Jokowi Beri Sinyal PTM Terbatas, Ketua Komisi X Minta Sekolah Jadi Zona Aman Covid-19

Kompas.com - 20/08/2021, 15:56 WIB
Ketua Komisi X Syaiful Huda saat menjadi pembicara dalam sebuah workshop pendidikan di Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (14/11/2020). IstimewaKetua Komisi X Syaiful Huda saat menjadi pembicara dalam sebuah workshop pendidikan di Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (14/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) agar menjadikan sekolah sebagai zona aman Covid-19.

Menurut dia, hal ini lantaran sinyal dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dilakukannya pembelajaran tatap muka terbatas jika vaksinasi terhadap tenaga pendidik dan siswa berjalan lancar.

"Presiden Jokowi memastikan jika sekolah akan segera dibuka jika vaksinasi Covid-19 berjalan lancar. Kami meminta Kemendikbud-Ristek menjadikan sekolah sebagai zona aman Covid-19 baik dari sisi kesehatan maupun sebagai ujung tombak kampanye hidup dengan kebiasaan baru (new normal) di era pandemi," kata Huda dalam keterangannya, Jumat (20/8/2021).

Baca juga: Nadiem Sebut Jokowi Dukung PTM Terbatas Digelar di Wilayah PPKM Level 1-3

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan, pembukaan sekolah layak segera dilakukan mengingat kian banyaknya tingkat vaksinasi terhadap guru dan siswa.

Selain itu, menurut dia, tren penurunan kasus harian maupun kasus aktif juga terus terjadi di Tanah Air.

"Kami berharap pembukaan sekolah secara terbatas yang dikombinasikan dengan pembelajaran online bisa mengembalikan ikatan emosional dari peserta didik atas lingkungan sekolah mereka," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Huda menambahkan, pembukaan sekolah tatap muka secara terbatas juga bisa membuat siswa terbiasa untuk hidup dalam situasi new normal.

Baca juga: Jokowi: Semua Pelajar di Tanah Air, kalau Sudah Divaksin, Silakan Belajar Tatap Muka

Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa jumlah anak terpapar Covid-19 di Indonesia memang menjadi salah satu tertinggi di dunia.

Salah satu faktor pemicu tingginya kasus positif terhadap anak adalah lemahnya pengawasan dari orangtua.

Hal ini, lanjut dia, dikarenakan hampir semua sekolah ditutup dan dilakukan pembelajaran jarak jauh.

"Dengan sistem ini justru banyak ruang dan waktu anak yang terbuang karena tidak optimalnya pembelajaran jarak jauh. Akibatnya, anak-anak sering berkumpul dan bermain keluar rumah tanpa pengawasan ketat termasuk apakah mereka melakukan protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak saat bermain," kata dia.

Baca juga: Kemendikbud Ristek Akan Sesuaikan Kebijakan PTM Terbatas dan PPKM Darurat

Lebih lanjut, Huda menilai, dengan pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, maka anak justru terkontrol dengan baik.

Mereka, kata dia, di sekolah bisa berinteraksi dan mendapatkan bimbingan langsung dengan guru maupun teman tentang adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi.

"Para siswa pun bisa mempraktikkan secara langsung bagaimana harus memakai masker dengan benar. Bagaimana harus menjaga jarak, bagaimana membiasakan diri untuk cuci tangan dan praktek-praktek baik lainnya," tutur Huda.

Namun, Huda tetap menekankan bahwa mewujudkan sekolah sebagai zona aman Covid-19 bagi anak harus dipersiapkan dengan matang.

Kemendikbud-Ristek dalam hal ini diminta membuat langkah terobosan untuk menyiapkan status zona aman tersebut.

"Mulai dari skenario berangkat dan pulang sekolah, pembatasan jam sekolah, pembatasan ruang kelas, daftar item sarana-prasarana yang harus disiapkan sekolah hingga tuntasnya vaksinasi guru dan tenaga kependidikan," kata Huda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.