Kompas.com - 12/08/2021, 19:01 WIB
Foto pasien Covid-19 yang meninggal dan dimakamkan di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Selasa (10/8/2021). Dibandingkan bulan Juni hingga Juli lalu, jumlah jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di TPU Rorotan berkurang. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOFoto pasien Covid-19 yang meninggal dan dimakamkan di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Selasa (10/8/2021). Dibandingkan bulan Juni hingga Juli lalu, jumlah jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di TPU Rorotan berkurang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengakui, butuh waktu yang lama untuk menurunkan kasus kematian akibat Covid-19, meski kasus positif sudah mulai turun dalam tiga pekan terakhir.

Dewi mengatakan, penurunan kasus kematian baru terlihat dalam sepekan terakhir yaitu turun sekitar 8,2 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

"Penurunan kasus (positif) sudah terjadi di tiga pekan, tapi kematian baru berjalan satu pekan," kata Dewi dalam konferensi pers secara virtual melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (12/8/2021).

Menurut dia, untuk menekan pertumbuhan kasus baru, pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membatasi mobilitas masyarakat. Namun demikian, butuh waktu untuk menekan angka kematian akibat Covid-19.

"Butuh waktu lebih panjang lagi untuk melihat dampak penurunan angka kematian," sambungnya.

Baca juga: UPDATE: Sebaran 1.466 Kasus Kematian Covid-19, Jawa Tengah Tertinggi

Dewi mengatakan, daerah yang menyumbang angka kematian terbanyak dalam sepekan terakhir ini didominasi provinsi di Pulau Jawa yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Kemudian disusul provinsi di luar Jawa yaitu Bali, Kalimantan Timur, Lampung, Riau dan Sumatera Selatan.

Ia mengatakan, peningkatan kasus kematian tersebut harus ditekan dengan melakukan evaluasi terkait pelayanan kesehatan dan kecepatan penanganan.

"Ternyata angka kematiannya tidak hanya berasal dari Pulau Jawa yang notabenenya memiliki jumlah penduduk yang banyak, juga berasal dari provinsi-provinsi di luar Jawa," ujarnya.

Lebih lanjut, Dewi menambahkan, beberapa provinsi lain juga mengalami penambahan kasus kematian yang cukup tinggi dalam sepekan terakhir.

Pertama, Kalimantan Selatan dengan kasus kematian meningkat dari 126 kasus menjadi 158 kasus.

Baca juga: Sengkarut Data Kematian Covid-19...

Kedua, Jawa Tengah dengan kasus kematian naik 4,1 persen. Ketiga, ada Riau yang meningkat 23,2 persen.

"Keempat, Sumatera Utara ini juga naik angka kematiannya 41,5 persen, kelima ada Kepulauan Bangka Belitung naik hingga 4,4 persen, tapi tidak terlalu tinggi karena pekan terakhir sudah mulai turun trennya," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Airlangga Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Sesuai Harapan Jokowi

Airlangga Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Sesuai Harapan Jokowi

Nasional
AJI Bakal Cabut Tasrif Award Lin Che Wei jika Divonis Bersalah

AJI Bakal Cabut Tasrif Award Lin Che Wei jika Divonis Bersalah

Nasional
Kesaksian M Kece Ketika Dianiaya Napoleon Bonaparte: Ditampar dan Ditonjok

Kesaksian M Kece Ketika Dianiaya Napoleon Bonaparte: Ditampar dan Ditonjok

Nasional
Alasan Kepuasan Publik pada Kinerja Jokowi Meningkat: Penyelenggaraan Mudik dan Penanganan Covid-19

Alasan Kepuasan Publik pada Kinerja Jokowi Meningkat: Penyelenggaraan Mudik dan Penanganan Covid-19

Nasional
Bakamla dan KKP Bakal Patroli Bersama Cegah Pencurian Ikan

Bakamla dan KKP Bakal Patroli Bersama Cegah Pencurian Ikan

Nasional
Senin Pekan Depan, Komisi II DPR Putuskan Tahapan Pemilu 2024

Senin Pekan Depan, Komisi II DPR Putuskan Tahapan Pemilu 2024

Nasional
Pejabat Fungsional Kemendesa PDTT Dilantik, Gus Halim Minta Mereka Jalankan Amanah Sebaik-baiknya

Pejabat Fungsional Kemendesa PDTT Dilantik, Gus Halim Minta Mereka Jalankan Amanah Sebaik-baiknya

Nasional
Polri Akan Usut Pengirim Ancaman Bom Virtual ke Kedubes Belarus

Polri Akan Usut Pengirim Ancaman Bom Virtual ke Kedubes Belarus

Nasional
Kejagung Sebut Lin Che Wei Dibayar Jadi Konsultan di Perusahaan Eksportir CPO

Kejagung Sebut Lin Che Wei Dibayar Jadi Konsultan di Perusahaan Eksportir CPO

Nasional
Bawaslu Perbaiki Sistem untuk Tangani Laporan soal Politik Uang di Pemilu 2024

Bawaslu Perbaiki Sistem untuk Tangani Laporan soal Politik Uang di Pemilu 2024

Nasional
KSAD Dudung Resmikan Batalyon Arhanud dan Armed Baru di Kupang

KSAD Dudung Resmikan Batalyon Arhanud dan Armed Baru di Kupang

Nasional
Kasus Ade Yasin, KPK Panggil Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat

Kasus Ade Yasin, KPK Panggil Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat

Nasional
Polri: Seorang Tersangka Terosis ISIS di Sulteng Menyerahkan Diri

Polri: Seorang Tersangka Terosis ISIS di Sulteng Menyerahkan Diri

Nasional
Proyek Gorden Rumah Dinas DPR Dibatalkan, MAKI: Kalau Tidak, Akan Jadi Kasus Korupsi

Proyek Gorden Rumah Dinas DPR Dibatalkan, MAKI: Kalau Tidak, Akan Jadi Kasus Korupsi

Nasional
Kasus Ade Yasin, Sejumlah SKPD Bogor Diduga Kumpulkan Uang untuk Suap Auditor BPK

Kasus Ade Yasin, Sejumlah SKPD Bogor Diduga Kumpulkan Uang untuk Suap Auditor BPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.