Bamsoet Sebut Peringatan Hari Konstitusi dan HUT Ke-76 MPR Sengaja Digelar Bersamaan

Kompas.com - 18/08/2021, 11:38 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat mengunjungi pabrik PHC Indonesia di Cikarang, dikutip Kompas.com melalui siaran persnya, Sabtu (14/8/2021). Dokumentasi PHCKetua MPR RI Bambang Soesatyo saat mengunjungi pabrik PHC Indonesia di Cikarang, dikutip Kompas.com melalui siaran persnya, Sabtu (14/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan pelaksanaan peringatan Hari Konstitusi dan Hari Ulang Tahun ke-76 MPR RI digelar secara bersamaan pada hari ini, Rabu (18/8/2021) lantaran lonjakan kasus Covid-19 masih cukup tinggi di Indonesia.

Ia mengingatkan, sejatinya Hari Konstitusi diperingati setiap 18 Agustus, sedangkan HUT MPR setiap 29 Agustus.

"Hadirin yang saya hormati, peringatan Hari Konstitusi yang biasa kita peringati setiap 18 Agustus dan Hari Lahir MPR yang biasa kita peringati setiap tanggal 29 Agustus, pada tahun ini diselenggarakan secara bersamaan. Hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan kita semua, mengingat lonjakan kasus Covid-19 masih cukup tinggi," kata Bambang dalam acara peringatan Hari Konstitusi dan Hari Ulang Tahun ke-76 MPR yang dipantau secara virtual, Rabu (18/8/2021).

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini mengungkapkan, lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air bahkan masih terus terjadi.

Lonjakan itu, lanjut dia, juga diiringi dengan belum maksimalnya program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah.

Baca juga: Wapres Sebut Hari Konstitusi Jadi Pengingat Agar Seluruh Pihak Kembali ke Pancasila dan UUD 1945

"Bahkan penyebarannya terbentuk secara sempurna karena jumlah orang yang telah divaksin terutama vaksin dosis kedua masih belum memenuhi target," ujarnya.

Menurut Bamsoet, atas lonjakan kasus dan vaksinasi yang belum memenuhi target, maka kondisi masyarakat saat ini masih rentan terhadap paparan virus corona.

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa positivity rate Covid-19 di Indonesia juga masih melampaui dari yang syarat yang ditentukan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Untuk itu, kita tidak boleh lengah. Kita semua tanpa terkecuali, harus meningkatkan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan secara ketat," pinta Bamsoet.

Ia meyakini, jika protokol kesehatan ketat terus disiplin dijalankan, maka mata rantai virus corona dapat segera dihentikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Jadi Pangkostrad, Agus Subiyanto dan Nyoman Cantiasa Tetap Dapat Jabatan Letjen

Tak Jadi Pangkostrad, Agus Subiyanto dan Nyoman Cantiasa Tetap Dapat Jabatan Letjen

Nasional
Kemenag: Total 4.674 Jemaah Berangkat Umrah Sejak Januari

Kemenag: Total 4.674 Jemaah Berangkat Umrah Sejak Januari

Nasional
Tak Hanya Pasien Lansia dan Komorbid, Risiko Fatalitas Varian Omicron Juga Mengancam Anak-anak

Tak Hanya Pasien Lansia dan Komorbid, Risiko Fatalitas Varian Omicron Juga Mengancam Anak-anak

Nasional
UPDATE 23 Januari: 251.907 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate PCR 9,22 Persen

UPDATE 23 Januari: 251.907 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate PCR 9,22 Persen

Nasional
Golkar Janji Tak Akan Usung Capres Selain Airlangga di Pilpres 2024

Golkar Janji Tak Akan Usung Capres Selain Airlangga di Pilpres 2024

Nasional
Cerita Pramono Anung tentang Megawati: Pernah Akan Pecat Kader yang Mau Interupsi Pidato SBY

Cerita Pramono Anung tentang Megawati: Pernah Akan Pecat Kader yang Mau Interupsi Pidato SBY

Nasional
Golkar Akan Kerahkan Organisasi Sayap untuk Promosikan Airlangga

Golkar Akan Kerahkan Organisasi Sayap untuk Promosikan Airlangga

Nasional
UPDATE 23 Januari: 18.891 Pasien Covid-19 di Indonesia Masih Jalani Isolasi

UPDATE 23 Januari: 18.891 Pasien Covid-19 di Indonesia Masih Jalani Isolasi

Nasional
Saling Sindir Anies-Giring, Pengamat: Politik Itu soal Perkelahian, Menegasi dan Membantah

Saling Sindir Anies-Giring, Pengamat: Politik Itu soal Perkelahian, Menegasi dan Membantah

Nasional
Guntur Soekarnoputra Ungkap Masa Kecil Megawati: Jago Main Bola

Guntur Soekarnoputra Ungkap Masa Kecil Megawati: Jago Main Bola

Nasional
UPDATE 23 Januari: 2.925 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 27 Provinsi

UPDATE 23 Januari: 2.925 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 27 Provinsi

Nasional
UPDATE 23 Januari: 124.080.794 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 23 Januari: 124.080.794 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 23 Januari: Bertambah 14, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.220 Jiwa

UPDATE 23 Januari: Bertambah 14, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.220 Jiwa

Nasional
UPDATE 23 Januari: Bertambah 712, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.123.267

UPDATE 23 Januari: Bertambah 712, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.123.267

Nasional
UPDATE 23 Januari: Ada 4.470 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 23 Januari: Ada 4.470 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.