RI Jalin Kerja Sama dengan Google Health soal Edukasi Pencegahan Komorbid

Kompas.com - 18/09/2021, 11:47 WIB
Menlu Retno Marsudi saat konferensi pers virtual yang membahas penyelesaian konflik Israel-Palestina,Minggu (16/5/2021). Dok. Kemenlu Menlu Retno Marsudi saat konferensi pers virtual yang membahas penyelesaian konflik Israel-Palestina,Minggu (16/5/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia menjalin kerja sama dengan Google Health terkait edukasi upaya preventif mengenai penyakit komorbid yang dapat memperparah kondisi pasien jika terinfeksi Covid-19.

Kerja sama itu disepakati saat kunjungan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Amerika Serikat, pada 16 hingga 17 September 2021. Retno didampingi Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono dan Wakil Menteri I BUMN, Pahala Mansury.

“Indonesia, dalam hal ini Bio Farma, menjajaki kerja sama dengan Google Health,” kata Retno dalam konferensi pers, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: Kunjungi AS, Menlu Retno Perkuat Kerja Sama Pengembangan Vaksin Covid-19 Protein Rekombinan

Dalam pertemuan itu, pemerintah dan Google Health menyepakati dua memorandum of understanding (MoU).

Pertama, terkait peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat melalui solusi teknologi digital.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, MoU untuk mendukung konsep digital and wellness corner pada 20 sampai 50 apotek milik BUMN.

Retno menjelaskan, selama pandemi Covid-19, penyakit penyerta lain atau komorbid menjadi faktor yang harus diperhatikan.

Selain tindakan kuratif terhadap pasien Covid-19 yang memiliki komorbid, tindakan preventif juga perlu dilakukan.

“Dan upaya menyembuhkan tentunya sangat penting, namun upaya preventif juga tidak kalah penting,” ucap Retno.

Baca juga: Menlu: Mesin Diplomasi Indonesia Akan Terus Bergerak untuk Penuhi Kebutuhan Vaksin Covid-19

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri I BUMN Pahala Mansury menyampaikan, sebelumnya Indonesia juga telah bekerja sama dengan Google Health.

Ia berharap, kerja sama terbaru ini dapat semakin mengembangkan edukasi preventif terkait penyakit selain Covid-19.

“Sebagai salah satu perusahaan teknologi dengan kemampuan artifisial yang baik untuk bisa melakukan pengembangan daripada edukasi preventif,” ucap Pahala.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal, Ketua DPR: Kita Tidak Boleh Kebobolan Lagi

Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal, Ketua DPR: Kita Tidak Boleh Kebobolan Lagi

Nasional
Perlunya Jokowi Cari Juru Bicara Baru dan Kriteria Pengganti Fadjroel

Perlunya Jokowi Cari Juru Bicara Baru dan Kriteria Pengganti Fadjroel

Nasional
Kapolri: Masih Banyak Polisi yang Baik Dibanding Oknum...

Kapolri: Masih Banyak Polisi yang Baik Dibanding Oknum...

Nasional
Sumpah Pemuda dan Kedaulatan Bahasa Indonesia

Sumpah Pemuda dan Kedaulatan Bahasa Indonesia

Nasional
Ini Pertimbangan MK Tolak Gugatan Terkait UU Minerba

Ini Pertimbangan MK Tolak Gugatan Terkait UU Minerba

Nasional
Periksa Kepsek SMA 8 Tangsel, KPK Dalami Dugaan Adanya Calo Pengadaan Tanah SMKN 7

Periksa Kepsek SMA 8 Tangsel, KPK Dalami Dugaan Adanya Calo Pengadaan Tanah SMKN 7

Nasional
Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Ditahan Kejagung

Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Ditahan Kejagung

Nasional
KTT ASEAN Plus Three, Jokowi Tekankan Perlunya Dana Darurat Kesehatan Kawasan

KTT ASEAN Plus Three, Jokowi Tekankan Perlunya Dana Darurat Kesehatan Kawasan

Nasional
Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

Nasional
Ini Kriteria Jubir Jokowi Menurut Johan Budi...

Ini Kriteria Jubir Jokowi Menurut Johan Budi...

Nasional
Hasto Sebut Megawati dan Jokowi Diserang Pihak yang Ingin Rusak PDI-P

Hasto Sebut Megawati dan Jokowi Diserang Pihak yang Ingin Rusak PDI-P

Nasional
Eks Dirut Tersangka Dugaan Korupsi Perum Perindo, Ini Perannya Menurut Kejagung

Eks Dirut Tersangka Dugaan Korupsi Perum Perindo, Ini Perannya Menurut Kejagung

Nasional
Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

Nasional
KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

Nasional
'Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai', Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

"Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai", Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.