Penjelasan Kemenkes Terkait Jumlah Pemeriksaan Spesimen yang Turun di Bawah 100.000

Kompas.com - 17/09/2021, 20:39 WIB
Seorang tenaga kesehatan mengambil sampel untuk tes usap PCR COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoerie, Ternate, Maluku Utara, Senin (23/8/2021). RSUD Chasan Boesoerie memberi layanan tes usap PCR gratis setiap hari kerja untuk 50 orang, dengan syarat membawa salinan KTP dan kartu keluarga serta layanan dibuka mulai pukul 08.30 hingga 10.00 WIT. ANTARA FOTO/Harmoko Minggu/wsj.  ANTARA FOTO/Harmoko MingguSeorang tenaga kesehatan mengambil sampel untuk tes usap PCR COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoerie, Ternate, Maluku Utara, Senin (23/8/2021). RSUD Chasan Boesoerie memberi layanan tes usap PCR gratis setiap hari kerja untuk 50 orang, dengan syarat membawa salinan KTP dan kartu keluarga serta layanan dibuka mulai pukul 08.30 hingga 10.00 WIT. ANTARA FOTO/Harmoko Minggu/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan menyatakan, penurunan jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa pada Kamis (16/9/2021) terjadi akibat pemindahan data Rapid Diagnostic Test (RDT) ke pusat data nasional.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Siti Nadia Tarmizi, proses maintenance data itu membutuhkan waktu 3-4 hari.

"Kemarin ada maintenance migrasi data RDT ke pusat data nasional, butuh 3-4 hari tapi data baru akan masuk bertahap tentunya dari daerah," kata Nadia saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/9/2021).

Nadia juga mengatakan, penumpukan jumlah spesimen pada Jumat ini merupakan imbas dari pemindahan data tersebut

"Ini masuknya bertahap juga," ujarnya.

Baca juga: UPDATE: 388.292 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 6,35 Persen

Lebih lanjut, terkait target pemerintah untuk mengejar testing 300-000-400.000 per hari, Nadia mendorong pemerintah daerah untuk melaksanakan testing dan tracing sesuai target yang ditetapkan di dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dan terus melatih tracer," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, Jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa pemerintah pada Kamis menurun di bawah 100.000, yaitu hanya 99.130. Spesimen itu berasal dari 54.766 orang.

Rinciannya, sebanyak 38.291 orang diambil sampelnya menggunakan tes swab polymerase chain reaction (PCR), 507 orang menggunakan tes cepat molekuler (TCM), dan 15.968 orang menggunakan tes swab antigen.

Kemudian, sebanyak 82.294 spesimen diperiksa dengan metode PCR, 530 spesimen melalui TCM, dan 16.306 spesimen melalui tes swab antigen.

Baca juga: Pemeriksaan Spesimen di Bawah 100.000, Alarm agar Tak Terjadi Lagi Lonjakan Kasus Covid-19

Secara kumulatif, hingga Kamis ini pemerintah telah memeriksa 35.536.402 spesimen Covid-19 dari 23.593.249 orang.

Adapun pada Jumat ini, pemerintah memeriksa 388.292 spesimen yang berasal dari 293.454 orang yang diambil samplenya.

Total pemeriksaan spesimen Covid-19 kini tercatat ada 35.924.694 dari 23.886.703 orang yang diambil sampelnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pencapaian Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Akbar Kelautan dan Perikanan

Dukung Pencapaian Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Akbar Kelautan dan Perikanan

Nasional
Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

Nasional
Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

Nasional
UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: 214.745 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,12 Persen

UPDATE: 214.745 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,12 Persen

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 5.104

UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 5.104

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

Nasional
Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
Usulan Pemerintah Soal Pemilu 15 Mei 2024 Dikhawatirkan Ganggu Tahapan Pilkada

Usulan Pemerintah Soal Pemilu 15 Mei 2024 Dikhawatirkan Ganggu Tahapan Pilkada

Nasional
Mendorong Sinergi Parekraf dan UMKM

Mendorong Sinergi Parekraf dan UMKM

Nasional
Pemerintah dan DPR Diminta Tak Intervensi KPU Tentukan Jadwal Pencoblosan Pemilu

Pemerintah dan DPR Diminta Tak Intervensi KPU Tentukan Jadwal Pencoblosan Pemilu

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.