Menkes Imbau Pemda Tak Khawatir Kekurangan Vaksin Covid-19, Manajemen Stok Diatur Pemerintah Pusat

Kompas.com - 24/08/2021, 12:30 WIB
Salah satu petugas kesehatan sedang memberikan dosis vaksin kepada seorang peserta vaksinasi Covid-19 di Markas Batalyon 14 Grup 1 Kopassus, Kemang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/8/2021). KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHSalah satu petugas kesehatan sedang memberikan dosis vaksin kepada seorang peserta vaksinasi Covid-19 di Markas Batalyon 14 Grup 1 Kopassus, Kemang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau pemerintah daerah tidak perlu menyetok vaksin Covid-19 yang sudah tiba di daerahnya.

Budi menegaskan, atas arahan Presiden Joko Widodo, setiap vaksin yang tiba di daerah harus langsung dipakai sesuai ketentuan dari pemerintah pusat.

“Daerah tidak perlu memegang stok karena nanti akan diatur suntikan keduanya dari pusat. Jadi pakai aja semuanya disuntik sesuai dengan aturan,” kata Budi melalui Youtube Kementerian Kesehatan RI, Selasa (24/8/2021).

Budi mendapat kabar belakangan ini ada sejumlah daerah yang merasa kekurangan vaksin Covid-19.

Menurut dia, hal itu terjadi karena ada daerah yang menyetok suplai vaksin yang ada di daerah.

Ia menyebut, saat daerah mendapat stok 1.000 dosis vaksin untuk suntikan dosis pertama, pemda setempat hanya menyuntikkan sebanyak 500 dosis. Sedangkan, sisanya disimpan untuk penyuntikan dosis kedua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kemenkes: 89 Persen Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Didistribusikan ke Daerah

Padahal, ia menegaskan, seharusnya daerah tidak perlu menyetok vaksin untuk penyuntikan dosis kedua.

Ia pun meminta pemda mematuhi arahan pemerintah pusat dalam hal menyuntikkan vaksin. Budi pun menekankan, manajemen stok vaksin Covid-19 sudah diatur pemerintah pusat.

“Jadi kalau kita bisa bilang, ini sebagai suntikan 1, lakukan sebagai suntikan 1 semuanya. Kalau ini sebagai suntikan kedua, lakukan sebagai suntikan kedua semuanya. Manajemen stoknya dilakukan di pusat sehingga tidak dilakukan di daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Budi memastikan stok vaksin Covid-19 di Tanah Air masih banyak.

Ia memaparkan, pada pekan keempat bulan Agustus, Indonesia akan mendapatkan sekitar 19.550.900 dosis vaksin. Pekan kelima bulan ini akan mendapatkan 13.865.860 dosis vaksin.

Bahkan, di bulan September, Indonesia juga direncanakan mendapat sekitar 80.717.720 dosis vaksin Covid-19.

“Oleh karena itu rakyat Indonesia, pemerintahan daerah, nggak usah khawatir. Kita pasti akan kirimkan cukup banyak ke daerah-daerah minggu ini dan minggu depan,” ungkap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPOM: Vaksin Merah Putih Bakal Diuji Klinis sebagai Booster

BPOM: Vaksin Merah Putih Bakal Diuji Klinis sebagai Booster

Nasional
Tahan Tangis, Mensos Risma: Jangan Pandang Rendah Penyandang Disabilitas

Tahan Tangis, Mensos Risma: Jangan Pandang Rendah Penyandang Disabilitas

Nasional
Ketua DPR: Indonesia Harus Ajak Negara Maju Atasi Perubahan Iklim

Ketua DPR: Indonesia Harus Ajak Negara Maju Atasi Perubahan Iklim

Nasional
Di Bali, Jokowi Bermain Bulu Tangkis Lawan Hendra Setiawan

Di Bali, Jokowi Bermain Bulu Tangkis Lawan Hendra Setiawan

Nasional
Satgas Sebut BOR RS Rujukan dan Kasus Aktif Covid-19 Meningkat

Satgas Sebut BOR RS Rujukan dan Kasus Aktif Covid-19 Meningkat

Nasional
Saksikan BWF World Tour Finals, Jokowi Sempatkan Sapa Atlet Bulu Tangkis RI

Saksikan BWF World Tour Finals, Jokowi Sempatkan Sapa Atlet Bulu Tangkis RI

Nasional
Ukur Capaian Reformasi Birokrasi, LAN Gelar Seminar Indeks Kualitas Kebijakan

Ukur Capaian Reformasi Birokrasi, LAN Gelar Seminar Indeks Kualitas Kebijakan

Nasional
'Seharusnya Ibu Menteri Sosialisasikan Bahasa Isyarat, Bukan Paksa Tuli Bicara'

"Seharusnya Ibu Menteri Sosialisasikan Bahasa Isyarat, Bukan Paksa Tuli Bicara"

Nasional
Satgas: Dasar Hukum Karantina 10 Hari untuk Pelaku Perjalanan Internasional Segera Diumumkan

Satgas: Dasar Hukum Karantina 10 Hari untuk Pelaku Perjalanan Internasional Segera Diumumkan

Nasional
Percepat Vaksinasi, Kemenkes Minta Kabupaten dan Kota Gunakan Jenis Vaksin yang Tersedia

Percepat Vaksinasi, Kemenkes Minta Kabupaten dan Kota Gunakan Jenis Vaksin yang Tersedia

Nasional
Dubes RI untuk Uni Eropa: Abai Prokes dan Tolak Vaksinasi Jadi Faktor Merebaknya Covid-19 di Eropa

Dubes RI untuk Uni Eropa: Abai Prokes dan Tolak Vaksinasi Jadi Faktor Merebaknya Covid-19 di Eropa

Nasional
Pencoblosan Pemilu Direncanakan 21 Februari 2024, PKB: Yang Penting Jangan di Tengah Idul Fitri

Pencoblosan Pemilu Direncanakan 21 Februari 2024, PKB: Yang Penting Jangan di Tengah Idul Fitri

Nasional
Ketum PKB Nilai Usul Pimpinan MPR agar Sri Mulyani Dicopot Tidak Produktif

Ketum PKB Nilai Usul Pimpinan MPR agar Sri Mulyani Dicopot Tidak Produktif

Nasional
Satgas: Mobilitas Masyarakat dengan Kereta Api dan Pesawat Meningkat 5 Bulan Terakhir

Satgas: Mobilitas Masyarakat dengan Kereta Api dan Pesawat Meningkat 5 Bulan Terakhir

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 46,88 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 46,88 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.