya dikerjakan dua orang. Penjual soto gerobak yang mangkal di depan minimarket tersebut yang biasanya ramai melayani pembeli, kini beringsut sepi.

Melandainya angka Covid dan dilonggarkannya PPKM membuat prawirotaman mulai menggeliat. Beberapa penginapan mulai mendapat tamu di akhir minggu.

Walau masih jarang, namun satu dua turis asing mulai terlihat lalu-lalang di Prawirotaman. Outlet penjualan es krim juga terlihat semarak lagi.

Usaha laundry juga mulai kembali menjalankan mesin-mesin cucinya. Kedai-kedai kopi juga mulai buka. Bahkan, ada usaha baru yang memadukan konsep penginapan dan restoran mulai dibuka. Senyum mulai sedikit mengembang di Prawirotaman.

Beberapa warga yang dituakan di Prawirotaman mengaku sikap sareh, sumeh, dan semeleh begitu dihayati dalam kehidupan di masa pandemi ini. Keprihatinan yang berlangsung lebih dari 1,5 tahun sejak wabah menjangkit kini mulai membuahkan hasil.

Keturunan Prawirotomo yang menjadi cikal bakal tumbuhnya keturunan tiga keluarga besar yaitu Werdoyoprawiro, Suroprawiro, dan Mangunprawiro memaknai setiap situasi kehidupan adalah ujian. Saat ramai adalah ujian.  Saat lengang pun ujian.

Membumikan makna sareh, sumeh, dan semeleh pada tataran praksis kehidupan termasuk di sekor pariwisata menjadi kunci kebangkitan di masa Covid yang kian melandai. Harapan harus terus dibangun di tengah ketidakpastian.

Di saat kita lelah karena terlalu gesit mencari rezeki, kita butuh relaksasi. Kini saatnya melampiaskan kerinduan akan kehidupan yang semenjana dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Selamat merasakan ritme hidup yang melambat di Prawirotaman. Selamat meresapi sareh, sumeh, dan semeleh di Prawirotaman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinilai Bahayakan Posisi Jokowi, Sahroni Diminta Lepas Jabatan Ketua Pelaksana Formula E

Dinilai Bahayakan Posisi Jokowi, Sahroni Diminta Lepas Jabatan Ketua Pelaksana Formula E

Nasional
Jokowi Resmikan Bendungan Tugu dan Bendungan Gongseng di Jawa Timur

Jokowi Resmikan Bendungan Tugu dan Bendungan Gongseng di Jawa Timur

Nasional
Kemendagri Data WNI di 3 Wilayah AS

Kemendagri Data WNI di 3 Wilayah AS

Nasional
Ini Skenario Penyelenggaraan Umrah yang Disiapkan Kementerian Agama

Ini Skenario Penyelenggaraan Umrah yang Disiapkan Kementerian Agama

Nasional
TNI Pastikan Memproses Hukum Prajurit Militer Terlibat Kericuhan di Mimika, Ambon, Batam

TNI Pastikan Memproses Hukum Prajurit Militer Terlibat Kericuhan di Mimika, Ambon, Batam

Nasional
Tanggapi Jaksa Agung, Komnas HAM: Penetapan Pelaku Pelanggaran HAM Berat Kewenangan Penyidik

Tanggapi Jaksa Agung, Komnas HAM: Penetapan Pelaku Pelanggaran HAM Berat Kewenangan Penyidik

Nasional
Periksa Catatan Keuangan, KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Nonaktif Kuansing Andi Putra

Periksa Catatan Keuangan, KPK Dalami Aliran Uang ke Bupati Nonaktif Kuansing Andi Putra

Nasional
Menko PMK: Indonesia Harus Lebih Siap Hadapi Varian Covid-19 Omicron

Menko PMK: Indonesia Harus Lebih Siap Hadapi Varian Covid-19 Omicron

Nasional
Penanganan Covid-19 Lebih Banyak Gotong Royong Masyarakat, Menko PMK: Peran Negara Hanya 20 Persen

Penanganan Covid-19 Lebih Banyak Gotong Royong Masyarakat, Menko PMK: Peran Negara Hanya 20 Persen

Nasional
Ketua Komisi VIII: Jemaah Umrah Duta Bangsa, Pilih yang Benar-benar Siap Berangkat

Ketua Komisi VIII: Jemaah Umrah Duta Bangsa, Pilih yang Benar-benar Siap Berangkat

Nasional
Jaksa Agung Instruksikan Jajaran Bentuk Tim Khusus Berantas Mafia Tanah dan Pelabuhan

Jaksa Agung Instruksikan Jajaran Bentuk Tim Khusus Berantas Mafia Tanah dan Pelabuhan

Nasional
Perpanjangan PPKM Jawa-Bali, Bioskop Boleh Buka dengan Ketentuan Khusus

Perpanjangan PPKM Jawa-Bali, Bioskop Boleh Buka dengan Ketentuan Khusus

Nasional
Tak Lagi Diatur di Inmendagri, Ini Aturan Perjalanan Naik Kereta-Pesawat Selama PPKM

Tak Lagi Diatur di Inmendagri, Ini Aturan Perjalanan Naik Kereta-Pesawat Selama PPKM

Nasional
Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara, KPK Nyatakan Pikir-pikir

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara, KPK Nyatakan Pikir-pikir

Nasional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Bagaimana Aturan Masuk Tempat Wisata?

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Bagaimana Aturan Masuk Tempat Wisata?

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.