Oknum TNI AD yang Tempelkan Kuping Warga ke Knalpot Motor Ditahan

Kompas.com - 19/08/2021, 11:05 WIB
Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) IX/2-2 Bima, Nusa Tenggara Barat, menahan oknum prajurit Babinsa Koramil 1608-07/Monta, Serka S yang memaksa seorang warga menempelkan kupingnya ke knalpot motor. Twitter Indonesia KerasSub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) IX/2-2 Bima, Nusa Tenggara Barat, menahan oknum prajurit Babinsa Koramil 1608-07/Monta, Serka S yang memaksa seorang warga menempelkan kupingnya ke knalpot motor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) IX/2-2 Bima, Nusa Tenggara Barat menahan oknum prajurit Babinsa Koramil 1608-07/Monta, Serka S yang memaksa seorang warga menempelkan kupingnya ke knalpot motor.

Perbuatan tersebut terekam kamera yang viral di media sosial.

"Tersangka ditahan dengan kasus tindak pidana penganiayaan," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Penjelasan TNI AD soal Video Viral Oknum Prajurit Tendang dan Paksa Pemuda Tempelkan Kuping ke Knalpot

Tatang mengatakan, dugaan penganiayaan tersebut bermula dari kegiatan razia sepeda motor berknalpot racing oleh anggota Koramil Monta bersama Bhabinkamtibmas.

Dalam razia ini, petugas mengamankan satu sepeda motor beserta pemiliknya.

Saat diamankan di Pos Koramil Monta Selatan, Serka S menghukum pemilik sepeda motor tersebut dengan mendekatkan telinganya tepat ke lubang knalpot.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam video yang beredar, Serka S nampak menendang punggung.

Sejurus kemudian, Serka S juga mendorong kepala pemilik sepeda motor menggunakan kaki ke arah knalpot tersebut.

Hal itu dilakukan supaya telinga pemilik sepeda motor tersebut mendekati knalpot sembari digas oleh Serka S.

Baca juga: Viral, Video Oknum TNI Tendang dan Paksa Pemuda Tempelkan Kuping ke Knalpot, Ini Ceritanya

Tatang menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan terhadap Serka S.

"Proses hukum terhadap oknum prajurit tersebut sudah sesuai dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa bahwa tidak ada penyelesaian selain proses hukum bagi setiap prajurit TNI AD yang terbukti melanggar," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.