Ari Junaedi
Akademisi dan konsultan komunikasi

Doktor komunikasi politik & Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama.

Menyoal "Polisi Silver" dan "Polisi Hitam"

Kompas.com - 30/09/2021, 15:55 WIB
Viral, Kakek Pensiunan Polisi Terjaring Razia Saat Jadi Manusia Silver. Agus saat terciduk petugas Satpol PP Semarang KOMPAS.com/tangkapan layar videoViral, Kakek Pensiunan Polisi Terjaring Razia Saat Jadi Manusia Silver. Agus saat terciduk petugas Satpol PP Semarang

Keputusan untuk menjadi “manusia silver” adalah pilihannya ketimbang meminta bantuan ke anak-anaknya yang lain, kerabat atau tetanggga.

Belum lagi iuran air bersih juga sudah setahun tertunggak. Untuk mandi pun, Agus terpaksa menggunakan kamar mandi terminal dan masjid. Menjadi sopir angkutan umum pun pernah dilakoni Agus tetapi gagal (Kompas.com, 27 September 2021).

Baca juga: Terimpit Utang Rp 150 Juta, Alasan Mantan Polisi di Semarang Jadi Manusia Silver

Bagi saya atau keluarga pensiunan tentara dan polisi berpangkat golongan tamtama dan bintara, pilihan orang tua menggadaikan SK Pensiun adalah hal yang biasa.

Cara ini mudah ditempuh. Pinjaman bisa segera cair. Biasanya digunakan saat ada salah satu anak yang butuh biaya karena sekolah atau kuliah serta jika ada keperluan mendadak karena sakit.

Kisah polisi hitam

Hingga Maret 2021, jumlah personel Pori yang mencapai 416.414 orang (Rri.co.id, 20 Maret 2021) jelas membutuhkan penanganan manajemen sumber daya yang mumpuni.

Saya percaya dengan era polisi yang “presisi” dari Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tubuh Polri bisa berbenah terus.

Prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan menjadi visi utama sehingga polisi harus mampu mengenali kemampuan organisasi serta lingkungan strategik menghadapi tantangan di era 4,0.

Ibarat sekeranjang besar berisi buah jeruk, pasti ada salah satu atau salah sepuluh buah jeruk yang tidak manis bahkan busuk. Demikian pula yang terjadi di tubuh Polri. Masih ada oknum yang mencoreng nama institusi bahkan terlalu kelewatan.

Kasus Briptu IMP dari Polda Nusa Tenggara Barat yang “nyambi” menjadi debt collector adalah perilaku yang tidak terpuji. Briptu IMP diketahui merampas kendaraan seorang nasabah lembaga pembiayaan sambil menganca dengan pistol mainan (Kompas.com, 28/09/2021).

Baca juga: Oknum Polisi di Lombok Jadi Debt Collector, Tagih Utang dan Ancam Nasabah dengan Senjata Api Mainan

Minimnya gaji dan tunjangan tidak seharusnya menjadi pembenar untuk melakukan perbuatan yang memalukan. 

Cerita lain datang dari Polres Metro Tangerang Kota, Banten. Oknum polisi FA menghentikan seorang pengemudi motor perempuan yang kedapatan melanggar lampu merah.

Mengetahui bahwa pengemudi itu perempuan, polis FA meminta nomor telepon dan tidak memberikan surat tilang.

Setelahnya, polisi FA mengirim pesan bertubi-tubi kepada perempuan itu. Karena dirasa sangat mengganggu, perempuan itu melaporkan polisi FA dengan laporan perbuatan tidak menyenangkan (Kompas.com, 29 September 2021).

Baca juga: Dikirimi Pesan Berkali-kali oleh Oknum Polisi, Perempuan Ini Diperiksa Polres Metro Tangerang Kota

Perbuatan yang berkategori penyalahgunaan kewenangan dan di luar prosedur baku penegakkan hukum berlalu lintas justru menunjukkan masih lemahnya pola pendidikan dan bimbingan moral di lingkungan Polri.

Ada pula cerita yang mengerikan tentang oknum polisi di Medan. Aipda RS dari Polres Pelabuhan Belawan membunuh dua orang perempuan muda sekaligus memperkosa salah satunya. Tidak itu saja, jenazah ke dua korbannya disembunyikan untuk menghilangkan jejak (Kompas.com, 27 Februari 2021).

Baca juga: Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Beberapa kisah “polisi hitam” di atas saya cuplikkan untuk menunjukkan masih adanya “jeruk busuk” di tumpukan keranjang yang berisi jeruk-jeruk berkualitas baik.

Pengalaman saya mengajar di Pusdiklantas Korlantas Polri di Serpong, Banten, serta menguji penelitian siswa di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian di Jakarta, membuat saya yakin bahwa masih banyak personel Polri yang membanggakan dan layak menjadi Bhayangkara-Bhayangkari andalan.

Kisah polisi baik

Kebahagian keluarga Bharada Muhammad Kurniadi Sutio terkoyak. Polisi belia itu gugur tertembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua (Kompas.com, 27/09/2021).

Baca juga: 2 Hari Sebelum Gugur di Papua, Bharada Muhammad Kurniadi Telepon Ayah Minta Doa

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Nasional
Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Nasional
UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

Nasional
Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Nasional
Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Nasional
Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Nasional
BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

Nasional
UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Nasional
Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Nasional
Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Bertambah 5, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Kini 144.206

UPDATE 22 Januari 2022: Bertambah 5, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Kini 144.206

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.