Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/09/2021, 16:23 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto mengatakan, Polres Blitar perlu menjelaskan kepada publik soal penangkapan seorang pria yang membentangkan poster ke arah Presiden Joko Widodo di Kota Blitar pada 7 September 2021.

Saat itu, pria yang diduga peternak ayam tersebut membentangkan poster dengan tulisan "Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar".

"Polres perlu segera menjelaskan kepada publik atas langkah yang diambil tersebut. Apakah pria tersebut diamankan untuk mencegah terjadinya keributan dengan warga yang tidak setuju pembentangan spanduk tersebut," kata Benny saat dihubungi, Kamis (9/9/2021).

Baca juga: Pria Ditangkap karena Bentangkan Poster ke Jokowi, Polisi Diminta Tak Overdosis

Benny berpendapat, isi spanduk tersebut merupakan keluhan dan permohonan dari masyarakat peternak yang kesulitan beli pakan ternak.

Menurutnya, menyuarakan aspirasi dan permohonan dengan bahasa yang umum dan dalam batas kesopanan adalah hal yang wajar.

"Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini memang semua pihak terdampak dan menderita, termasuk para peternak," tuturnya.

Ia pun mengatakan, Polres dapat membantu mengomunikasikan keluhan warga tersebut ke instansi terkait.

Selain itu, juga mendalami motif warga tersebut membentangkan poster ke arah Presiden.

"Apakah komunikasinya buntu atau tidak ditanggapi oleh instansi setempat," kata Benny.

Baca juga: Kontras Kritik Langkah Polisi Amankan Warga yang Bentangkan Poster ke Jokowi

Sebelumnya, pria tersebut membentangkan poster persis ketika mobil yang dikendarai Jokowi melintas pelan di Jalan Moh Hatta, Blitar, Jawa Timur. Jokowi meninggalkan lokasi vaksinasi di area PIPP Kota Blitar menuju Makam Bung Karno.

Ketika itu, jendela pintu belakang mobil terbuka dan Jokowi sedang melambaikan tangan ke arah warga.

Namun, aksi tersebut tidak berlangsung lama. Setelah poster direbut dari tangannya, pria tersebut ditangkap dan dibawa ke mobil polisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.