Menko PMK Temukan Banyak Warga Kampung Nelayan yang Belum Terima Bansos

Kompas.com - 03/08/2021, 13:04 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy saat inspeksi mendadak (sidak) ke perkampungan nelayan RW 01 Kali Adem, Pelabuhan Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara,Senin (2/8/2021).  Humas Kemenko PMKMenko PMK Muhadjir Effendy saat inspeksi mendadak (sidak) ke perkampungan nelayan RW 01 Kali Adem, Pelabuhan Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara,Senin (2/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menemukan masih banyak warga yang belum menerima bantuan sosial (bansos) saat inspeksi mendadak (sidak) ke perkampungan nelayan RW 01 Kali Adem, Pelabuhan Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara,Senin (2/8/2021).

Dikutip dari siaran pers, Muhadjir menemui beberapa warga rentan miskin dan menanyakan soal bantuan sosial.

Sayangnya, beberapa warga yang ditemui Muhadjir mengaku belum mendapatkan bansos tersebut, baik bansos Covid-19 dalam masa penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), maupun bansos reguler lainnya.

Baca juga: Pungli Bansos di Tangerang, Polisi Panggil Pendamping PKH dan Satu Saksi Lainnya

"Jadi di sini masih banyak sekali warga yang seharusnya mendapatkan bansos terutama di masa Covid-19, mereka sangat layak menerima bantuan," ujar Muhadjir.

Muhadjir mengatakan, umumnya mereka sudah memiliki KTP tetapi belum mendapatkan bansos tersebut meski sebenarnya membutuhkan.

Dengan demikian, dia pun meminta pihak kelurahan setempat, yakni Kelurahan Pluit untuk melakukan pendataan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Data tersebut kemudian akan diberikan kepada Kementerian Sosial (Kemensos) untuk diusulkan mendapatkan bansos.

"Kalau mereka belum masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), maka harus diusulkan masuk terlebih dahulu agar bisa mendapatkan bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako," kata Muhadjir.

Muhadjir juga meminta pihak kelurahan untuk lebih detail dalam melakukan pendataan warga yang berhak menerima bansos.

"Saya harap kunjungan ini bisa dijadikan dasar. Terutama kepada Kementerian Sosial dan pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan data secara lebih detail di lapangan," kata dia.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Kepala Daerah Diminta Percepat Penyaluran Bansos dari APBD

Hal tersebut dibutuhkan untuk memastikan agar mereka yang harus dibantu mendapat prioritas bantuan.

Adapun dalam knjungannya itu, Muhadjir juga memberikan bantuan sembako sebanyak 90 paket hasil gotong royong pegawai Kemenko PMK.

Muhadjir juga membagikan masker dan mengingatkan warga untuk terus menggunakan masker.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KSAL: Mahasiswa Pegang Peran Penting sebagai Pelopor Pembangunan Karakter Bangsa

KSAL: Mahasiswa Pegang Peran Penting sebagai Pelopor Pembangunan Karakter Bangsa

Nasional
Ini Upaya Pemerintah Hindari Gelombang Baru Penularan Covid-19

Ini Upaya Pemerintah Hindari Gelombang Baru Penularan Covid-19

Nasional
Airlangga: Presiden Jokowi Minta Serapan Dana DAU/DAK untuk Penanganan Covid-19 Terus Dipantau

Airlangga: Presiden Jokowi Minta Serapan Dana DAU/DAK untuk Penanganan Covid-19 Terus Dipantau

Nasional
Soal Judicial Review AD/ART, Waketum Demokrat: Teror di Siang Bolong

Soal Judicial Review AD/ART, Waketum Demokrat: Teror di Siang Bolong

Nasional
Saksi Sebut Azis Syamsuddin Bertemu dengan Stepanus Robin di Tegal

Saksi Sebut Azis Syamsuddin Bertemu dengan Stepanus Robin di Tegal

Nasional
Deteksi Covid-19 Terkait Belajar Tatap Muka Terbatas Akan Dilakukan secara Aktif

Deteksi Covid-19 Terkait Belajar Tatap Muka Terbatas Akan Dilakukan secara Aktif

Nasional
Kemenkes Sebut Varian Corona R.1 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Sebut Varian Corona R.1 Belum Ada di Indonesia

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 11 Saksi

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 11 Saksi

Nasional
Hasil Survei Sebut Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Turun, Ini Respons Istana

Hasil Survei Sebut Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Turun, Ini Respons Istana

Nasional
Nadiem Khawatir Anak-anak Makin Lama Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Nadiem Khawatir Anak-anak Makin Lama Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Nasional
Luhut: Mobilitas Warga di Sektor Ritel dan Wisata Naik Meski Dilakukan Ganjil-Genap

Luhut: Mobilitas Warga di Sektor Ritel dan Wisata Naik Meski Dilakukan Ganjil-Genap

Nasional
Pemerintah Usulkan Pileg dan Pilpres 2024 Digelar 15 Mei, Ini Alasan Mahfud MD

Pemerintah Usulkan Pileg dan Pilpres 2024 Digelar 15 Mei, Ini Alasan Mahfud MD

Nasional
Luhut: Sekarang Tes Covid-19 Itu 170.000 Per Hari, Sudah Cukup Oke

Luhut: Sekarang Tes Covid-19 Itu 170.000 Per Hari, Sudah Cukup Oke

Nasional
Sekjen PAN Akui Perlu Ada Perbaikan Kinerja Anggota Parpol dan DPR

Sekjen PAN Akui Perlu Ada Perbaikan Kinerja Anggota Parpol dan DPR

Nasional
Menkes Sebut Hoaks Kabar Ribuan Lebih Sekolah PTM Jadi Klaster Covid-19

Menkes Sebut Hoaks Kabar Ribuan Lebih Sekolah PTM Jadi Klaster Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.