Manusia Dinilai Jadi Salah Satu Penyebab Pesisir Utara Jawa Darurat Tenggelam

Kompas.com - 17/09/2021, 11:25 WIB
Kendaraan bermotor menembus jalan raya pantura Demak KM 8 ruas Demak-Semarang yang terendam limpasan air laut ke daratan (rob) di Demak, Jawa Tengah, Rabu (13/5/2020). Banjir rob yang melimpas ke jalur utama pantura Demak setinggi 15-40 sentimeter itu menyebabkan kemacetan lalu lintas sepanjang sekitar 7,5 kilometer dari Kabupaten Demak menuju Kota Semarang dan sekitar 1 kilometer dari Kota Semarang menuju Kabupaten Demak. ANTARA FOTO/AJI STYAWANKendaraan bermotor menembus jalan raya pantura Demak KM 8 ruas Demak-Semarang yang terendam limpasan air laut ke daratan (rob) di Demak, Jawa Tengah, Rabu (13/5/2020). Banjir rob yang melimpas ke jalur utama pantura Demak setinggi 15-40 sentimeter itu menyebabkan kemacetan lalu lintas sepanjang sekitar 7,5 kilometer dari Kabupaten Demak menuju Kota Semarang dan sekitar 1 kilometer dari Kota Semarang menuju Kabupaten Demak.

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan, wilayah pesisir utara Jawa lebih rentan tenggelam karena penurunan tanah ekstrem dibandingkan wilayah lain yang memiliki struktur geologi cenderung tinggi atau wilayah di perbukitan.

Peneliti Ahli Utama Bidang Teknologi Penginderaan Jauh BRIN, Rokhis Khomarudin mengatakan, manusia menjadi salah satu faktor penyebab signifikan penurunan pemukaan tanah.

Sebab, konsumsi air tanah yang masif dan tidak terkendali turut berkontribusi menyebabkan penurunan permukaan tanah.

"Walaupun saat ini dampaknya belum terlalu terasa, namun risiko turunnya permukaan tanah jelas membawa kerugian besar, baik dari sisi sosial maupun ekonomi bagi negara kepulauan seperti Indonesia,” kata Rokhis seperti dikutip dari Kontan, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Pesisir Utara Jawa Darurat Tenggelam

Lebih lanjut, ia memaparkan hasil pemantauan citra satelit yang menunjukkan terjadinya penurunan permukaan tanah di wilayah pesisir utara bagian Jawa.

Menurut dia, wilayah DKI Jakarta mengalami penurunan antara 0,1 cm hingga 8 cm per tahun, Cirebon antara 0,3 cm hingga 4 cm per tahun. Pekalongan menurun antara 2,1 cm hingga 11 cm per tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Semarang menurun 0,9 hingga 6 cm per tahun. Lalu, Surabaya antara 0,3 hingga 4,3 cm per tahun.

Rokhis menyebut penurunan terjadi karena kondisi geologi daerah pesisir merupakan tanah lunak dan ditunjang dengan peningkatan pembangunan pemukiman serta penyedotan air tanah yang masif.

Baca juga: Pekalongan, Cirebon, Semarang, dan Surabaya Dinilai Paling Rawan Tenggelam

Sementara itu, berdasarkan laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) atau Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim tahun 2021, mengungkap kawasan Asia Tenggara, termasuk wilayah pesisir utara Jawa, lebih rentan terdampak perubahan iklim dan lebih cepat mengalami penurunan permukaan tanah.

Pakar Iklim dan Meteorologi BRIN Edvin Aldrian mengatakan hal itu turut terjadi akibat kenaikan permukaan air laut yang juga semakin diperburuk oleh dampak pergeseran tektonik, efek surutnya air tanah, serta fenomena mencairnya es di kutub bumi.

"Dapat disimpulkan bahwa perubahan iklim yang disebabkan aktivitas manusia menyebabkan tingkat banjir yang lebih tinggi termasuk yang terjadi pada pesisir utara Pulau Jawa,” ucapnya.

Baca juga: Ini Langkah Mitigasi agar Jakarta Tak Tenggelam

Edvin pun menyampaikan, dari tahun 1984-2015 telah diamati terjadi kemunduran garis pantai di Asia Tenggara. Hasilnya, menunjukkan permukaan laut regional rata-rata terus meningkat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pencapaian Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Akbar Kelautan dan Perikanan

Dukung Pencapaian Program Prioritas, Kementerian KP Gelar Pelatihan Akbar Kelautan dan Perikanan

Nasional
Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

Nasional
Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

Nasional
UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: 214.745 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,12 Persen

UPDATE: 214.745 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,12 Persen

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 5.104

UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 5.104

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

Nasional
Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
Usulan Pemerintah Soal Pemilu 15 Mei 2024 Dikhawatirkan Ganggu Tahapan Pilkada

Usulan Pemerintah Soal Pemilu 15 Mei 2024 Dikhawatirkan Ganggu Tahapan Pilkada

Nasional
Mendorong Sinergi Parekraf dan UMKM

Mendorong Sinergi Parekraf dan UMKM

Nasional
Pemerintah dan DPR Diminta Tak Intervensi KPU Tentukan Jadwal Pencoblosan Pemilu

Pemerintah dan DPR Diminta Tak Intervensi KPU Tentukan Jadwal Pencoblosan Pemilu

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.