Kompas.com - 26/08/2021, 15:58 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad usai memimpin rapat koordinasi kolaborasi DPR dengan mahasiswa dan Polri dalam percepatan vaksinasi, Jumat (9/7/2021). Dokumentasi DPRWakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad usai memimpin rapat koordinasi kolaborasi DPR dengan mahasiswa dan Polri dalam percepatan vaksinasi, Jumat (9/7/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad enggan berandai-andai soal potensi adanya perombakan atau reshuffle kabinet setelah Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung ke koalisi partai pendukung pemerintah.

Dasco menegaskan, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden dan Gerindra menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada presiden.

"Kalau bicara soal reshuffle itu kan saya sudah berulang-ulang menyatakan bahwa itu kan hak prerogratif daripada presiden, dan kami engak mau berandai-andai semua kita serahkan kepada presiden," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Kamis (26/8/2021), dikutip dari keterangan video.

Dasco menuturkan, Gerindra pun menyambut baik kehadiran PAN sebagai anggota koalisi partai pendukung pemerintah.

Baca juga: Jika Kursi PAN untuk Koalisi Jokowi, Bagaimana Peluang Amendemen Konstitusi?

Wakil ketua DPR itu mengatakan, bergabungnya PAN ke koalisi merupakan hak Presiden Joko Widodo dan PAN sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mudah-mudahan dengan bertambahnya pasokan tenaga bagi pemerintahan ini juga bisa membantu menunjang pemeintah untuk lebih keras dalam menghadapi pandemi dan meningkatkan ekonomi nasional," kata dia.

Reshuffle kabinet diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat menyusul kabar bergabungnya PAN ke dalam koalisi partai pendukung pemerintah.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, reshuffle akan dilakukan untuk memberi satu kursi menteri kepada PAN.

"Biasanya, jika berkoalisi yang dapat kompensasi. Oleh karena itu, kita lihat saja ke depan. Jika ada reshuffle, itu artinya ada akomodasi terhadap PAN. Artinya, akan ada kader PAN yang jadi menteri. Paling-paling satu menteri," kata Ujang saat dihubungi Kompas.com, Kamis.

Baca juga: PSI Ungkit PAN yang Pernah Main Dua Kaki, Pengurus Jadi Menteri tapi Kader Tembaki Jokowi

Isu bergabungnya PAN ke dalam koalisi pendukung Jokowi muncul setelah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno menghadiri pertemuan antara Jokowi dan partai pendukung pada Rabu (25/8/2021).

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengakui partainya kini telah menjadi partai pendukung pemerintah dan tergabung dalam koalisi.

"PAN sejak kepemimpinan Ketum Bang Zul telah menegaskan sebagai partai politik pendukung pemerintah, ikut sebagai partai koalisi," kata Yoga saat dihubungi, Rabu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.