Kompas.com - 20/09/2021, 19:53 WIB

KOMPAS.com – Usulan anggaran Kementerian Sosial (Kemensos) untuk tahun anggaran (TA) 2022 sebesar Rp 78.256.327.121.000 telah disetujui oleh Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Senin (20/9/2021).

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dalam rapat kerja (raker) Komisi VIII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin, memaparkan, 94,67 persen anggaran akan dialokasikan untuk belanja bantuan sosial (bansos).

“Belanja bansos di sini meliputi bansos Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, bantuan pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT), bantuan korban bencana, Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), alat bantu aksesibilitas, dan sebagainya,” jelas Mensos Risma.

Lebih lanjut, sebesar 0,66 persen dari anggaran Kemensos TA 2022 akan digunakan untuk belanja pegawai dan sebesar 0,36 persen akan dialokasikan untuk belanja barang operasional.

Selanjutnya, sebesar 4,18 persen dari anggaran akan digunakan untuk belanja barang nonoperasional, meliputi honor pendamping, bantuan operasional untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT), dan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi).

Baca juga: Libatkan Mahasiswa Perbaiki DTKS, Kemensos dan Kemendikbud Ristek Buat Program Kampus Merdeka Pejuang Muda

Sementara itu, sebesar 0,13 persen sisa anggaran akan dialokasikan Kemensos untuk belanja modal.

Mensos Risma mengatakan, secara umum, Kemensos mengalokasikan sebesar Rp 77,15 triliun anggaran TA 2022 untuk program perlindungan sosial dan Rp 1,09 triliun untuk program dukungan manajemen.

Adapun anggaran sebesar Rp 76,96 triliun akan dialokasikan untuk prioritas nasional dan sebesar Rp 1,29 triliun dianggarkan untuk nonprioritas nasional.

Mensos Risma mengatakan, Kemensos harus memastikan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 merasakan kehadiran negara memalui program bansos.

“Kami ucapkan terima kasih atas dukungan Komisi VIII terhadap kerja Kemensos yang mengemban tugas tidak mudah,” ucap Mensos Risma, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin.

Baca juga: Peduli Anak Terdampak Covid-19, Mensos Risma Beri Dukungan Moril dan Materi

Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Titi Eko Rahayu dalam rapat kerja (raker) Komisi VIII DPR RI di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Jakarta, Senin (20/9/2021).DOK. Humas Kementerian Sosial Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Titi Eko Rahayu dalam rapat kerja (raker) Komisi VIII DPR RI di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Jakarta, Senin (20/9/2021).

Dalam kesempatan sama, Ketua Komisi VII DPR RI Yandri Susanto selaku pemimpin raker mengatakan, pihaknya mendorong Kemensos untuk mempercepat realisasi anggaran, khususnya bagi anak yatim, piatu, dan yatim piatu.

“Menteri dan pimpinan lembaga memiliki peran strategis. Anggaran harus menyentuh kebutuhan masyarakat hingga lapisan bawah, baik berupa aspek kesehatan, pendidikan, hingga pemenuhan kebutuhan pokok,” kata Yandri.

Ia juga meminta para menteri untuk memberikan program terobosan baru, agar birokrasi negara memiliki daya gerak dan kesinambungan dalam membangun berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Sementara itu, sejumlah anggota DPR dalam raker sama, mendukung dan mengapresiasi langkah Kemensos yang dinilai mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Semoga berjalan dengan baik pada 2022. Saya minta Mensos memberikan perhatian khusus terhadap pendamping PKH,” kata Anggota DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Muhammad Rizal.

Baca juga: Pastikan Negara Hadir, Kemensos Berupaya Tingkatkan Kualitas Sarpras Suku Dayak Meratus

Menurutnya, Kemensos dapat meningkatkan dukungan kepada pendamping agar kinerja dalam mempercepat penanganan kemiskinan dapat membaik.

“Mungkin perlu ada penyegaran (kebijakan). Misalnya, dengan penambahan insentif. Apalagi mereka (pendamping) harus berjalan ke berbagai wilayah yang memerlukan dana,” ujar Rizal.

Senada, Anggota DPR Fraksi Demokrat Achmad juga menyampaikan dukungannya kepada Kemensos atas program santunan anak yatim, piatu, dan yatim piatu.

Namun, kata Achmad, Kemensos perlu memberikan aturan yang lebih jelas agar tidak ada oknum yang sengaja memelihara anak yatim lantaran karena ada bansos dari pemerintah.

Menanggapi hal itu, Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Buchori Yusuf turut mengapresiasi program bantuan bagi anak yatim, piatu, dan yatim piatu dari Kemensos.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa negara hadir melakukan intervensi untuk menurunkan angka kemiskinan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: Pak Prabowo Punya Kerutan di Wajah dan Rambut Putih

Jokowi: Pak Prabowo Punya Kerutan di Wajah dan Rambut Putih

Nasional
Vaksinasi Polio Massal Digelar, Kadinkes Aceh Akui Sempat Ada Penolakan

Vaksinasi Polio Massal Digelar, Kadinkes Aceh Akui Sempat Ada Penolakan

Nasional
Helikopter Polri Hilang di Bangka Belitung, TNI AL Kerahkan 4 Alat Canggih

Helikopter Polri Hilang di Bangka Belitung, TNI AL Kerahkan 4 Alat Canggih

Nasional
Survei Charta Politika: Elektabilitas PDI-P Teratas, Demokrat Masuk Lima Besar

Survei Charta Politika: Elektabilitas PDI-P Teratas, Demokrat Masuk Lima Besar

Nasional
Putri Candrawathi Minta Maaf Usai Bikin Karier Anggota Polri Terhambat karena Kasusnya

Putri Candrawathi Minta Maaf Usai Bikin Karier Anggota Polri Terhambat karena Kasusnya

Nasional
UPDATE Korban Gempa Cianjur: 327 Orang Meninggal, 13 Hilang

UPDATE Korban Gempa Cianjur: 327 Orang Meninggal, 13 Hilang

Nasional
Soal Kriteria Pemimpin Jokowi, Kepala BIN: Kerutan Identik Prabowo, Tinggal Warna Rambut

Soal Kriteria Pemimpin Jokowi, Kepala BIN: Kerutan Identik Prabowo, Tinggal Warna Rambut

Nasional
Gelar Vaksinasi Massal, Kemenkes Targetkan 95 Persen Anak di Aceh Dapat Vaksin Polio

Gelar Vaksinasi Massal, Kemenkes Targetkan 95 Persen Anak di Aceh Dapat Vaksin Polio

Nasional
Wapres Bahas Perkembangan Papua dengan Tokoh Gereja

Wapres Bahas Perkembangan Papua dengan Tokoh Gereja

Nasional
Relawan Jokowi Masih Berkumpul, PKS Khawatir Wacana Presiden 3 Periode Masih Hidup

Relawan Jokowi Masih Berkumpul, PKS Khawatir Wacana Presiden 3 Periode Masih Hidup

Nasional
Survei Charta Politika: 59,7 Persen Responden Ingin Jokowi Kembali Reshuffle Kabinet

Survei Charta Politika: 59,7 Persen Responden Ingin Jokowi Kembali Reshuffle Kabinet

Nasional
Ditantang Buka BAP oleh Kabareskrim, Sambo: Mereka Lah yang Buka Kan Sudah Ada

Ditantang Buka BAP oleh Kabareskrim, Sambo: Mereka Lah yang Buka Kan Sudah Ada

Nasional
PKS Desak Jokowi Tinggalkan Relawan: Mau Apalagi, Kan Sudah Selesai

PKS Desak Jokowi Tinggalkan Relawan: Mau Apalagi, Kan Sudah Selesai

Nasional
Survei Charta Politika: Jika Ganjar dan Prabowo Berduet di Pilpres, Anies-AHY Tumbang

Survei Charta Politika: Jika Ganjar dan Prabowo Berduet di Pilpres, Anies-AHY Tumbang

Nasional
Mata Berkaca-kaca, Ferdy Sambo: Adik-adik Ini Enggak Salah, Saya yang Salah

Mata Berkaca-kaca, Ferdy Sambo: Adik-adik Ini Enggak Salah, Saya yang Salah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.