Ari Junaedi
Akademisi dan konsultan komunikasi

Doktor komunikasi politik & Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama.

Jangan “Misuh” karena Kita Bukan “Musuh”

Kompas.com - 21/08/2021, 10:34 WIB
Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri YouTube Sekretariat PresidenPresiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri

Megawati, Jokowi, dan kodok

Raut muka Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputeri begitu tercekat saat menceritakan kegundahannya soal Presiden Joko Widodo.

Putri Bung Karno itu mengaku tidak habis pikir kenapa masih ada orang yang mengatakan Jokowi itu kodok.

Keseriusan mantan walikota Solo itu dalam membenahi dan membangun tanah air dianggap Megawati tidak dihargai oleh sebagian pihak.

Pihak yang menyebut Jokowi dengan kodok dinilai ketua umum PDI Perjuangan itu sebagai pengecut (Kompas.com, 18 Agustus 2021).

Baca juga: Megawati: Saya Suka Nangis, Masih Ada yang Mengatakan Jokowi Kodoklah...

Harus diakui, segregasi berbangsa kita mengalami kemerosotan dratis sejak reformasi mencapai klimaksnya dengan penumbangan rezim Soeharto. Sumpah serapah, makian, umpatan menjadi kata-kata yang mudah terucap.

Keterkungkungan dan aneka pembatasan aturan yang diterapkan selama rezim Soeharto menjadi kredo lama di masa reformasi. Kita semua lepas kontrol, elite-elite memberi contoh, sistem pendidikan semakin longgar, media pun begitu mudah mengumbar ketidaksopanan.

Perbedaan dan pengotak-ngotakan itu semakin nyata dan menganga sejak pemilihan presiden 2014.

Harapan terjadinya rekonsiliasi dua kutub yang dominan, yang dianggap poros “cebong” dan poros “kadrun”, bisa usai setelah pemilihan presiden 2019 dengan direkrutnya kekuatan oposisi dalam pemerintahan koalisi Jokowi ternyata hanya mengurangi tensi politik belaka. Api kebencian masih terus berkobar. 

Siapa pun akan terluka dan terendahkan martabatnya jika dipadankan dengan sebutan binatang.

Tidak hanya Jokowi yang presiden, tetapi kita yang bekerja atau menganggur, mahasiswa atau pelajar, eksekutif atau ibu-ibu arisan, semua akan murka jika dibilang kodok-lah atau cebong-lah. Demikian juga dengan sebutan kadrun.

Ke mana ajaran budi pekerti kita dulu? Adakah yang salah dengan kita semua? Di mana nilai-nilai filosofis nenek moyang kita? Masihkah Pancasila kuat bertaji di negeri ini?

Kita melupakan pesan Sang Dalang dalam suatu pertunjukan wayang kulit yang digelar di larut malam ketika kita masih bocah dulu: kacang manut lanjaran.

Anak akan mengamati, meniru, serta mengikuti perilaku, sikap ataupun tingkah laku dari orang tuanya.

Orang tua yang baik tentu akan memberi contoh atau mengajarkan budi pekerti, adab, dan sopan santun yang luhur kepada anaknya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jasa Raharja Jamin Korban Kecelakaan di Muara Rapak, Balikpapan, Dapat Santunan

Jasa Raharja Jamin Korban Kecelakaan di Muara Rapak, Balikpapan, Dapat Santunan

Nasional
Menanti Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Pesaing Ahok yang Punya Background Arsitek

Menanti Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Pesaing Ahok yang Punya Background Arsitek

Nasional
Kepala Badan Otorita IKN Disebut Harus Punya Kemampuan Berhubungan dengan Investor

Kepala Badan Otorita IKN Disebut Harus Punya Kemampuan Berhubungan dengan Investor

Nasional
Megaproyek 'Nusantara': Ngebutnya UU IKN, Beban Berat APBN dan Rakyat yang Terancam

Megaproyek "Nusantara": Ngebutnya UU IKN, Beban Berat APBN dan Rakyat yang Terancam

Nasional
UPDATE 21 Januari: 292.405 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, 'Positivity Rate' PCR 7,92 Persen

UPDATE 21 Januari: 292.405 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, "Positivity Rate" PCR 7,92 Persen

Nasional
UPDATE 21 Januari: Sebaran Kasus Baru Covid-19, 1.484 di DKI

UPDATE 21 Januari: Sebaran Kasus Baru Covid-19, 1.484 di DKI

Nasional
UPDATE 21 Januari: 5.896 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 21 Januari: 5.896 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 21 Januari: Pasien Covid-19 yang Meninggal Bertambah 2, Total Jadi 144.201

UPDATE 21 Januari: Pasien Covid-19 yang Meninggal Bertambah 2, Total Jadi 144.201

Nasional
Kasus Harian Covid-19 Tembus 2.604, Tertinggi Sejak September Lalu

Kasus Harian Covid-19 Tembus 2.604, Tertinggi Sejak September Lalu

Nasional
UPDATE 21 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 59,24 Persen, Dosis Pertama 86,54 Persen

UPDATE 21 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 59,24 Persen, Dosis Pertama 86,54 Persen

Nasional
Dana PEN Akan Dipakai untuk Megaproyek IKN, Faisal Basri: Ibu Kota Baru Tak Bisa Pulihkan Dampak Covid-19

Dana PEN Akan Dipakai untuk Megaproyek IKN, Faisal Basri: Ibu Kota Baru Tak Bisa Pulihkan Dampak Covid-19

Nasional
UPDATE 21 Januari: 4.119 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 21 Januari: 4.119 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 21 Januari: Bertambah 811, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.121.928

Update 21 Januari: Bertambah 811, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.121.928

Nasional
Polisi Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Kasus Pemerkosaan Anak 10 Tahun di Manado

Polisi Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Kasus Pemerkosaan Anak 10 Tahun di Manado

Nasional
UPDATE 21 Januari: Kasus Covid-19 di Indonesia Tambah 2.604

UPDATE 21 Januari: Kasus Covid-19 di Indonesia Tambah 2.604

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.