HUT Ke-23 PAN, Jokowi Singgung soal Politik Sektarian yang Halangi Persatuan Bangsa

Kompas.com - 23/08/2021, 10:21 WIB
Presiden Joko Widodo saat menemui para penerbang Garuda Flight dan Nusantara Flight di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur, Kamis (19/8/2021). Dokumentasi/Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo saat menemui para penerbang Garuda Flight dan Nusantara Flight di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur, Kamis (19/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyinggung soal politik sektarian yang menghalangi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikannya saat memberi sambutan secara virtual dalam Puncak HUT ke-23 Partai Amanat Nasional (PAN), Senin (23/8/2021).

Menurut Jokowi, pada kondisi yang dihadapkan pada tantangan dan pandemi serta berbagai permasalahannya, semua pihak harus bergotong royong membantu sesama.

"Sebagai cermin dari akhlak politik yang berkeadaban. Menjadi teladan dalam mendahulukan agenda-agenda politik kebangsaan dan kemanusiaan," tutur Jokowi dipantau dari siaran langsung YouTube PAN TV.

"Mengutamakan kemaslahatan dan keselamatan bangsa serta menghindari politik sektarian yang menghalangi persatuan dan kesatuan bangsa," lanjutnya.

Baca juga: Fraksi PAN Minta Wacana Amendemen UUD 1945 Tidak Terburu-buru

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jokowi mengungkapkan, dirinya percaya bahwa PAN selalu istikamah mengusung obor reformasi dan nilai-nilai ke-Indonesiaan.

Selain itu, PAN juga disebutnya konsisten menjalankan politik amar maruf nahi munkar dalam koridor kebangsaan.

"Serta teguh memperjuangkan moderasi dan inklusifisme politik. Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi segala ikhtiar bangsa kita sehingga kita bisa meraih Indonesia maju yang kita cita-citakan," ungkap Jokowi.

"Saya menyampaikan selamat ulang tahun ke-23 kepada Partai Amanat Nasional. Semoga PAN terus tumbuh, terus berkembang dan konsisten merekatkan kebangsaan serta menyuarakan kemajuan," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UU Cipta Kerja Dinyatakan Inkonstitusional Bersyarat, Mahfud: Masyarakat Jangan Khawatir

UU Cipta Kerja Dinyatakan Inkonstitusional Bersyarat, Mahfud: Masyarakat Jangan Khawatir

Nasional
Fokus Pemerintah pada 2022, Pengendalian Covid-19 dan Prioritaskan Kesehatan

Fokus Pemerintah pada 2022, Pengendalian Covid-19 dan Prioritaskan Kesehatan

Nasional
Komnas HAM Sebut Pegawai KPI MS Alami Tiga Bentuk Pelanggaran Hak Asasi

Komnas HAM Sebut Pegawai KPI MS Alami Tiga Bentuk Pelanggaran Hak Asasi

Nasional
Jokowi Wanti-wanti soal Corona Varian Omicron: Waspada, Pandemi Masih Mengancam

Jokowi Wanti-wanti soal Corona Varian Omicron: Waspada, Pandemi Masih Mengancam

Nasional
Menteri PPPA: Memberikan Akses yang Setara bagi Perempuan Merupakan Keharusan

Menteri PPPA: Memberikan Akses yang Setara bagi Perempuan Merupakan Keharusan

Nasional
Pemerintah Diminta Segera Tutup Akses dari Negara Lain yang Teridentifikasi Kasus Omicron

Pemerintah Diminta Segera Tutup Akses dari Negara Lain yang Teridentifikasi Kasus Omicron

Nasional
Komnas HAM: KPI Gagal Ciptakan Lingkungan Kerja yang Aman dari Pelecehan Seksual

Komnas HAM: KPI Gagal Ciptakan Lingkungan Kerja yang Aman dari Pelecehan Seksual

Nasional
Bentrok Kopassus Vs Brimob di Papua, Panglima Andika: TNI Sudah Koordinasi dengan Polri

Bentrok Kopassus Vs Brimob di Papua, Panglima Andika: TNI Sudah Koordinasi dengan Polri

Nasional
Kemenag: Asrama Haji Pondok Gede Memenuhi Syarat sebagai Tempat Karantina Jemaah Umrah

Kemenag: Asrama Haji Pondok Gede Memenuhi Syarat sebagai Tempat Karantina Jemaah Umrah

Nasional
Jokowi Wanti-wanti Anggota Korpri Tak Lakukan Pungli dan Persulit Masyarakat

Jokowi Wanti-wanti Anggota Korpri Tak Lakukan Pungli dan Persulit Masyarakat

Nasional
Kopassus dan Brimob Ribut di Papua, Anggota Komisi I: Jika Benar Dipicu Rokok, Sangat Memalukan

Kopassus dan Brimob Ribut di Papua, Anggota Komisi I: Jika Benar Dipicu Rokok, Sangat Memalukan

Nasional
Fadli Zon: Jangan Sampai Isu Palestina Terpinggirkan

Fadli Zon: Jangan Sampai Isu Palestina Terpinggirkan

Nasional
Kemenag Masih Bahas Skenario Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi dengan Arab Saudi

Kemenag Masih Bahas Skenario Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi dengan Arab Saudi

Nasional
Menteri PPPA Berharap Kepala Daerah Wujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Menteri PPPA Berharap Kepala Daerah Wujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Nasional
Bentrok Kopassus Vs Brimob, Panglima Andika: Proses Hukum Semua Oknum TNI yang Terlibat

Bentrok Kopassus Vs Brimob, Panglima Andika: Proses Hukum Semua Oknum TNI yang Terlibat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.