Kemendikbud Ristek: Vaksin Merah Putih Akan Diuji Praklinis pada 8 Ekor Monyet

Kompas.com - 02/08/2021, 16:53 WIB
Ilustrasi pengembangan vaksin Covid-19 di Indonesia. Vaksin Merah Putih masih dalam penelitian. SHUTTERSTOCK/Blue Planet StudioIlustrasi pengembangan vaksin Covid-19 di Indonesia. Vaksin Merah Putih masih dalam penelitian.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyampaikan informasi terbaru terkait tahapan pengembangan vaksin Merah Putih.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Ristek Nizam mengatakan, sebanyak delapan ekor monyet telah tiba di lab biosafety level-3 Universitas Airlangga (Unair) untuk diikutkan tahap uji praklinis.

“Monyet-monyet tersebut akan menerima suntikan vaksin Merah Putih yang telah dikembangkan oleh tim peneliti Unair sejak tahun lalu,” kata Nizam dalam keterangan tertulis, Senin (2/8/2021).

Baca juga: Menko PMK Minta Pengembang Vaksin Merah Putih Ciptakan Terobosan untuk Percepat Produksi

Menurut Nizam, peran monyet tersebut akan menjadi bagian penting dalam riset vaksin Merah Putih.

Nizam mengungkapkan, monyet yang akan disuntikkan vaksin Merah Putih adalah jenis Makaka.

Ia mengungkapkan, sebelumnya, uji praklinis vaksin Merah Putih yang dilakukan pada tikus telah sukses menghasilkan kekebalan yang bagus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kini giliran uji pada makaka sebelum masuk ke uji klinis,” ujar Nizam.

Ia berharap pengembangan vaksin Merah Putih dapat segera selesai dilakukan serta menghasilkan efikasi yang lebih tinggi dari vaksin impor.

“Vaksin covid-19 yg dikembangkan di Unair berdasar strain virus lokal Indonesia, diharapkan efikasinya lebih tinggi dari vaksin impor,” kata dia.

Baca juga: Bio Farma Targetkan Produksi Vaksin Merah Putih Dimulai pada April 2022

Diketahui, Indonesia tengah mengembangkan vaksin dalam negeri, yakni vaksin Merah Putih. Vaksin Merah Putih merupakan program yang diikuti 7 lembaga dan universitas di Indonesia.

Sejumlah lembaga yang turut berpartisipasi dalam pengembangan vaksin ini di antaranya Eijkman, Universitas Airlangga, LIPI, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, dan Universitas Gadjah Mada.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.