Kompas.com - 01/10/2021, 10:11 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin i acara Kuliah Ekspor Nasional pada Konferensi Ekspor Nasional 2021 yang dilaksanakan secara daring, Kamis (3/9/2021). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Ma'ruf Amin i acara Kuliah Ekspor Nasional pada Konferensi Ekspor Nasional 2021 yang dilaksanakan secara daring, Kamis (3/9/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengundang para investor dari seluruh dunia untuk berinvestasi pada industri halal di Tanah Air.

Menurut Ma'ruf, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam industri halal, sehingga para investor dari manapun diharapkan tidak ragu-ragu untuk berinvestasi.

"Saya minta supaya investor global jangan ragu-ragu (berinvestasi halal) karena kita memiliki potensi yang besar. Kita mampu untuk menjadi produsen halal terbesar di dunia," kata Ma'ruf dalam kunjungannya ke kawasan industri halal (KIH) di Sidoarjo, Jawa Timur, dikutip dari akun YouTube Wakil Presiden, Jumat (1/10/2021).

Ma'ruf mengatakan, sertifikasi halal Indonesia sudah sangat diakui di seluruh dunia. Dengan demikian, sudah tidak ada lagi masalah dalam hal sertifikasi terhadap produk halal.

Kemudian, kualitas produk dan fasilitasnya juga terjaga dalam industri tersebut.

"Oleh karena itu, berinvestasi di Indonesia adalah sesuatu yang sangat menjanjikan untuk investor dari mana pun," kata Ma'ruf.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Wapres Ingatkan Pemerintah Daerah Gunakan Kombinasi Persentase dan Jumlah Penduduk untuk Tangani Kemiskinan Ekstrem

Saat ini, kata dia, sudah ada beberapa negara yang beirnvestasi di Indonesia, antara lain China, Brazil, dan beberapa negara timur tengah. Namun, menurut Wapres, masih banyak negara yang belum mengetahui soal investasi produk halal di Tanah Air.

Namun berkat promosi yang dilakukan Kementerian Perindustrian serta Kementerian Perdagangan, negara-negara tersebut pun sudah mulai mengetahuinya.

"Saya kira potensi kita sangat besar. Kita memang memiliki sumber daya yang besar, kita konsumen terbesar di dunia karena itu kita punya kemampuan potensi besar untuk mengembangkan industri halal ini," kata Ma'ruf.

Salah satu yang dilakukan adalah dengan membangun KIH yang kini telah tersebar di beberapa wilayah.

Adapun KIH yang dibangun dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang terpadu. Mulai dari pengurusan izin, sertifikasi halal, permodalan, dan bimbingan teknis lainnya termasuk pengemasan agar memenuhi standar internasional.

Baca juga: Pelonggaran PPKM, Wapres Sebut Konsumsi Masyarakat Tunjukkan Tren Positif

"Potensi industri halal kita menyangkut masalah produk-produk makanan, minuman, fashion, farmasi, dan lainnya," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres: Kebangkitan Ekonomi Pesantren Harus Dimulai dari Santri

Wapres: Kebangkitan Ekonomi Pesantren Harus Dimulai dari Santri

Nasional
Jokowi Targetkan Vaksinasi Covid-19 Nasional Capai 70 Persen pada Akhir 2021

Jokowi Targetkan Vaksinasi Covid-19 Nasional Capai 70 Persen pada Akhir 2021

Nasional
Jokowi Targetkan Cakupan Vaksinasi Capai 270 Juta Dosis pada Akhir 2021

Jokowi Targetkan Cakupan Vaksinasi Capai 270 Juta Dosis pada Akhir 2021

Nasional
Jokowi: Perdagangan, Turisme, dan Investasi Harus Digerakkan, Jangan Terlambat

Jokowi: Perdagangan, Turisme, dan Investasi Harus Digerakkan, Jangan Terlambat

Nasional
Hari Santri Jadi Momentum Memupuk Semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Hari Santri Jadi Momentum Memupuk Semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Nasional
Capaian Kinerja Pemerintah, 280 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Berhasil Diperoleh

Capaian Kinerja Pemerintah, 280 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Berhasil Diperoleh

Nasional
Polri Gelar Lomba Mural, Peserta Boleh Sampaikan Kritik Negatif

Polri Gelar Lomba Mural, Peserta Boleh Sampaikan Kritik Negatif

Nasional
Indonesia Terima 224.000 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Jepang

Indonesia Terima 224.000 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Jepang

Nasional
Perkembangan Kasus Covid-19 dan Target Cakupan Vaksinasi 70 Persen pada Akhir Tahun

Perkembangan Kasus Covid-19 dan Target Cakupan Vaksinasi 70 Persen pada Akhir Tahun

Nasional
Wapres Tekankan Pemberdayaan Umat untuk Hilangkan Kemiskinan

Wapres Tekankan Pemberdayaan Umat untuk Hilangkan Kemiskinan

Nasional
KSP Terbitkan Laporan Kinerja Pemerintah, Moeldoko: Penanda Kebangkitan dari Pandemi

KSP Terbitkan Laporan Kinerja Pemerintah, Moeldoko: Penanda Kebangkitan dari Pandemi

Nasional
Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf, Lonjakan Kasus Covid-19 dan Duka Selama Pandemi

Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf, Lonjakan Kasus Covid-19 dan Duka Selama Pandemi

Nasional
Mengenang Saat Jokowi-Ma'ruf Resmi Dilantik...

Mengenang Saat Jokowi-Ma'ruf Resmi Dilantik...

Nasional
Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf, Komnas HAM Harap Negara Ikut Mediasi Perkara Kebebasan Berekspresi

Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf, Komnas HAM Harap Negara Ikut Mediasi Perkara Kebebasan Berekspresi

Nasional
Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin, Komnas HAM: Belum Ada Satu Pun Kasus Pelanggaran HAM Berat ‘Pecah Telur’

Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin, Komnas HAM: Belum Ada Satu Pun Kasus Pelanggaran HAM Berat ‘Pecah Telur’

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.