Komnas HAM Gali Keterangan Kepolisian Terkait Kasus Dugaan Perundungan dan Pelecehan Seksual Pegawai KPI

Kompas.com - 22/09/2021, 13:38 WIB
Komisioner KPI, Beka Ulung Hapsara dan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengki Haryadi, Rabu (22/9/2021) setelah memberikan keterangan terkait penanganan dugaan kasus perundungan dan pelecehan seksual pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisial MS. Humas Komnas HAMKomisioner KPI, Beka Ulung Hapsara dan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengki Haryadi, Rabu (22/9/2021) setelah memberikan keterangan terkait penanganan dugaan kasus perundungan dan pelecehan seksual pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisial MS.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menggali keterangan dari kepolisian terkait dugaan kasus dugaan perundungan dan pelecehan seksual terhadap pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat.

“Pihak Polres Metro Jakarta Pusat sudah memberi keterangan terkait dengan proses yang sampai saat ini dijalankan,” ujar Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, dikutip dari akun YouTube Humas Komnas HAM RI, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Komnas HAM Akan Periksa 4 Pegawai Sekretariat KPI Terkait Dugaan Perundungan dan Pelecehan Seksual

Beka menjelaskan, Polres Metro Jakarta Pusat telah memeriksa terduga pelaku dan sejumlah pegawai kesekretariatan KPI.

Kemudian saat ini polisi sedang melakukan pemeriksaan psikologi, baik terhadap korban maupun para terduga pelaku.

“Proses psikologi yang dijalankan terduga korban dan terduga pelaku di RS Polri dan sampai saat ini masih berproses,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beka menegaskan, Komnas HAM dan Polres Metro Jakarta Pusat berkomitmen serta berkoordinasi dalam penuntasan kasus tersebut.

Baca juga: Komnas HAM Periksa Pimpinan KPI Terkait Kasus Dugaan Perundungan dan Pelecehan Pegawai

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, tantangan dalam penyelesaian kasus ini yakni waktu kejadian yang sudah lama dan lokasi kejadian yang berubah.

“Tapi kami tidak menyerah, kami akan cari selain dari pada pelecehan seksual, kami juga konstruksikan di sana perbuatan tidak menyenangkan, apakah ada paksaan fisik dan psikis, kalau memang ada itu kami periksa juga,” tutur dia.

Adapun dugaan perundungan dan pelecehan yang dialami pegawai KPI Pusat berinisial MS menjadi perbincangan ketika pengakuannya viral di media sosial beberapa waktu lalu.

MS mengaku mendapatkan perundungan sejak 2012 dan tindakan pelecehan seksual pada 2015. Saat ini perkara MS tengah dalam penyelidikan Polres Metro Jakarta Pusat.

Sementara itu para terduga pelaku dinonaktifkan sementara oleh KPI untuk proses penyelidikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Airlangga: Tahun 2024, Golkar Harus Rebut Kemenangan Pilpres, Pileg, dan Pilkada

Airlangga: Tahun 2024, Golkar Harus Rebut Kemenangan Pilpres, Pileg, dan Pilkada

Nasional
Jokowi Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-57 Golkar, Bilang Kekompakan Kader Bikin Partai Tumbuh Kuat

Jokowi Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-57 Golkar, Bilang Kekompakan Kader Bikin Partai Tumbuh Kuat

Nasional
Di Puncak HUT Ke-57 Golkar, Airlangga Sebut Kasus Harian Covid-19 di Bawah 3.000 dalam Sebulan Terakhir

Di Puncak HUT Ke-57 Golkar, Airlangga Sebut Kasus Harian Covid-19 di Bawah 3.000 dalam Sebulan Terakhir

Nasional
Kemenkes: Total 291 Juta Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Indonesia

Kemenkes: Total 291 Juta Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Indonesia

Nasional
Sebaran 14.803 Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Jateng dengan 2.081

Sebaran 14.803 Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Jateng dengan 2.081

Nasional
UPDATE: Sebaran 802 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

UPDATE: Sebaran 802 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
PPATK Harap Pasal Pencucian Uang untuk Tindak Pidana Narkoba Konsisten Digunakan

PPATK Harap Pasal Pencucian Uang untuk Tindak Pidana Narkoba Konsisten Digunakan

Nasional
Bali Dibuka untuk Wisman, Kapolri Minta Personel TNI-Polri Tegakkan Aturan Prokes

Bali Dibuka untuk Wisman, Kapolri Minta Personel TNI-Polri Tegakkan Aturan Prokes

Nasional
Bareskrim Sita Rp 20 Miliar dari Pinjol Ilegal Peneror Ibu hingga Gantung Diri

Bareskrim Sita Rp 20 Miliar dari Pinjol Ilegal Peneror Ibu hingga Gantung Diri

Nasional
UPDATE 23 Oktober: 250.587 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate dengan PCR 1,1 Persen

UPDATE 23 Oktober: 250.587 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate dengan PCR 1,1 Persen

Nasional
UPDATE: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama 53,91 Persen, Dosis Kedua 32,25 Persen

UPDATE: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama 53,91 Persen, Dosis Kedua 32,25 Persen

Nasional
PPATK Nilai Pasal Pencucian Uang Efektif Jerat Bandar Narkoba

PPATK Nilai Pasal Pencucian Uang Efektif Jerat Bandar Narkoba

Nasional
Antara Jokowi dan Haji Isam...

Antara Jokowi dan Haji Isam...

Nasional
UPDATE 23 Oktoberr: 14.803 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 23 Oktoberr: 14.803 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 23 Oktober: Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 23, Total Jadi 143.176

UPDATE 23 Oktober: Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 23, Total Jadi 143.176

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.