Ari Junaedi
Akademisi dan konsultan komunikasi

Doktor komunikasi politik & Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama.

Syukur Tak Berhasrat Rasuah Dibuah

Kompas.com - 25/09/2021, 10:44 WIB
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ditahan usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (25/9/2021). Ia menjadi tersangka dugaan kasus suap dana alokasi khusus (DAK) di Lampung Tengah. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOWakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ditahan usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu (25/9/2021). Ia menjadi tersangka dugaan kasus suap dana alokasi khusus (DAK) di Lampung Tengah.

Kasus penggangsiran uang negara yang menjerat Alex Noerdin dari Golkar, semakin melengkapi deretan anggota DPR yang terlibat rasuah sepanjang 2021. Sebelumnya Hasan Aminuddin dari Fraksi Nasdem DPR-RI yang berkolaborasi dengan istrinya Bupati Probolinggo dalam kasus jual beli jabatan.

Jika status tersangka Wakil Ketua DPR dari Fraksi Golkar Azis Syamsuddin usai diperiksa KPK hari Jumat ini (24 September 2021) dinaikkan menjadi tahanan, tentu akan semakin menambah daftar panjang kasus korupsi yang ditangani KPK dan Kejaksaan Agung.

Dana Hibah, Bansos & Infrastruktur Paling Rentan Dikorupsi

Jika menilik hasil kerja selama semester 1 – per 30 Juni 2021, KPK telah melakukan 77 penyelidikan, 35 penyidikan, 53 penuntutan dan 35 eksekusi. Dari 35 surat perintah penyidikan, KPK telah menetapkan 50 orang tersangka dengan total asset recovery-nya sebesar Rp 171,23 miliar (Pointers Konferensi Pers KPK, 2021).

Melihat pola dan mapping kasus-kasus rasuah yang terjadi selama ini, apalagi sejak merebaknya pandemi maka penggangsiran uang rakyat yang mudah dikongkalingkong berada di sektor bantuan sosial, dana hibah serta pembangunan infrastruktur.

Kasus “pat-gulipat” yang terjadi di Kolaka Timur bisa terjadi karena adanya skema bantuan dana hibah tunai “glondongan” dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Artinya pihak BNPB hanya memeriksa kelayakan dari proposal yang diajukan daerah. Jika disetujui, kewenangan penggunaan dana hibah serta mekanisme pemenang lelang ditentukan oleh daerah. BNPB nanti akan memeriksa pekerjaan fisik di lapangan apakah sudah sesuai dengan proposal tanpa ikut terlibat dalam proses pelelangan pekerjaan.

Proses penentuan pemenang tender melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) atau e-procurement tidak sepenuhnya menihilkan celah korupsi. Buktinya Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur Hidayat bisa “collabs” dengan Kepala BNPB Daerah dalam menentukan pemenang lelang. Yang lebih ambyarnya lagi, Kepala BNPB Daerah sendiri menjadi pelaksana pekerjaan dengan menggunakan identitas pihak lain.

Kasus yang menjerat Alex Noerdin saat menjadi Gubernur Sumatera Selatan, salah satunya juga terkait dengan dana hibah. Jika Bupati Kolaka Timur “bermain” di hibah dana untuk rehabilitasi bencana maka Alex Noerdin “berpesta” di pembangunan masjid.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika kasus-kasus rasuah terkini diikutsertakan seperti permasalahan Wakil Bupati Lombok Utara Dani Karter Febrianto yang mengakali permainan nilai proyek pembangunan fasilitas instalasi gawat darurat dan instalasi care unit Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara (Kompas.com, 23/09/2021) ; korupsi pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Kabupaten Mimika, Papua (Detik.com, 4 November 2020) maka jelas obyek penggarongan uang haram ini terkait dengan bencana dan masalah kerohanian masyarakat.

Arinya sasaran korupsi pun sudah tidak pandang bulu lagi. Pembangunan rumah Tuhan Sang Pecipta –entah di masjid dan di gereja pun- tidak ditakuti lagi oleh koruptor. Apalagi yang terkait dengan pembangunan rumah rakyat korban bencana. Selama bulu mengandung nilai uang, tentu kesempatan itu bisa “disikat” oleh pejabat yang dipilih oleh rakyat itu.

Hukuman Pun Tidak Berefek Jera

Vonis-vonis hukuman yang dijatuhkan kepada para koruptor pun ternyata tidak memberikan efek gentar terhadap perilaku koruptif. Mantan Ketua DPR Setya Novanto yang terjerat kasus proyek e-KTP dan divonis 15 tahun penjara, denda Rp 500 juta serta membayar total pengganti kerugian Rp 66 miliar, saban tahun mendapat pengurangan hukuman atau berbagai remisi.

Dipastikan, Setya Novanto akan bebas tidak selama masa hukuman yang dijatuhkan hakim. Koruptor pembangunan Wisma Hambalang Anas Urbaningrum malah mendapat “discount” hukuman besar. Dari vonis hukuman penjara yang semula 14 tahun, berkat peninjauan kembali yang diajukan bekas ketua umum Partai Demokrat ini akan bebas tahun depan di 2022.

Narapidana yang telah menjalani hukuman akan mendapatkan remisi umum yang diberikan setiap tahun pada tanggal 17 Agustus. Besaran remisi umum untuk tahun pertama, bagi narapidana yang telah menjalani pidana 6 sampai 12 bulan diberikan remisi 1 bulan. Sedangkan bagi yang lebih dari 12 bulan dapat 2 bulan.

Tahun kedua mendapatkan remisi 3 bulan. Tahun ketiga mendapatkan remisi 4 bulan Tahun keempat dan kelima mendapatkan remisi 5 bulan Tahun keenam dan seterusnya mendapatkan remisi 6 bulan.

Hampir mirip dengan polanya dengan remisi umum, masih ada lagi remisi keagamaan, remisi tambahan, remisi atas kejadian luar biasa, remisi dasawarsa untuk setiap 10 tahun, remisi untuk kepentingan kemanusian serta remisi perubahan jenis pidana (Kompas.com, 22/08/2021).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 27 November: Indonesia Baru Capai Vaksinasi 44,97 Persen dari Target Herd Immunity

UPDATE 27 November: Indonesia Baru Capai Vaksinasi 44,97 Persen dari Target Herd Immunity

Nasional
Update 27 November: Positivity Rate Kasus Harian Covid-19 Sebesar 0,21 Persen

Update 27 November: Positivity Rate Kasus Harian Covid-19 Sebesar 0,21 Persen

Nasional
Update 27 November: Ada 5.397 Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 27 November: Ada 5.397 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Menpan RB Larang ASN Cuti pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022

Menpan RB Larang ASN Cuti pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022

Nasional
Update 27 November: Bertambah 11, Total 143.807 Orang Meninggal Dunia akibat Covid-19

Update 27 November: Bertambah 11, Total 143.807 Orang Meninggal Dunia akibat Covid-19

Nasional
Jokowi: Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan WHO Sulit Tercapai di Akhir 2021

Jokowi: Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan WHO Sulit Tercapai di Akhir 2021

Nasional
Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Serentak Indonesia di Bogor

Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Serentak Indonesia di Bogor

Nasional
Cerita Guru Honorer di Ende yang 7 Bulan Belum Terima Gaji ...

Cerita Guru Honorer di Ende yang 7 Bulan Belum Terima Gaji ...

Nasional
Update 27 November: 8.226 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 27 November: 8.226 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Bamsoet Jadi Navigator Sean Gelael Saat Kecelakaan Reli di Meikarta

Bamsoet Jadi Navigator Sean Gelael Saat Kecelakaan Reli di Meikarta

Nasional
Update 27 November: Kasus Baru Covid-19 Tercatat di 26 Provinsi, DIY Catat Penambahan Tertinggi

Update 27 November: Kasus Baru Covid-19 Tercatat di 26 Provinsi, DIY Catat Penambahan Tertinggi

Nasional
Update 27 November: Bertambah 260, Total Kasus Covid-19 yang Sembuh Mencapai 4.103.639

Update 27 November: Bertambah 260, Total Kasus Covid-19 yang Sembuh Mencapai 4.103.639

Nasional
Bamsoet Kecelakaan Saat Reli di Meikarta, Kondisinya Tidak Luka-luka

Bamsoet Kecelakaan Saat Reli di Meikarta, Kondisinya Tidak Luka-luka

Nasional
Update 27 November: 404 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia, Total Jadi 4.255.672

Update 27 November: 404 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia, Total Jadi 4.255.672

Nasional
Prabowo Maju Capres 2024, Gerindra: Harapan Masyarakat Begitu Besar

Prabowo Maju Capres 2024, Gerindra: Harapan Masyarakat Begitu Besar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.