Kompas.com - 15/09/2021, 14:41 WIB
Wakil Presdien Ma'ruf Amin saat menghadiri acara Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2021 bertema 'Bergerak Bersama untuk Percepatan Penurunan Stunting' secara daring, Senin (23/8/2021). Dok. KIP/SetwapresWakil Presdien Ma'ruf Amin saat menghadiri acara Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2021 bertema 'Bergerak Bersama untuk Percepatan Penurunan Stunting' secara daring, Senin (23/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap program vaskinasi Covid-19 dapat menjadi basis pemulihan sektor pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf dalam Hybrid Event Leaders Summit Asia, Global Tourism Forum (GTF) 2021, Rabu (15/9/2021).

"Program vaksinasi diharapkan mampu menjadi basis yang kuat menuju pemulihan sektor pariwisata serta menciptakan optimisme masyarakat," ujar Ma'ruf dalam sambutannya.

Baca juga: Dalam Pemulihan Sektor Pariwisata, Pemerintah Tetap Prioritaskan Aspek Kesehatan dan Keselamatan

Meskipun demikian, kata dia, pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin harus tetap dilakukan.

Pasalnya, dalam upaya pemulihan pariwisata tahun 2021, pemerintah Indonesia tetap memberikan prioritas pada aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hal tersebut antara lain melalui penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19," kata Ma'ruf.

Ma'ruf mengatakan, program vaksinasi dilaksanakan dengan sasaran dan skala prioritas yang tepat. Hal tersebut bertujuan untuk mencapai herd immunity pada akhir 2021 sesuai target pemerintah.

Terlebih, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 pemerintah juga menargetkan 77 persen atau sekitar 208 juta penduduk Indonesia dapat divaksinasi. "Hal ini akan menjadi game changer bagi sektor pariwisata," kata dia.

Baca juga: Wapres Tekankan Pentingnya Vaksinasi dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Menurut Ma'ruf, sektor pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 karena jumlah kunjungan wisatawan yang mengalami penurunan.

Ma'ruf mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi industri pariwisata global. Data Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) menunjukkan, jumlah wisatawan internasional menurun 74 persen secara global akibat pandemi.

Potensi pendapatan yang hilang akibat hal itu mencapai 1,3 triliun dollar AS. Selain itu, 100-120 juta pekerja pariwisata juga tercatat harus kehilangan pekerjaan mereka.

Di wilayah Asia dan Pasifik, kata dia, penurunan wisatawan paling drastis terjadi yakni mencapai 84 persen.

"Untuk Indonesia, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2020 hanya mencapai 4,02 juta kunjungan atau turun 75,03 persen dibandingkan tahun 2019 yang tercatat 16,11 juta kunjungan," ucap dia.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.