Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/08/2021, 18:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, efikasi dari semua vaksin Covid-19 yang ada saat ini belum mencapai 100 persen.

Dengan demikian, menurut dia, tercapainya kekebalan komunitas atau herd immunity belum bisa diharapkan.

"Memang efikasi dari semua vaksin belum ada yang 100 persen. Ya rata-rata 60-an persen. Oleh karena itu, memang kita belum bisa berharap akan terjadi herd immunity," ujar Luhut dalam sambutannya pada HUT ke-43 BPPT yang ditayangkan YouTube BPPT RI, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Epidemiolog Tak Setuju dengan Klaim Jakarta Capai Herd Immunity

Namun, menurut dia, yang bisa diupayakan hingga beberapa tahun ke depan atau sampai obat Covid-19 ditemukan adalah pengendalian laju penularannya.

Pengendalian itu, kata Luhut, bisa dilakukan dengan sejumlah cara.

"Tapi yang mungkin terjadi sampai beberapa tahun ke depan, sampai ketemu obatnya bagaimana kita bisa kendalikan varian delta (virus corona) ini dengan cara-cara," ucap dia.

Lebih lanjut Luhut menyampaikan, kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini mulai membaik. Indikasnya, penurunan kasus konfirmasi positif Covid-19 di sejumlah wilayah.

"Kalau kasus konfirmasi terus mengalami perbaikan. Jadi kalau secara kasus konfirmasi, itu saya kira membaik 78 persen dari puncaknya 15 Juli (2021)," ujar Luhut.

"Tapi kalau kita lihat hanya Jawa-Bali itu menurun 87,3 persen per kemarin. Hari ini kalau memang membaik lagi itu juga angka ini bisa naik lagi," kata dia.

Baca juga: Luhut: Jangan Malu kalau Terkena Covid-19...

Meski demikian, Luhut tetap meminta semua pihak tetap waspada terhadap kondisi saat ini.

Dia mengingatkan belum ada satu negara pun di dunia yang menegaskan diri mereka sudah bisa mengendalikan pandemi Covid-19.

"Belum ada satu negara pun yang sebut mereka sudah bisa mengendalikan. Kita pun belum," kata Luhut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.