Pemerintah Turunkan Tim Khusus Awasi Percobaan PPKM Level 1 di Blitar

Kompas.com - 04/10/2021, 17:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pihaknya dan Kementerian Kesehatan akan menurunkan tim khusus guna memantau jalannya percobaan PPKM Level 1 di Kota Blitar, Jawa Timur.

Tim terdiri dari pakar dan ahli di bidang penanganan pandemi.

"Kami dan Kementerian Kesehatan akan akan menurunkan tim khusus untuk memantau pelaksanaan PPKM Level 1 di Kota Blitar. Sehingga, nantinya akan menjadi role model buat kota/kabupaten lain," ujar Luhut dalam konferensi pers evaluasi PPKM yang disiarkan secara daring pada Senin (4/10/2021).

Baca juga: PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang sampai 18 Oktober, 6 Daerah Masih Level 4

"Tim terdiri pakar-pakar dan ahli dalam bidangnya untuk nanti tinggal berapa waktu di Blitar untuk memonitor," lanjutnya.

Pemerintah akan melakukan pengawasan ketat dengan memonitor seluruh kegiatan masyarakat di wilayah kota Blitar.

Tujuannya, agar bisa merespons bila ada hal-hal yang dianggap menjadi darurat, sehingga tidak berkembang secara liar.

Luhut menjelaskan, uji coba PPKM level 1 ini dilakukan karena Kota Blitar dianggap telah memenuhi syarat indikator dari badan kesehatan dunia (WHO) maupun memenuhi target cakupan vaksinasi Covid-19.

"Selain itu, target cakupan vaksinasi dosis 1 sebesar 70 persen dan dosis 1 lansia sebesar 60 persen," lanjutnya.

"Apabila uji coba ini berhasil, pemerintah berencana mengembangkannya ke kota-kota lain yang dapat masuk kepada level 1," ungkap Luhut.

Baca juga: Luhut: Pemerintah Uji Coba PPKM Level 1 di Kota Blitar

Lebih lanjut, Luhut juga menyampaikan bahwa pelaksanaan PPKM di Jawa-Bali akan dilanjutkan selama dua pekan mendatang, yakni 4-18 Oktober 2021.

Dalam penerapan PPKM level selama dua minggu kedepan, terdapat 20 kabupaten/lota yang bertahan di level 2.

"Dan untuk yang di Level 3 bertambah dari 84 Kabupaten/Kota menjadi 107 Kabupaten/Kota karena kota-kota di level 2 yang sebelumnya mendapat dispensasi belum mampu mencapai target cakupan vaksinasi," tambah Luhut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.