Kompas.com - 16/08/2021, 12:20 WIB
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan RUU APBN Tahun Anggaran 2022, 16 Agustus 2021 YouTube/Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo saat menyampaikan RUU APBN Tahun Anggaran 2022, 16 Agustus 2021

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, inflasi pada 2022 mendatang diperkirakan sebesar 3 persen.

Kondisi ini menggambarkan kenaikan sisi permintaan karena pemulihan ekonomi.

"Inflasi akan tetap terjaga pada tingkat 3 persen, menggambarkan kenaikan sisi permintaan, baik karena pemulihan ekonomi maupun perbaikan daya beli masyarakat," ujar Jokowi saat menyampaikan pidato RUU APBN 2022 di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (16/8/2021).

Baca juga: Pidato RAPBN Jokowi, Defisit Anggaran 2022 Direncanakan Rp 868 Triliun

Jokowi juga menyampaikan nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp14.350 per dollar Amerika Serikat (AS).

Kemudian, suku bunga Surat Utang Negara 10 tahun diperkirakan sekitar 6,82 persen.

"Mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia dan pengaruh dinamika global," tutur Jokowi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Negara juga mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi 2022 diperkirakan pada kisaran 5 persen sampai 5,5 persen.

Namun, Jokowi menegaskan, pemerintah akan berusaha maksimal mencapai target pertumbuhan di batas atas, yaitu 5,5 persen.

Baca juga: Jokowi Sebut Pertumbuhan Ekonomi pada 2022 Diperkirakan 5,0-5,5 Persen

Dia mengingatkan agar semua pihak harus tetap waspada, karena perkembangan Covid-19 masih sangat dinamis.

"Kita akan menggunakan seluruh sumber daya, analisis ilmiah, dan pandangan ahli untuk terus mengendalikan Pandemi Covid-19. Dengan demikian, pemulihan ekonomi dan kesejahteraan sosial dapat dijaga serta terus dipercepat dan diperkuat," ucap Jokowi.

Tingkat pertumbuhan ekonomi ini juga menggambarkan proyeksi pemulihan yang cukup kuat, didukung oleh pertumbuhan investasi dan ekspor sebagai dampak pelaksanaan reformasi struktural.

Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global dan domestik dapat menyumbang risiko bagi pertumbuhan ekonomi ke depan.

Baca juga: Jokowi: Pemerintah Anggarkan Rp 427,5 Triliun untuk Perlindungan Sosial di RAPBN 2022

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.