KILAS

Skema Tambak Udang, Terobosan Ekonomi Biru dari Menteri Trenggono

Kompas.com - 02/09/2021, 17:35 WIB
Dialog Bincang Bahari Kementerian KP berjudul ?Terobosan Kuasai Pasar Udang Dunia? yang berlangsung secara daring, Kamis (2/9/2021).


DOK. Humas Kementerian KPDialog Bincang Bahari Kementerian KP berjudul ?Terobosan Kuasai Pasar Udang Dunia? yang berlangsung secara daring, Kamis (2/9/2021).

KOMPAS.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KP) berencana membangun tambak udang berbasis kawasan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (Jateng).

Pembangunan tambak tersebut menjadi salah satu upaya Kementerian KP mencapai target produksi udang nasional pada 2024 sebanyak 2 juta ton per tahun.

Tambak udang berbasis kawasan adalah strategi atau skema tambak udang yang digagas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono. Skema ini dinilai telah sesuai dengan prinsip ekonomi biru.

Untuk diketahui, ekonomi biru diartikan sebagai pengembangan pada perekonomian sektor kelautan dan perikanan secara berkelanjutan, baik dari sisi hulu maupun hilir.

Baca juga: Dukung Ekonomi Biru, Kementerian KP Dorong Riset Olahan Rumput Laut Nirlimbah

Begitu pula dengan pembangunan skema tambak udang, tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tapi juga ekologi.

"Kami sangat mendukung pembangunan kawasan tambak udang berbasis kawasan di Kebumen. Paling penting dari pembangunan ini adanya pertimbangan ekologi atau ekosistem dan lingkungan di kawasan tambak itu sendiri," ujar Ketua Shrimp Club (SCI) Jateng Ilham Priyanto, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (2/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam dialog Bincang Bahari Kementerian KP berjudul “Terobosan Kuasai Pasar Udang Dunia” yang berlangsung secara daring, Kamis.

Menurut Ilham, pertimbangan ekologi akan berimbas pada kesehatan ekosistem tambak udang. Hal ini dapat menjadi kunci sukses kegiatan budi daya agar bisa berjalan dalam kurun waktu yang panjang atau kontinuitas.

Baca juga: Tingkatkan Konektivitas Tambak Udang Bumi Dipasena, Preservasi Jalintim Digenjot

“Dengan suksesnya kegiatan budi daya, maka target pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, dan kelestarian lingkungan dari program tersebut bisa dicapai,” imbuhnya.

Diperlukan komitmen dalam implementasi tambak udang

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Yudi Nurul Ihsan mengatakan, diperlukan komitmen dan kefokusan dalam mengimplementasikan tambak udang berbasis kawasan.

Sebab bila berhasil, kata dia, tambak udang berbasis kawasan di Kebumen akan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Baca juga: Industri Tambak Udang di Bangka Menggeliat, Permintaan Listrik Ikut Melonjak

Dengan modal fokus, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dimiliki, Yudi optimis jika Indonesia bisa menjadi salah satu negara penghasil udang budi daya terbesar di dunia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[HOAKS] Ada Parasit Berbahaya dalam Vaksin Covid-19

[HOAKS] Ada Parasit Berbahaya dalam Vaksin Covid-19

Nasional
Paksa Penyandang Tuli Berbicara, Ini Alasan Mensos Risma

Paksa Penyandang Tuli Berbicara, Ini Alasan Mensos Risma

Nasional
Wapres Sebut Tahun 2021 Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Nasional Naik

Wapres Sebut Tahun 2021 Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Nasional Naik

Nasional
Saat Risma Dikritik karena Paksa Penyandang Tunarungu Berbicara...

Saat Risma Dikritik karena Paksa Penyandang Tunarungu Berbicara...

Nasional
Fraksi Nasdem Akan Tegur Hillary Lasut soal Permintaan Ajudan dari TNI

Fraksi Nasdem Akan Tegur Hillary Lasut soal Permintaan Ajudan dari TNI

Nasional
Percepatan Vaksinasi Dosis Lengkap Dibutuhkan untuk Antisipasi Omicron

Percepatan Vaksinasi Dosis Lengkap Dibutuhkan untuk Antisipasi Omicron

Nasional
KPK Dalami Kepemilikan Perusahaan dan Aset Tersangka Kasus Korupsi E-KTP Paulus Tanos

KPK Dalami Kepemilikan Perusahaan dan Aset Tersangka Kasus Korupsi E-KTP Paulus Tanos

Nasional
KPK Imbau Saksi Kasus Korupsi Pengadaan E-KTP Kooperatif Hadiri Pemeriksaan

KPK Imbau Saksi Kasus Korupsi Pengadaan E-KTP Kooperatif Hadiri Pemeriksaan

Nasional
Periksa Eks Dirut PT LEN Industri, KPK Dalami Proses Pembayaran Proyek E-KTP ke Konsorsium Pelaksana

Periksa Eks Dirut PT LEN Industri, KPK Dalami Proses Pembayaran Proyek E-KTP ke Konsorsium Pelaksana

Nasional
Refleksi Akhir Tahun Tentang Perlunya Grand Strategy

Refleksi Akhir Tahun Tentang Perlunya Grand Strategy

Nasional
Varian Omicron Disebut Tak Tingkatkan Keparahan, Kemenkes Tetap Percepat Vaksinasi

Varian Omicron Disebut Tak Tingkatkan Keparahan, Kemenkes Tetap Percepat Vaksinasi

Nasional
Tinjau Hutan Mangrove di Bali, Jokowi: Kepala Negara G20 Nanti Kita Ajak Semua ke Sini

Tinjau Hutan Mangrove di Bali, Jokowi: Kepala Negara G20 Nanti Kita Ajak Semua ke Sini

Nasional
Hillary Lasut, Anggota DPR Termuda, Minta Ajudan ke TNI, Ada Apa?

Hillary Lasut, Anggota DPR Termuda, Minta Ajudan ke TNI, Ada Apa?

Nasional
Periksa Eks Dirut Percetakan Negara, KPK Dalami Posisi Isnu sebagai Leader Konsorsium Pengadaan E-KTP

Periksa Eks Dirut Percetakan Negara, KPK Dalami Posisi Isnu sebagai Leader Konsorsium Pengadaan E-KTP

Nasional
Luhut: Pemberian Booster Vaksin Covid-19 Mulai Januari 2022

Luhut: Pemberian Booster Vaksin Covid-19 Mulai Januari 2022

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.