Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/09/2021, 17:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus corona jika hendak berkunjung ke pusat perbelanjaan atau mal.

Meski kini mal di berbagai kota di Indonesia sudah dibuka, ia mengingatkan bahwa penularan virus corona masih ada. Oleh karenanya, masyarakat diminta mengikuti panduan yang sudah dibuat.

Aturan pertama, pastikan sudah mendapat vaksinasi Covid-19 dua dosis. Unduh aplikasi Peduli Lindungi untuk proses pemindaian di mal.

"Mereka yang sudah divaksinasi lengkap dapat menunjukkan status mereka melalui aplikasi pedulilindungi yang QR code-nya tinggal dipindai di pintu masuk," kata Reisa dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (3/8/2021).

Baca juga: PPKM Level 3 di Jawa-Bali, Mal Bisa Buka sampai Pukul 21.00 dengan Kapasitas 50 Persen

Sebelum berangkat ke mal, lakukan pemindaian mandiri dengan memeriksa suhu badan. Pastikan tubuh dalam kondisi fit dan tidak sedang sakit.

Disarankan untuk mengenakan masker dobel. Reisa mengingatkan bahwa virus corona varian Delta masih menyebar, sehingga dibutuhkan perlindungan ekstra.

Selanjutnya, pastikan membawa handsanitizer atau cairan pencuci tangan. Pastikan pula membawa masker cadangan dan disinfektan atau tisu basah antiseptik guna membersihkan permukaan meja atau alat makan yang mungkin digunakan saat berkunjung ke mal.

Jika sudah berada di mal, pengunjung diminta memeriksa kapasitas toko atau outlet yang hendak dikunjungi.

"Dilarang keras untuk berkerumun di dalam toko atau berdesakan di dalam lift dan ikuti tanda panah alur berjalan di dalam koridor-koridor mal," ujar Reisa.

Pengunjung juga diminta memperhatikan ventilasi mal. Akan lebih baik jika berada pada ruang terbuka pada mal tersebut.

Reisa juga mengingatkan pengujung untuk tak berlama-lama di mal. Jika semua kebutuhan yang dicari sudah didapat hendaknya segera meninggalkan mal.

Pastikan pula memilih jarak tempuh yang paling singkat dari rumah ke mal dan sebaliknya. Perjalanan yang terlalu lama dapat meningkatkan risiko lelah dan berakibat pada kelengahan dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Biasakan check in dan check out (mal) dengan aplikasi Peduli Lindungi. Siapkan aplikasi sebelum sampai di pintu masuk mal, dan sekali lagi tidak perlu berkerumun saat melakukan scan QR code," kata Reisa.

"Tentunya pastikan masker dipakai dengan benar karena diperiksa oleh petugas di depan pintu masuk," tuturnya.

Baca juga: PPKM Level 3 Diperpanjang, Pemkot Depok Perpanjang Jam Operasional Mal, Pasar, dan Restoran

Untuk diketahui, pemerintah melakukan pelonggaran pembatasan di berbagai sektor kegiatan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Salah satu yang dilonggarkan yakni aktivitas di mal.

Pada daerah PPKM level 3 di Jawa dan Bali, mal diperbolehkan buka sampai pukul 21.00 waktu setempat dan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.

Aturan lengkap terkait hal ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 38 Tahun 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ASN Tak Netral Jelang Pemilu 2024 Terancam Dipecat dan Tak Bisa Promosi

ASN Tak Netral Jelang Pemilu 2024 Terancam Dipecat dan Tak Bisa Promosi

Nasional
Vonis Ferdy Sambo di Depan Mata, Menanti Putusan Adil Majelis Hakim PN Jakarta Selatan...

Vonis Ferdy Sambo di Depan Mata, Menanti Putusan Adil Majelis Hakim PN Jakarta Selatan...

Nasional
Terima Mahasiswa Chuo University Tokyo, Dompet Dhuafa Bangga Jadi Sarana Studi Lintas Negara dan Agama

Terima Mahasiswa Chuo University Tokyo, Dompet Dhuafa Bangga Jadi Sarana Studi Lintas Negara dan Agama

Nasional
DKPP Segera Sidang Dugaan Kecurangan KPU yang Seret Komisioner Idham Holik

DKPP Segera Sidang Dugaan Kecurangan KPU yang Seret Komisioner Idham Holik

Nasional
Pemilu 2024, Jokowi: PSI Jangan Ikut-ikut Partai Lain

Pemilu 2024, Jokowi: PSI Jangan Ikut-ikut Partai Lain

Nasional
Bung Karno hingga Gus Dur Dapat Penghargaan dari Nahdlatul Ulama

Bung Karno hingga Gus Dur Dapat Penghargaan dari Nahdlatul Ulama

Nasional
Disebut Keberatan Nasdem Usung Anies Jadi Capres, Jokowi: Apa Urusannya Presiden?

Disebut Keberatan Nasdem Usung Anies Jadi Capres, Jokowi: Apa Urusannya Presiden?

Nasional
Jokowi: PSI Harus Bisa Masuk Senayan, Jangan Berpikir Pesimis

Jokowi: PSI Harus Bisa Masuk Senayan, Jangan Berpikir Pesimis

Nasional
PBNU dan PKB Kian Panas, Mars 1 Abad NU Kini Dipersoalkan karena Dipolitisasi

PBNU dan PKB Kian Panas, Mars 1 Abad NU Kini Dipersoalkan karena Dipolitisasi

Nasional
Mentan Syahrul Yasin Limpo 'Digoyang' Isu Reshuffle: Tak Diajak Rapat dan Dituding Salah Beri Data ke Jokowi

Mentan Syahrul Yasin Limpo "Digoyang" Isu Reshuffle: Tak Diajak Rapat dan Dituding Salah Beri Data ke Jokowi

Nasional
Ditanya soal 'Reshuffle', Mahfud: Presiden Sendiri yang Tahu

Ditanya soal "Reshuffle", Mahfud: Presiden Sendiri yang Tahu

Nasional
Mengkritisi 'Juvenile Delequency', Jangan Ciptakan Monster Anak Baru

Mengkritisi "Juvenile Delequency", Jangan Ciptakan Monster Anak Baru

Nasional
Cerita Megawati Kecil Protes ke Bung Karno Ada Tamu Tak Bersandal

Cerita Megawati Kecil Protes ke Bung Karno Ada Tamu Tak Bersandal

Nasional
Demokrat: Banyak yang Ingin Gagalkan Koalisi Perubahan, Kita Hanya Minta Tolong Allah

Demokrat: Banyak yang Ingin Gagalkan Koalisi Perubahan, Kita Hanya Minta Tolong Allah

Nasional
Melihat NU di Kamar Politik

Melihat NU di Kamar Politik

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.