Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/09/2021, 09:21 WIB
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Agung menghentikan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menjelaskan, berdasarkan audit investigatif BPK, ditemukan adanya penyimpangan dalam perpanjangan perjanjian kerja sama pengelolaan dan pengoperasian PT JICT antara PT Pelindo II dengan Hutchison Port Holding.

Namun, jumlah kerugian negara akibat penyimpangan tersebut belum dapat dipastikan.

Baca juga: RJ Lino Diduga Lakukan Tanda Tangan Kontrak Backdate Pengadaan Craine di PT Pelindo II

Hal ini disebabkan jumlah pasti kerugian negara masih tergantung pada valuasi bisnis masa depan hingga tahun 2039 sesuai dengan perjanjian.

"Sehingga negara belum nyata-nyata dirugikan. Dan kerugian yang bersifat prediksi belum nyata telah merugikan negara," ucap Leonard, dalam keterangannya, Rabu (8/9/2021).

"Sehingga penyidik berpendapat sampai saat ini belum ada kerugian negara yang bersifat nyata dan pasti. Maka, penanganan perkara dimaksud telah dihentikan," kata Leonard.

Karena itu, meski tim penyidik menemukan adanya perbuatan melawan hukum, tetapi tim penyidik berpendapat unsur kerugian keuangan negara sebagai kualifikasi unsur delik dalam Pasal 2 dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi belum terpenuhi.

"Tindak pidana korupsi tidak terbukti dan belum ada penetapan tersangka," ujar Leonard.

Baca juga: Kejaksaan Hentikan 302 Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif

Sebelumnya, penyidikan pada dugaan korupsi di PT Pelindo II ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor Print-54/F.2/Fd.2/09/2020 tanggal 4 September 2020 jo Nomor Print-501/F.2/Fd.2/10/2020 tanggal 23 Oktober 2020 jo Nomor Print-604/F.2/Fd.2/12/2020 tanggal 07 Desember 2020.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.