Kompas.com - 12/08/2021, 07:33 WIB
Pihak Imigrasi dan diplomat Nigeria Dokumentasi ImigrasiPihak Imigrasi dan diplomat Nigeria
Penulis Irfan Kamil
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Kantor Imigrasi DKI Jakarta menyatakan telah menyelesaikan permasalahan terkait dugaan kekerasan terhadap diplomat Nigeria videonya menjadi viral di media sosial. 

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI DKI Jakarta Ibnu Chuldun, permasalahan itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Ia mengatakan, Duta Besar Nigeria Ari Usman Ogah mendatangi Kantor Imigrasi Jakarta Selatan beserta petugas kepolisian Direktorat Pam Obvit Polda Metro Jaya.

"Setelah proses mediasi dan mendengarkan kronologi kejadian dari kedua belah pihak akhirnya petang itu juga, petugas dan WNA tersebut sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan," kata Ibnu dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (10/8/2021).

"Kedua pihak mengakui telah terjadi kesalahpahaman dan sepakat berdamai disaksikan oleh pimpinan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan dan Duta Besar Nigeria," ujar dia.

Baca juga: Video Diplomat Nigeria Diduga Alami Kekerasan Viral di Medsos, Ini Penjelasannya

Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah, membenarkan kabar bahwa telah berlangsung pertemuan antara Dubes RI dan Menlu Nigeria terkait masalah tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertemuan antara pejabat Kemlu RI bidang protokoler dan konsuler serta Direktorat Jenderal kawasan Afrika dengan pihak Kedubes Nigeria digelar Jakarta pada Rabu (11/8/2021) untuk mendalami apakah ada pelanggaran terkait insiden tersebut.

"Ini yang sedang kita dalami, karena pada informasi yang kita ikuti saat sekarang apa yang disampaikan oleh pihak Imigrasi mereka sedang menjalankan tugas," kata Faizasyah kepada BBC News Indonesia, Rabu (11/08/2021).

"Dan hal-hal ini terus diperjelas, sejauh mana insiden yang terjadi di lapangan tersebut, apakah ada komunikasi yang jelas antara pihak Imigrasi dan yang bersangkutan, apakah ada salah pengertian dan lain-lain” ucap dia.

Faizasyah mengatakan, pemerintah terus mendalami peristiwa tersebut, apakah ada unsur pelanggaran terhadap hak imunitas seorang diplomat dan bagaimana konstruksi peristiwa itu kepada pihak Imigrasi.

Halaman:


Sumber BBC News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.