Tekan Penyebaran Covid-19, Epidemiolog Sarankan Peserta PON XX Dikarantina Saat Tiba di Daerah Masing-masing

Kompas.com - 08/10/2021, 19:50 WIB
Warga menyaksikan pertandingan babak enam besar sepak bola putra PON XX Papua 2021 antara Tim Papua melawan Tim Aceh di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Rabu (6/10/2021). Sejumlah laporan dari PON XX Papua menunjukkan sebagian penonton yang hadir di venue pertandingan ditemukan masih lalai terhadap protokol kesehatan, seperti tidak mengenakan masker dan mengabaikan pembatasan jarak. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIWarga menyaksikan pertandingan babak enam besar sepak bola putra PON XX Papua 2021 antara Tim Papua melawan Tim Aceh di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Rabu (6/10/2021). Sejumlah laporan dari PON XX Papua menunjukkan sebagian penonton yang hadir di venue pertandingan ditemukan masih lalai terhadap protokol kesehatan, seperti tidak mengenakan masker dan mengabaikan pembatasan jarak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli epidemiologi Indonesia di Griffith University Dicky Budiman menyarankan agar para peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua diskrining sebelum kembali ke daerah masing-masing.

Dicky mengatakan, jika hasil tes Covid-19 peserta tersebut dinyatakan negatif, maka diperbolehkan pulang dengan catatan melakukan karantina saat tiba di daerahnya.

"Sebelum pulang semua (peserta PON Papua) di-tes, jadi sama, di tes rapid antigen cukup kalau dia negatif dia bisa pulang tapi begitu sampai di lokasi dia harus karantina minimal 7 hari," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Jumat (8/10/2021).

Dicky juga mengatakan, jika hasil tes menunjukkan positif Covid-19, peserta PON tersebut belum diperbolehkan pulang dan harus menjalani karantina selama 14 hari.

"Kalau negatif dia bisa pulang tapi di tempat tujuan harus karantina 7 hari," ujarnya.

Di sisi lain, terkait puluhan kasus Covid-19 di PON XX Papua, Dicky menyarankan agar penyelenggaraan pesta olahraga tingkat nasional empat tahun sekali itu tidak dihadiri penonton.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kasus Covid-19 di PON Terus Bertambah, Pertandingan Disarankan Tanpa Penonton

"Seharusnya protapnya kalau sudah ditemukan seperti itu di lokasi, di bubble itu, di lokasi penyelenggaraan, jangan ada penonton dulu. Jangan ada interaksi dulu dengan dunia luar sembari dituntaskan tracing-testing," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, selama penyelenggaraan PON Papua, mestinya atlet dan ofisial tidak melakukan interaksi dengan penonton.

Selain itu, jika terdapat kasus Covid-19 dalam arena pertandingan PON, mestinya seluruh orang yang terlibat dalam pertandingan tersebut melakukan karantina.

"Semua yang terlibat tidak hanya atlet, tapi ada ofisial itu harus betul-betul dikarantina kalau masuk kontak, kalau luput kita bobol dibawa ke masing-masing daerah," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Luhut Sebut Pemerintah Tak Akan Lockdown untuk Cegah Masuknya Varian Omicron

Nasional
Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Muncul Varian Omicron, Menkes: Tidak Perlu Panik

Nasional
Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Pemerintah Pastikan Tempat Karantina Akan Kerja Keras Cegah Varian Omicron dari Luar Negeri

Nasional
Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Ini Daftar 11 Negara yang Warganya Dilarang Masuk RI untuk Cegah Varian Omicron

Nasional
Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Menkes: Sampai Sekarang Indonesia Belum Teramati Adanya Varian Omicron

Nasional
Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Cegah Varian Corona Omicron, Masa Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Jadi 7 Hari

Nasional
WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

WNI dari Negara Afrika bagian Selatan dan Hongkong Wajib Karantina 14 Hari

Nasional
Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Terendah Selama 2021, Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 1 dalam Sehari

Nasional
Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Bantu Amankan KTT G20, KSAL Siapkan Kapal Perang hingga Pesawat Udara

Nasional
Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Sebaran 264 Kasus Baru Covid-19, di DKI Tertinggi

Nasional
UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

UPDATE 28 November: Tambah 1 Orang, Total Kasus Kematian akibat Covid-19 Capai 143.808

Nasional
UPDATE: 244.999 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

UPDATE: 244.999 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 0,94 Persen

Nasional
UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

UPDATE 28 November: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 8.214

Nasional
Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani 'Overhaul', KSAL: Hasilnya Bagus

Kapal Selam KRI Cakra-401 Selesai Jalani "Overhaul", KSAL: Hasilnya Bagus

Nasional
UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 28 November: 94.339.737 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.