Ari Junaedi
Akademisi dan konsultan komunikasi

Doktor komunikasi politik & Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama.

Robohnya Pohon Beringin di Jumat Kelabu

Kompas.com - 26/09/2021, 20:32 WIB
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ditahan usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (25/9/2021). Ia menjadi tersangka dugaan kasus suap dana alokasi khusus (DAK) di Lampung Tengah. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOWakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ditahan usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (25/9/2021). Ia menjadi tersangka dugaan kasus suap dana alokasi khusus (DAK) di Lampung Tengah.

Pohon Beringin harus kembali kokoh

Bukan Partai Golkar namanya jika tidak berhasil mengatasi “rapuh dan keroposnya” dalam batang, ranting dan akarnya. Perjalanannya sebagai satunya-satunya partai yang dibuat “mendominasi” di masa Orde Baru, terpecah karena konflik selama masa reformasi dan tetap stabil selama satu dasawarsa belakangan ini membuat Golkar kian dewasa dan terbiasa mengatasi konflik.

Munculnya partai-partai sempalan dari Golkar seperti Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Hanura, Gerindra, dan Nasdem tidak otomatis membuat Golkar tumbang.

Dari pemilu ke pemilu, suara Golkar berada di peringkat 3 besar nasional. Pada Pemilu 2019 lalu, Golkar menempatkan 85 wakilnya di antara 575 anggota DPR. Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 lalu, calon-calon dari Golkar menggaet kemenangan di 165 daerah dari 270 daerah yang menggelar pilkada.

Belum lagi dalam pemilihan Presiden (Pillpres), walaupun tidak ada kadernya yang dimajukan sebagai calon presiden atau calon wakil presiden dalam beberapa kali Pilpres, Golkar selalu ikut dalam gerbong pemerintahan koalisi pemenang Pilpres. Walau mendukung pasangan yang kalah di Pilpres pun, berkat strategi “marketing” Golkar yang piawai bisa mendapat jatah di kabinet.

Pengalaman di Pilpres 2004 misalnya, ketika Golkar mendukung pasangan Megawati Soekarnoputeri–Hasyim Muzadi yang kalah, Golkar masih diajak Susilo Bambang Yudhoyono di kabinetnya. Golkar sepertinya tidak memiliki DNA sebagai oposisi. Siapapun rezim yang berkuasa, Golkar selalu ada di dalam kabinet. Ibarat plesetan sebuah merek minuman, siapa pun presidennya, Golkar akan selalu ada.

Kehadiran Golkar harus tetap ada dalam tata bangunan demokrasi kita. Sebagai salah satu partai politik, Golkar merupakan wahana bagi warga negara untuk dapat menyalurkan aspirasi politiknya. Idealnya partai politik menjadi sebuah medium ekspresi politik dari warga negara dan harus menjadi prasyarat bagi tegaknya masyarakat madani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kasus rasuah yang menimpa Azis Syamsuddin hendaknya dijadikan Golar sebagai entry point untuk proses “reboisasi” di pohon beringin. Golkar harus menyiangi kembali beringin dengan nilai-nilai kerakyatan. Memberi pupuk kereligiusan dalam berpartai dan menyiram pohon beringin secara rutin dengan solidaritas dan empati kepada rakyat.

Ada baiknya motivasi yang dicantumkan Azis Syamsuddin dalam sebuah laman biografinya, “menjalankan sumpah jabatan sebagai sarana ibadah” bisa dimaknai dengan perbuatan yang nyata oleh kader-kader Golkar yang lain. Bukan sekadar kalimat kosong yang habis digarong oleh begal-begal politik....

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eks Pegawai KPK Dinilai Akan Berkontribusi Positif di Kepolisian

Eks Pegawai KPK Dinilai Akan Berkontribusi Positif di Kepolisian

Nasional
UPDATE 3 Desember: Vaksinasi Covid-19 Lansia Dosis Pertama Capai 54,41 Persen

UPDATE 3 Desember: Vaksinasi Covid-19 Lansia Dosis Pertama Capai 54,41 Persen

Nasional
Gugat Prabowo, Eks Ketua DPC Gerindra Blora Ingin Pemecatannya Dibatalkan

Gugat Prabowo, Eks Ketua DPC Gerindra Blora Ingin Pemecatannya Dibatalkan

Nasional
Raih Penghargaan Wakaf Produktif, Dompet Dhuafa Bersemangat Tingkatkan Inovasi

Raih Penghargaan Wakaf Produktif, Dompet Dhuafa Bersemangat Tingkatkan Inovasi

Nasional
Risma Diminta Berinovasi, Bukan Minta Tunarungu Bicara

Risma Diminta Berinovasi, Bukan Minta Tunarungu Bicara

Nasional
Aturan Jadi ASN Polri Terbit, MAKI Berharap Eks Pegawai KPK Segera Dilantik

Aturan Jadi ASN Polri Terbit, MAKI Berharap Eks Pegawai KPK Segera Dilantik

Nasional
Peraturan Jadi ASN Polri Terbit, Eks Pegawai KPK Tunggu Undangan Kapolri

Peraturan Jadi ASN Polri Terbit, Eks Pegawai KPK Tunggu Undangan Kapolri

Nasional
Surya Sahetapy: Teman Tuli Punya Cara Komunikasi yang Beragam

Surya Sahetapy: Teman Tuli Punya Cara Komunikasi yang Beragam

Nasional
Koalisi Penyandang Disabilitas Anti-audism Desak Mensos Risma Minta Maaf

Koalisi Penyandang Disabilitas Anti-audism Desak Mensos Risma Minta Maaf

Nasional
Risma Minta Anak Tuli Bicara, Orangtua: Sangat Menyakiti Hati Saya

Risma Minta Anak Tuli Bicara, Orangtua: Sangat Menyakiti Hati Saya

Nasional
IM57+ Institute Bersedia Audit Harta Kekayaan Pimpinan KPK

IM57+ Institute Bersedia Audit Harta Kekayaan Pimpinan KPK

Nasional
BPOM Dorong Industri Farmasi Dukung Perluasan Produksi Vaksin Covid-19

BPOM Dorong Industri Farmasi Dukung Perluasan Produksi Vaksin Covid-19

Nasional
Wapres Minta Penjagaan Pintu Masuk RI Diperketat Cegah Varian Omricon

Wapres Minta Penjagaan Pintu Masuk RI Diperketat Cegah Varian Omricon

Nasional
Pemerintah Diminta Tak Hentikan Pengeboran Minyak dan Gas di Natuna Utara meski Diprotes China

Pemerintah Diminta Tak Hentikan Pengeboran Minyak dan Gas di Natuna Utara meski Diprotes China

Nasional
Aturan Jadi ASN Polri Terbit, Eks Pegawai KPK: 'Alhamdulillah', Indonesia Memanggil Lagi

Aturan Jadi ASN Polri Terbit, Eks Pegawai KPK: "Alhamdulillah", Indonesia Memanggil Lagi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.