Kompas.com - 19/09/2021, 16:57 WIB
Vokalis Chris Martin bersama Coldplay tampil di konser yang digelar di Rose Bowl,. Pasadena, California, pada 6 Oktober 2017. Kevin Winter/Getty Images/AFPVokalis Chris Martin bersama Coldplay tampil di konser yang digelar di Rose Bowl,. Pasadena, California, pada 6 Oktober 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Istana Kepresidenan merespons ajakan grup musik asal Inggris, Coldplay, ke Presiden Joko Widodo soal komitmen menyelamatkan bumi dengan bergabung bersama The Ban Ki-moon Centre dan Global Citizen Live.

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman mengatakan, Jokowi dan The Ban Ki-moon Centre punya kesamaan tujuan yakni menjalankan program sustainable development goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan.

"Ada keselarasan tujuan dengan upaya keras Presiden Jokowi dalam menuntaskan program dunia SDGs," kata Fadjroel kepada Kompas.com, Minggu (19/9/2021).

Baca juga: Indonesia Akhiri Kerja Sama Terkait Pengurangan Emisi dan Deforestasi dengan Norwegia

Fadjroel mengatakan, komitmen Jokowi terhadap SDGs telah disampaikan dalam berbagai forum, salah satunya pada Sidang Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Saat itu, 13 Juli 2021, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen untuk mencapai target-target SDGs pada 2030 mendatang, sekalipun masih menghadapi pandemi virus corona.

"Selain itu Presiden Jokowi selalu menekankan kolaborasi pentahelix, baik secara nasional maupun global," kata Fadjroel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Coldplay Ajak Jokowi Komitmen soal Iklim

Sebelumnya, ajakan dari Coldplay terkait hal ini disampaikan ke Presiden Jokowi melalui Twitter.

"@Jokowi maukah kamu bergabung dengan @bankimooncentre dan koalisi dari pegiat masalah iklim Indonesia di #GlobalCitizenLive untuk membuat komitmen untuk bumi?" tulis Coldplay di akun Twitter @coldplay, Minggu (19/9/2021).

The Ban Ki-moon Centre sendiri merupakan organisasi internasional yang berperan dalam meningkatkan kesadaran pemuda atas program dunia SDGs.

Baca juga: Komnas HAM Usut Dugaan Perusakan Lingkungan dalam Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Organisasi ini berbasis di Vienna, Austria. Salah satu fokus utama mereka adalah mengatasi permasalahan global.

Melalui Global Citizen Live, Colplay juga mengajak Jokowi untuk ikut dalam koalisi advokasi krisis iklim di Tanah Air.

Sementara, Global Citizen Live adalah bagian dari kampanye Global Citizen 2021 yang dibentuk sebagai sarana rencana pemulihan dunia.

Kampanye ini mengajak dunia bersatu membuat perubahan yang akan berdampak baik pada iklim.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PMI Kirim 2 Unit Hagglund ke Lokasi Erupsi Semeru

PMI Kirim 2 Unit Hagglund ke Lokasi Erupsi Semeru

Nasional
Propam Polri Awasi Penanganan Kasus Bripda Randy Bagus

Propam Polri Awasi Penanganan Kasus Bripda Randy Bagus

Nasional
Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Peran Perempuan Cegah Anak dari Ancaman Kejahatan Digital

Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Peran Perempuan Cegah Anak dari Ancaman Kejahatan Digital

Nasional
52 Eks Pegawai KPK Hadir untuk Ikuti Sosialisasi Jadi ASN Polri

52 Eks Pegawai KPK Hadir untuk Ikuti Sosialisasi Jadi ASN Polri

Nasional
Azis Syamsuddin Didakwa Suap Eks Penyidik KPK Rp 3,6 Miliar

Azis Syamsuddin Didakwa Suap Eks Penyidik KPK Rp 3,6 Miliar

Nasional
Presiden Jokowi: Kita Harus Berwatak 'Trendsetter', Bukan 'Follower'

Presiden Jokowi: Kita Harus Berwatak "Trendsetter", Bukan "Follower"

Nasional
Jokowi: Globalisasi Lahirkan Hiperkompetisi, Kita Harus Memenangkannya

Jokowi: Globalisasi Lahirkan Hiperkompetisi, Kita Harus Memenangkannya

Nasional
Jokowi: Sekarang Kita Memimpin Negara-negara Terkaya...

Jokowi: Sekarang Kita Memimpin Negara-negara Terkaya...

Nasional
Beri Penghargaan Gratifikasi ke Individu, KPK: Kalau ke Lembaga Malah Kena OTT

Beri Penghargaan Gratifikasi ke Individu, KPK: Kalau ke Lembaga Malah Kena OTT

Nasional
Ketua DPR Minta Kebutuhan Warga Terdampak Erupsi Semeru Harus Jadi Prioritas

Ketua DPR Minta Kebutuhan Warga Terdampak Erupsi Semeru Harus Jadi Prioritas

Nasional
Jokowi: Kita Jadi Satu dari 5 Negara yang Berhasil Kendalikan Covid-19 di Level 1

Jokowi: Kita Jadi Satu dari 5 Negara yang Berhasil Kendalikan Covid-19 di Level 1

Nasional
Jokowi: Saat Lockdown di mana-mana, Kita Hati-hati Kendalikan Pandemi dan Ekonomi

Jokowi: Saat Lockdown di mana-mana, Kita Hati-hati Kendalikan Pandemi dan Ekonomi

Nasional
KPK: Kesadaran Melaporkan Gratifikasi Masih Rendah, 40 Persen Instansi Tidak Pernah Lapor

KPK: Kesadaran Melaporkan Gratifikasi Masih Rendah, 40 Persen Instansi Tidak Pernah Lapor

Nasional
Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Suap, Berikut Perjalanan Kasus Azis Syamsuddin

Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Suap, Berikut Perjalanan Kasus Azis Syamsuddin

Nasional
TNI AD: Hillary Lasut Kirim Surat Pembatalan Permintaan Ajudan ke KSAD

TNI AD: Hillary Lasut Kirim Surat Pembatalan Permintaan Ajudan ke KSAD

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.