Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Bantu PPKS, Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Lebih dari Rp 810 Juta

Kompas.com - 09/09/2021, 21:28 WIB
Alifia Nuralita Rezqiana,
A P Sari

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com – Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai total lebih dari Rp 810 juta kepada para pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS).

Rinciannya adalah bantuan ATENSI Kewirausahaan senilai Rp 497.967.342 kepada 181 PPKS, ATENSI Aksesibilitas Rp Rp 228.576.395 kepada 319 PPKS, dan ATENSI Kebutuhan Dasar senilai total Rp 64.030.890 untuk 266 PPKS.

Selanjutnya, ada bantuan ATENSI Anak Yatim senilai Rp 15.000.000 untuk 23 anak dan ATENSI Sarana Kamar untuk PPKS lanjut usia (lansia) dengan total Rp 4.908.160.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dalam acara peresmian Sentra Kreasi Atensi (SKA) di Balai Mulya Jaya, Jakarta, Kamis (9/9/2021).

Baca juga: Agar Bantuan Tepat Sasaran, Mensos Risma Minta Pemda Perbarui Data Kemiskinan

Sebagai informasi, bantuan ATENSI merupakan hasil kolaborasi beberapa balai, antara lain Balai Besar Inten Soeweno, Balai Mulya Jaya Jakarta, Balai Panasea, Balai Handayani, Balai Melati, Balai Budhi Dharma, Balai Pangudi Luhur, Balai Galih Pakuan, Balai Wyata Guna, Balai Abiyoso dan Loka Kahuripan.

Secara pribadi, Mensos Risma juga menyerahkan puluhan mesin jahit bagi lembaga kesejahteraan sosial (LKS).

Mensos Risma memberikan 20 unit mesin jahit untuk Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) dan masing-masing dua unit untuk LKS Kreatif Usaha Mandiri Alami (Kumala), LKS Karya Putra Insan Mandiri (KPIM), LKS Education Religion Bee Entertainment (ERBE), serta LKS Kampus Diakoneia Modern (KDM).

Sejumlah empat unit mesin jahit juga diberikan kepada LKS Balarenik dan tiga unit mesin jahit diberikan kepada LKS Swara Peduli.

Mesin jahit pemberian Mensos Risma tersebut nantinya akan digunakan oleh para penerima manfaat binaan LKS.

Baca juga: Ini Cara Kemensos Tangani Masalah Anak yang Kehilangan Orangtua Akibat Pandemi Covid-19

Dalam acara peresmian SKA, mitra Kemensos, yaitu Korea International Cooperation Agency (KOICA) juga ikut memberikan hibah berupa dua unit mobil ambulans.

Bantuan tersebut diberikan kepada Balai Handayani Jakarta dan Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Taruna Jaya 1 Jakarta.

Pengembangan SKA

Mensos Risma memaparkan, pengembangan Sentra Kreasi Atensi (SKA) bertujuan untuk memberi wadah bagi para pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) yang telah mendapat pelatihan untuk memasarkan produknya.

“SKA merupakan ajang bagi para PPKS yang telah mendapatkan pembinaan Kemensos untuk menyajikan berbagai hasil pelatihan yang selama ini sudah didapat,” jelas Mensos Risma melalui keterangan pers resmi, dikutip Kompas.com, Kamis.

Menurutnya, para penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai (BPNT) yang tinggal di sekitar Balai Mulya Jaya Jakarta juga dapat memasarkan hasil karya mereka di SKA.

Baca juga: Masih Ada Bansos Tak Tepat Sasaran, Risma: Rumah Penerima Lebih Besar dari Rumdin Saya

“Kalau nanti ada keluarga PKH di sekitar sini kemudian juga ada penerima BPNT yang mempunyai usaha, silakan ditampilkan di sini,” kata Mensos Risma, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (9/9/2021).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi VIll Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Yandri Susanto mengapresiasi langkah Kemensos dalam pengembangkan SKA.

“Ini (SKA) merupakan lompatan besar. Kami di DPR akan mendukung Mensos baik dari sisi kebijakan maupun anggaran untuk program-prrogram penanganan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat kurang mampu,” ujar Yandri.

Ia mengaku bangga pada Mensos Risma yang mampu menginisiasi SKA.

“DPR mengapresiasi setinggi-tingginya terhadap Ibu Menteri dan jajaran yang telah bekerja keras menghimpun masyarakat yang kurang beruntung untuk bisa mendapatkan pembinaan dan kesempatan meningkatkan pendapatannya,” ucapnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Pemerintah Rancang Peta Jalan Cegah Kekerasan Anak di Ranah Daring

Pemerintah Rancang Peta Jalan Cegah Kekerasan Anak di Ranah Daring

Nasional
Saksi Sebut SYL Beli Kado Emas untuk Hadiah 'Kondangan' Pakai Anggaran Kementan

Saksi Sebut SYL Beli Kado Emas untuk Hadiah "Kondangan" Pakai Anggaran Kementan

Nasional
Wajah Suram Demokrasi Indonesia

Wajah Suram Demokrasi Indonesia

Nasional
Saat Jokowi Mengevlog di Hari Putusan Sengketa Hasil Pilpres yang Menangkan Prabowo-Gibran...

Saat Jokowi Mengevlog di Hari Putusan Sengketa Hasil Pilpres yang Menangkan Prabowo-Gibran...

Nasional
'Dissenting Opinion' Pertama dalam Sejarah Sengketa Pilpres, Hampir Bikin Pemilu Ulang

"Dissenting Opinion" Pertama dalam Sejarah Sengketa Pilpres, Hampir Bikin Pemilu Ulang

Nasional
Pesan PDI-P ke Gibran: Pemimpin Boleh Salah, tapi Tidak Boleh Bohong

Pesan PDI-P ke Gibran: Pemimpin Boleh Salah, tapi Tidak Boleh Bohong

Nasional
5 Poin Penting Putusan MK yang Tolak Gugatan Sengketa Pilpres Ganjar dan Anies

5 Poin Penting Putusan MK yang Tolak Gugatan Sengketa Pilpres Ganjar dan Anies

Nasional
Beri Pesan ke Pendukung, Anies: Jaga Stamina, Perjuangan Masih Panjang

Beri Pesan ke Pendukung, Anies: Jaga Stamina, Perjuangan Masih Panjang

Nasional
 Pejabat Kementan Akui Ada Permintaan Uang Rp 300 Juta untuk 'Maintenance' Apartemen SYL

Pejabat Kementan Akui Ada Permintaan Uang Rp 300 Juta untuk "Maintenance" Apartemen SYL

Nasional
Menakar Peluang PDI-P Oposisi di Tengah Kedekatan Puan dan Prabowo

Menakar Peluang PDI-P Oposisi di Tengah Kedekatan Puan dan Prabowo

Nasional
Hakim MK Dinilai “Bermain Mata” Maklumi Politik Anggaran Gentong Babi di Sengketa Pilpres

Hakim MK Dinilai “Bermain Mata” Maklumi Politik Anggaran Gentong Babi di Sengketa Pilpres

Nasional
Sejarah Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional Tanggal 26 April

Sejarah Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional Tanggal 26 April

Nasional
Parpol Kalah Pilpres Dianggap Malu-malu Gabung Kubu Prabowo-Gibran

Parpol Kalah Pilpres Dianggap Malu-malu Gabung Kubu Prabowo-Gibran

Nasional
Kebekuan Politik Diprediksi Mencair Usai Putusan Sengketa Pilpres

Kebekuan Politik Diprediksi Mencair Usai Putusan Sengketa Pilpres

Nasional
[POPULER NASIONAL] MK Tolak Dalil Sebut Bawaslu Tak Tindak Dugaan Kecurangan Prabowo-Gibran | MK Tolak Sengketa Pilpres Anies-Muhaimin

[POPULER NASIONAL] MK Tolak Dalil Sebut Bawaslu Tak Tindak Dugaan Kecurangan Prabowo-Gibran | MK Tolak Sengketa Pilpres Anies-Muhaimin

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com