Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/08/2021, 17:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kata "pandemi" dan "kesehatan" sangat mendominasi dalam pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo, pada sidang tahunan MPR/DPR Tahun 2021 yang diselenggarakan hari ini, Senin (16/8/2021), di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat.

Ini dikarenakan pemerintah masih berfokus dalam menangani pandemi Covid-19 yang belum berakhir di Tanah Air.

Tercatat, ada 31 kata "pandemi" yang diucapkan oleh Jokowi sementara kata "kesehatan" sebanyak 19 kali. Kata "pandemi" dan "kesehatan" lebih banyak disebutkan oleh Jokowi tahun ini dibandingkan dengan pidato kenegaraannya tahun lalu.

Baca juga: Jokowi: Kita Harus Mampu Membangun Produksi Vaksin Sendiri

Pada tahun 2020, Jokowi hanya menyebut "pandemi" sebanyak 9 kali sedangkan kata "kesehatan" 12 kali.

Dalam pidato kenegaraan tahun ini, Jokowi menyebut pandemi ibarat seperti kawah candradimuka yang menguji, yang mengajarkan, dan sekaligus mengasah.

Jokowi juga menyebut pandemi memberikan beban yang berat kepada kita, beban yang penuh dengan risiko, dan memaksa kita untuk menghadapi dan mengelolanya.

Semua pilar kehidupan kita diuji, semua pilar kekuatan kita diasah. Ketabahan, kesabaran, ketahanan, kebersamaan, kepandaian, dan kecepatan kita, semuanya diuji dan sekaligus diasah.

Pandemi Covid-19, kata Jokowi, juga memberikan hikmah kepada bangsa Indonesia bahwa krisis menuntut konsolidasi kekuatan negara untuk melayani rakyat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meraih.

Baca juga: Jokowi Kenakan Pakaian Adat Badui, KSP: Tepis Stigma Negatif

Sementara pada pidato kenegaraannya tahun lalu, Jokowi menyebut pandemi Covid-19 sebagai musibah untuk kebangkitan baru.

"Saya menyambut hangat seruan moral penuh kearifan dari para ulama, para pemuka agama, dan tokoh-tokoh budaya agar menjadikan momentum musibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baru sekali lagi, kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar," kata Jokowi.

Jokowi menyadari adanya kepenatan, kejenuhan, kelelahan, kesedihan, dan kesusahan selama pandemi Covid-19 ini. Ia pun mengakui begitu banyak kritikan kepada pemerintah, terutama terhadap hal-hal yang belum bisa diselesaikan oleh pemerintah.

Jokowi juga mengakui kemandirian industri obat, vaksin, dan alat-alat kesehatan masih menjadi kelemahan pemerintah. Meski begitu, menurutnya pandemi telah mempercepat pengembangan industri farmasi dalam negeri, termasuk pengembangan vaksin merah-putih, dan juga oksigen untuk kesehatan. 

Dalam pidato kenegaraan Jokowi tahun ini, ia tidak membahas pemberantasan korupsi di Indonesia.

Kata "korupsi" hanya disebutkan sekali oleh Jokowi, itu pun saat ia menyebutkan Komisi Pemberantasan korupsi.

Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang menyebut sebanyak dua kali. Bahkan, tahun lalu Jokowi juga menegaskan pemerintah tidak main-main dengan upaya pemberantasan korupsi.

Baca juga: Jokowi Sebut APBN Pendidikan Tahun 2022 Disiapkan Rp 541,7 Triliun

Diketahui, sejak menjabat sebagai presiden pada 2014 hingga hari ini, Jokowi memang jarang sekali menyebut kata korupsi dalam pidato kenegaraannya.

Soal hukum pun demikian, tahun ini Jokowi hanya menyebut kata "hukum" lebih sedikit yaitu sebanyak 3 kali. Sementara tahun lalu sebanyak 8 kali.

Tahun lalu, Jokowi tidak menyingung soal infrastruktur pada pidato kenegaraannya. Namun, pada tahun ini Jokowi membahasnnya sebanyak dua kali.

Baca juga: Jokowi: Perlu Ada Peningkatan Pendapatan Negara Menjadi Rp 1.840,7 Triliun pada 2022

Ia mengatakan penyelesaian pembangunan infrastruktur yang memurahkan logistik, untuk membangun dari pinggiran dan mempersatukan Indonesia, terus diupayakan.

Kata "kerja" yang biasanya menjadi slogan andalan Jokowi hanya diucapkan sebanyak 19 kali dalam pidato kenegaraan tahun ini. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yaitu sebanyak 27 kali.

Pada 2020, Jokowi juga menyebut bahwa semua kebijakan harus mengedepankan ramah lingkungan dan perlindungan HAM.

Akan tetapi, tahun ini Jokowi tidak menyingung HAM sama sekali dalam pidato kenegaraannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.