Darwin Darmawan

Mahasiswa doktoral ilmu politik Universitas Indonesia

6 Prinsip Politik Sabam Sirait

Kompas.com - 05/10/2021, 19:00 WIB
Sabam Sirait (tengah) dan istri, Sondang Sirait Sidabutar (kanan), menyambut Megawati Soekarnoputri yang menghadiri Syukuran Ulang Tahun Ke-75 Sabam Sirait di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (13/10/2011). WISNU WIDIANTORO Sabam Sirait (tengah) dan istri, Sondang Sirait Sidabutar (kanan), menyambut Megawati Soekarnoputri yang menghadiri Syukuran Ulang Tahun Ke-75 Sabam Sirait di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (13/10/2011).

2. Menyuarakan kebenaran dan keadilan tanpa merendahkan

Sabam salah satu tokoh yang dianggap “lawan politik” Soeharto. Sabam mengaku kalau rasa keadilannya kerap terusik ketika melihat kekuasaan Orde Baru yang otoriter.

Ia membela petani di desa Sei Priok, Tebing Tinggi, yang tanahnya digusur demi kepentingan investor perkebunan.

Bersama aktivis ekstra parlemen seperti Arif Budiman, Sabam menentang pembangunan TMII di penghujung tahun 1971.

Menurutnya, biaya yang dibutuhkan untuk membangun TMII bisa digunakan untuk membangun puluhan ribu gedung sekolah dasar di negeri ini.

Menurut Sabam, kritik yang ia sampaikan adalah bentuk keperdulian kepada rakyat. Dan itulah makna sesungguhnya dari politik. Baginya, politik itu suci: perjuangan mewujudkan kebenaran dan keadilan untuk rakyat.

Menariknya, Sabam terus bertahan sebagai politisi di era Orde baru. Ia bahkan menjadi Dewan Pertimbangan Agung (1983-1993) yang tugasnya memperikan nasihat kepada presiden Soeharto.

Mengapa ini terjadi? Sebab kritik yang disampaikan Sabam untuk kepentingan rakyat bukan untuk menyakiti Soeharto atau kepentingan sendiri.

Dalam mengkritik, Sabam berusaha tidak merendahkan martabat orang yang dikritiknya.

Di tengah praktik politik yang merendahkan martabat lawan politik dan mengesampingkan kesantunan, kecerdikan dan kesantunan Sabam dalam mengritik perlu ditiru oleh para politisi.

3. Sabar dalam memperjuangkan prinsip

Sabam kerap merasa kesepian karena perasaan politik yang ia rasakan. Beberapa kali aspirasi politiknya tidak mendapat tempat yang wajar.

Ia juga berkali-kali menangis karena kekuasaan dapat dengan mudah membungkam suara kritis yang berbeda.

Beberapa orang menyebut suara kritis Sabam di masa Orde baru adalah kesia-siaan. Namun, ia terus gigih berjuang sampai akhirnya Soeharto lengser di tahun 1998.

Resiliensi dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan dalam politik sangat diperlukan di tengah-tengah pragmatisme dan kompromi politik yang didemonstrasikan secara telanjang oleh sebagian besar politisi.

Saat ini sulit menemukan politisi yang berjuang karena prinsip sebab sebagian besar terkesan berjuang hanya demi kekuasaaan.

4. Berbeda pandangan politik namun bersahabat

Sabam secara terbuka mengungkapkan ketidaksetujuannya kepada Gus Dur terkait sikap politik Gus Dur yang bersedia dicalonkan menjadi Presiden RI dalam Sidang Umum MPR 1999.

Mestinya, saat itu yang lebih berhak menjadi calon Presiden adalah Megawati sebab PDI P menjadi pemenang Pemilu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Vaksin Booster, Akankah Ada Vaksin Lanjutan? Ini Kata Kemenkes

Setelah Vaksin Booster, Akankah Ada Vaksin Lanjutan? Ini Kata Kemenkes

Nasional
Ryamizard Sebut Ada Unsur Kedaruratan Sewa Satelit Slot Orbit 123 Bujur Timur

Ryamizard Sebut Ada Unsur Kedaruratan Sewa Satelit Slot Orbit 123 Bujur Timur

Nasional
Bukan Leading Sector Kasus Satelit Militer Kemenhan, TNI Tunggu Koordinasi Kejagung

Bukan Leading Sector Kasus Satelit Militer Kemenhan, TNI Tunggu Koordinasi Kejagung

Nasional
Fatia dan Haris Azhar Dijemput Paksa Polisi, Kontras: Ada Dugaan Conflict of Interest

Fatia dan Haris Azhar Dijemput Paksa Polisi, Kontras: Ada Dugaan Conflict of Interest

Nasional
Pimpinan DPR Klaim Pembahasan RUU IKN Tidak Tergesa-gesa

Pimpinan DPR Klaim Pembahasan RUU IKN Tidak Tergesa-gesa

Nasional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sepekan, Supermarket di Daerah Level 1 Boleh Buka 100 Persen

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sepekan, Supermarket di Daerah Level 1 Boleh Buka 100 Persen

Nasional
UPDATE: 840 Kasus Omicron di Indonesia, 174 Transmisi Lokal

UPDATE: 840 Kasus Omicron di Indonesia, 174 Transmisi Lokal

Nasional
PPKM Luar Jawa-Bali, Pengunjung Mal di Daerah Level 3 Dibatasi 50 Persen

PPKM Luar Jawa-Bali, Pengunjung Mal di Daerah Level 3 Dibatasi 50 Persen

Nasional
Kasus Munjul, KPK Ingatkan Notaris Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Kembalikan Uang Rp 10 Miliar

Kasus Munjul, KPK Ingatkan Notaris Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Kembalikan Uang Rp 10 Miliar

Nasional
Ryamizard Sebut Ada Ancaman Kedaulatan jika Slot Orbit 123 Tak Diselamatkan

Ryamizard Sebut Ada Ancaman Kedaulatan jika Slot Orbit 123 Tak Diselamatkan

Nasional
Mantan Menhan Ryamizard Sebut Ada Perintah Presiden Selamatkan Slot Orbit 123

Mantan Menhan Ryamizard Sebut Ada Perintah Presiden Selamatkan Slot Orbit 123

Nasional
Hari Ini, RUU TPKS Bakal Disahkan sebagai RUU Inisiatif DPR

Hari Ini, RUU TPKS Bakal Disahkan sebagai RUU Inisiatif DPR

Nasional
Keluhan Munarman Kehilangan Mata Pencarian hingga Gelisah Terancam Hukuman Mati

Keluhan Munarman Kehilangan Mata Pencarian hingga Gelisah Terancam Hukuman Mati

Nasional
Soal Laporan Gibran-Kaesang, Jubir: Ditelaah Kewenangan KPK atau Bukan

Soal Laporan Gibran-Kaesang, Jubir: Ditelaah Kewenangan KPK atau Bukan

Nasional
PKS Tolak RUU IKN Disahkan di Rapat Paripurna, Ini Alasannya

PKS Tolak RUU IKN Disahkan di Rapat Paripurna, Ini Alasannya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.