Kompas.com - 15/09/2021, 14:42 WIB
Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun Mulai Menerapkan Aplikasi PeduliLindungi DOK RICKYBandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun Mulai Menerapkan Aplikasi PeduliLindungi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai, implementasi kebijakan aplikasi PeduliLindungi di lapangan terkesan dipaksakan.

"Memang kebijakan ini terkesan dipaksakan, tapi tidak ada perangkat pendukungnya," ujar Trubus ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (15/9/2021).

Trubus menyoroti terkait langkah pemerintah yang mewajibkan masyarakat menggunakan aplikasi PeduliLindungi di ruang-ruang publik.

Menurutnya, kebijakan pemerintah yang mengharuskan masyarakat menggunakan aplikasi PeduliLindungi di ruang-ruang publik justru akan merugikan masyarakat itu sendiri.

Baca juga: Permudah Masyarakat, Pemerintah Disarankan Sediakan Komputer Layani Pengisian Data PeduliLindungi

Sebab, tidak semua masyarakat mempunyai smartphone yang mempunyai kapasitas untuk men-download aplikasi tersebut.

Selain itu, tidak semua masyarakat juga memahami cara kerja aplikasi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, pemerintah seharusnya menyediakan peraturan yang lebih luas lagi.

Misalnya, ketika seseorang terkendala karena akan masuk ke ruang publik, cukup menunjukkan kartu vaksin Covid-19 sebagai pengganti aplikasi PeduliLindungi .

"Masyarakat kita itu banyak yang gaptek juga soal aplikasi, (terutama) orang-orang tua," kata Trubus.

Baca juga: Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Perjalanan Selama PPKM

Selain itu, Trubus menilai bahwa pemerintah kurang melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi terkait penerapan aplikasi ini di lapangan.

"Jadi informasikan dulu tidak ujuk-ujuk dipakai, itu kan merugikan masyarakat jadinya. Kemudian diinformasikan secara baik, aplikasi PeduliLidungi itu apa?" ungkap Trubus.

Di sisi lain, pihaknya mengakui bahwa aplikasi ini efektif untuk mendeteksi penyebaran Covid-19.

"Cuma masalahnya itu diimplementasinya. Jadi kebijakan ini harusnya dibuat pengaturannya dulu," imbuh dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.