Kompas.com - 02/08/2021, 20:45 WIB
Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan strategi penanganan kasus Covid-19, kepada para Epidemiologi secara virtual, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Dokumentasi Humas Kemenko MarvesMenko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan strategi penanganan kasus Covid-19, kepada para Epidemiologi secara virtual, Jakarta, Kamis (4/2/2021).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengeklaim, kebutuhan oksigen dan obat terapi Covid-19 sudah bisa dipenuhi di sejumlah daerah yang mengalami kelangkaan.  

"Pemerintah juga sudah melihat pemenuhan kebutuhan oksigen dan obat sudah semakin baik," kata Luhut yang juga Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, Senin (2/8/2021).

Luhut mengatakan, dalam pemenuhan oksigen dan obat-obatan ini pihaknya juga berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartato yang menangani pengendalian Covid-19 di Iuar Jawa dan Bali.

Baca juga: Perhimpunan Tionghoa Buka Posko Tabung Oksigen Gratis untuk Warga Jabodetabek

Luhut menuturkan, pemerintah akan berupaya untuk bisa memenuhi kebutuhan oksigen di luar Jawa-Bali apabila terjadi kelangkaan. 

Selain itu, pemerintah juga terus berusaha meningkatkan kapasitas rumah sakit untuk pasien Covid-19. Itu dilakukan agar pasien-pasien yang memerlukan isolasi terpusat bisa ditampung. 

"Satu hal yang pemerintah terus jaga adalah mobilisasi pasien-pasien Covid-19 yang tadinya isolasi mandiri untuk isolasi terpusat," ujarnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dilengkapi berbagai fasilitas untuk perawatan Covid-19," lanjut dia.

Adapun fasilitas isolasi terpusat ini dilengkapi dokter, perawat, obat-obataan oksigen serta konsumsi pasien. Pemerintah juga sudah menyiapkan 49.000 tempat tidur isolasi terpusat di Pulau Jawa dan Bali.

Penambahan tempat tidur ini diharapkan klaster keluarga bisa berkurang dan menekan angka kematian pasien Covid-19.

Baca juga: Ini Peran 3 Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Perawat Puskesmas yang Pertahankan Tabung Oksigen

"Juga kita ingin menghindari orang yang bisa meninggal karena saturasi oksigen sudah turun dan mengalami pemburukan dan baru dibawa ke rumah sakit sehingga berpotensi menimbulkan kematian karena keterlambatan penanganan," ucap Luhut.

Sejumlah daerah sempat mengalami kelangkaan oksigen. Kondisi ini menyebabkan penanganan pasien Covid-19 menemui kendala. Antrean di depo pengisian oksigen juga tampak di beberapa kabupaten/kota. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.