Kompas.com - 22/09/2021, 17:23 WIB
Ilustrasi internet. Dok. SHUTTERSTOCKIlustrasi internet.

JAKARTA, KOMPAS.com Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memutus akses terhadap lebih dari 2,6 juta konten negatif di internet. Pemutusan akses dilakukan dalam periode Agustus 2018 hingga 21 September 2021.

"Sampai dengan tanggal 21 September 2021 kemarin, Kominfo telah melakukan pemutusan akses terhadap 2.624.750 konten negatif," ujar Menkominfo Johnny G Plate, dalam rapat dengan Komisi I DPR, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Anggota Komisi I Minta Kemenkominfo Segera Tutup Konten Penghinaan Agama dan Ras di Internet

Johnny menjelaskan, konten yang paling banyak diputus aksesnya yakni terkait pornografi. Jumlahnya mencapai 1.096.395 konten atau hampir 50 persen.

Selain pornografi, konten yang diputus aksesnya terkait perjudian (413.954 konten), penipuan (14.609), hak kekayaan intelektual (7.380), konten negatif yang direkomendasikan instansi sektor (3.960), terorisme dan radikalisme (505).

Kemudian, pelanggaran keamanan informasi (321), SARA (188), perdagangan produk dengan peraturan khusus (128), melanggar nilai sosial dan budaya (26), meresahkan masyarakat (49), separatisme atau organisasi berbahaya (14), fitnah (12), dan kekerasan (10).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hampir setengahnya pornografi, apa yang ada di backmind orang Indonesia, ini harus kita catat sama-sama, jangan-jangan banyak yang suka ini," ujar politisi Partai Nasdem itu.

Baca juga: Kominfo Imbau Masyarakat Sampaikan Aduan Jika Lihat Konten Negatif Pilkada di Internet

Menurut Johnny, 2,6 juta konten itu terdiri dari 1.536.346 konten di situs internet dan 1.088.404 konten di media sosial.

Pemutusan akses di media sosial paling banyak dilakukan di Twitter yakni sebanyak 1.035.245 konten, kemudian Facebook, Instagram, dan WhatsApp (39.501 konten).

Selanjutnya, Google dan YouTube (7.021), file sharing (4.685), Telegram (1.501), Michat (165), TikTok (162), dan Line (22).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut dan Haris Azhar Akan Dimediasi Hari Ini

Luhut dan Haris Azhar Akan Dimediasi Hari Ini

Nasional
Indonesia Terima 1,4 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca yang Dihibahkan Australia dan Jepang

Indonesia Terima 1,4 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca yang Dihibahkan Australia dan Jepang

Nasional
Komika McDanny Minta Maaf ke Rizieq Shihab, Pengacara Ungkap Hasil Pertemuan

Komika McDanny Minta Maaf ke Rizieq Shihab, Pengacara Ungkap Hasil Pertemuan

Nasional
Perjalanan Kasus Rachel Vennya hingga Diperiksa Polda Metro Jaya...

Perjalanan Kasus Rachel Vennya hingga Diperiksa Polda Metro Jaya...

Nasional
PCR Jadi Syarat Naik Pesawat, Maskapai Akan Diizinkan Tambah Kapasitas hingga 100 Persen

PCR Jadi Syarat Naik Pesawat, Maskapai Akan Diizinkan Tambah Kapasitas hingga 100 Persen

Nasional
Percepat Vaksinasi Covid-19, Panglima TNI Kerahkan 122 Nakes ke Kabupaten Tangerang

Percepat Vaksinasi Covid-19, Panglima TNI Kerahkan 122 Nakes ke Kabupaten Tangerang

Nasional
Selain Alex Noerdin-Dodi Reza, Ini Deretan Ayah dan Anak yang Terjerat Korupsi

Selain Alex Noerdin-Dodi Reza, Ini Deretan Ayah dan Anak yang Terjerat Korupsi

Nasional
Kriteria Vaksin Booster untuk Masyarakat Umum Menurut ITAGI

Kriteria Vaksin Booster untuk Masyarakat Umum Menurut ITAGI

Nasional
Begini Cara Adukan Polisi yang Langgar Hukum Lewat Propam Presisi

Begini Cara Adukan Polisi yang Langgar Hukum Lewat Propam Presisi

Nasional
Panglima TNI: Masih Ada Warga Enggan Disuntik Vaksin Covid-19 karena Hoaks

Panglima TNI: Masih Ada Warga Enggan Disuntik Vaksin Covid-19 karena Hoaks

Nasional
Eks Jubir Prabowo-Sandi, Harryadin Mahardika Gabung ke PKS

Eks Jubir Prabowo-Sandi, Harryadin Mahardika Gabung ke PKS

Nasional
Airlangga: Kesembuhan dari Covid-19 di Indonesia 96,2 Persen, Lebih Tinggi dari Global

Airlangga: Kesembuhan dari Covid-19 di Indonesia 96,2 Persen, Lebih Tinggi dari Global

Nasional
Saat Dua Bupati Terjaring OTT KPK dalam Sepekan...

Saat Dua Bupati Terjaring OTT KPK dalam Sepekan...

Nasional
2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Perjalanan Kabinet Indonesia Maju dan Peluang 'Reshuffle' Setelah PAN Merapat

2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Perjalanan Kabinet Indonesia Maju dan Peluang "Reshuffle" Setelah PAN Merapat

Nasional
Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf, Atasi Pandemi dengan PSBB hingga Berbagai Bentuk PPKM

Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf, Atasi Pandemi dengan PSBB hingga Berbagai Bentuk PPKM

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.