Saksi Sebut Azis Syamsuddin Bertemu dengan Stepanus Robin di Tegal

Kompas.com - 27/09/2021, 20:06 WIB
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ditahan usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (25/9/2021). Ia menjadi tersangka dugaan kasus suap dana alokasi khusus (DAK) di Lampung Tengah. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOWakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ditahan usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (25/9/2021). Ia menjadi tersangka dugaan kasus suap dana alokasi khusus (DAK) di Lampung Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKP Agus Supriyadi menyebut ada pertemuan antara Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dengan mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju.

Dilansir dari Antara, pertemuan itu disebut Supriyadi terjadi pada April 2020 di Guci, Tegal, Jawa Tengah.

“Waktu itu beliau, Pak Azis ada kunjungan kerja ke Jawa Timur, sekitar April 2020. Ada kegiatan di Jawa Timur lalu ke Guci dalam rangka liburan,” ungkap Supriyadi dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (27/9/2021).

Adapun Supriyadi hadir sebagai saksi untuk terdakwa dugaan suap kepengurusan perkara di KPK yaitu Robin dan pengacara Maskur Husain.

Baca juga: Soal Pengganti Azis Syamsuddin, Golkar: Doakan Selesai Senin Sore, Paling Telat Selasa

Kala itu, Supriyadi masih menjabat sebagai Satreskrim Polres Brebes. Ia berpindah tugas pada Maret 2021.

Supriyadi menyebut Azis memintanya untuk menghubungi Robin dengan alasan bahwa saat itu hari Jumat dan Sabtu dan seseorang bernama Pattuju ingin bertemu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pak Robin saya yang menghubungi karena Pak Azis ingin ditemani, lalu Pak Robin sampai di Guci jam 11 malam,” papar dia.

Supriyadi mengatakan pertemuan Azis dan Robin dilakukan hari setelahnya dengan sarapan bersama di hotel tempat Azis menginap.

Setelah sarapan bersama, keduanya langsung pulang ke tempat masing-masing.

Baca juga: Azis Syamsuddin Diduga Tak Hanya Terlibat dalam Satu Kasus, MAKI Dorong KPK Lakukan Pengembangan

Di depan majelis hakim, Supriyadi mengaku tak mengetahui jika Robin mengurus perkara dugaan tindak pidana korupsi di Lampung Tengah.

Ia baru tahu informasi itu ketika Robin ditangkap oleh KPK.

“Setelah Pak Robin ditangkap lalu muncul di media sosial saya baru tahu, sebelumnya tidak tahu sama sekali,” imbuh dia.

Dalam persidangan itu hadir pula saksi bernama Agus Susanto yang bekerja sebagai sopir Robin.

Agus bersaksi bahwa pada April 2020 ia mengantar Robin ke Guci, Tegal, untuk bertemu Azis.

Pertemuan Azis dengan Robin berdasarkan kesaksian Agus juga dihadiri oleh Supriyadi.

Diketahui dalam perkara ini, jaksa menduga Robin dan Maskur menerima uang senilai 11,5 miliar.

Uang tersebut didapatkan sejumlah pihak yang proses perkaranya di KPK diurus oleh Robin.

Baca juga: Fakta Azis Syamsuddin Jadi Tersangka Korupsi, Punya Harta Miliaran dan Komentar Warga

Pertama sejumlah Rp 1,695 miliar dari Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial yang meminta agar dugaan korupsi jual beli jabatannya tidak dinaikkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikkan.

Kedua, sejumlah Rp 3,613 dari Azis dan kader Partai Golkar Aliza Gunado untuk mengurus perkara dugaan tindak pidana korupsi di Lampung Tengah.

Tiga, dari Wali Kota nonaktif Cimahi, Ahay Muhammad Priatna senilai Rp 507,39 juta.

Empat, uang senilai Rp 525 juta dari Direktur PT Tenjo Jaya, Usman Effendi.

Terakhir sejumlah Rp 5,197 miliar dari mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Luhut: Ada Revisi Inmendagri dan SE

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Luhut: Ada Revisi Inmendagri dan SE

Nasional
Sidang Perdana Azis Syamsuddin: Didakwa Suap, Diingatkan Tak Dekati Hakim

Sidang Perdana Azis Syamsuddin: Didakwa Suap, Diingatkan Tak Dekati Hakim

Nasional
Hillary Lasut Akui Kirim Surat Batalkan Permohonan Ajudan dari TNI

Hillary Lasut Akui Kirim Surat Batalkan Permohonan Ajudan dari TNI

Nasional
Aturan PPKM Level 3 Nataru Batal, Ini yang Bakal Diterapkan

Aturan PPKM Level 3 Nataru Batal, Ini yang Bakal Diterapkan

Nasional
PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Daerah Berstatus Level 1

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Daerah Berstatus Level 1

Nasional
Pengacara Nilai Tuntutan Hukuman Mati untuk Heru Hidayat Berlebihan

Pengacara Nilai Tuntutan Hukuman Mati untuk Heru Hidayat Berlebihan

Nasional
[POPULER NASIONAL] Situasi Covid-19 Terbaru Jelang Berakhirnya PPKM Luar Jawa-Bali | Survei Indikator tentang 5 Menteri Jokowi dengan Kinerja Terbaik

[POPULER NASIONAL] Situasi Covid-19 Terbaru Jelang Berakhirnya PPKM Luar Jawa-Bali | Survei Indikator tentang 5 Menteri Jokowi dengan Kinerja Terbaik

Nasional
Alasan Jaksa Tuntut Hukuman Mati Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat

Alasan Jaksa Tuntut Hukuman Mati Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati

Kasus Korupsi Asabri, Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati

Nasional
KPK: Kalau Tak Mau Laporkan Harta, Lebih Baik Berhenti Jadi Penyelenggara Negara

KPK: Kalau Tak Mau Laporkan Harta, Lebih Baik Berhenti Jadi Penyelenggara Negara

Nasional
Kemendagri: Realisasi Anggaran Daerah Tiap Akhir Tahun Cenderung Meningkat Signifikan

Kemendagri: Realisasi Anggaran Daerah Tiap Akhir Tahun Cenderung Meningkat Signifikan

Nasional
Jembatan Lumajang-Malang Putus akibat Erupsi Semeru, PUPR: Pasti Akan Rebuilding

Jembatan Lumajang-Malang Putus akibat Erupsi Semeru, PUPR: Pasti Akan Rebuilding

Nasional
Prabowo Sampaikan Apresiasi ke Pekerja Galangan yang Berhasil Membuat Kapal Cepat Rudal

Prabowo Sampaikan Apresiasi ke Pekerja Galangan yang Berhasil Membuat Kapal Cepat Rudal

Nasional
Warga Karo Berikan 3 Ton Jeruk untuk Presiden Jokowi

Warga Karo Berikan 3 Ton Jeruk untuk Presiden Jokowi

Nasional
Baleg DPR Tetapkan 40 RUU Prolegnas Prioritas 2022, Ini Daftarnya

Baleg DPR Tetapkan 40 RUU Prolegnas Prioritas 2022, Ini Daftarnya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.