KILAS

4 Cara Asyik Dukung Atlet Indonesia di Pesta Olahraga Dunia Tokyo 2020

Kompas.com - 30/07/2021, 10:40 WIB
Alviyanto Bagas Prasetyadi (19), pemuda asal Klaten yang menjadi kontingen Indonesia cabor penahan dalam Olimpiade Tokyo 2020. IstimewaAlviyanto Bagas Prasetyadi (19), pemuda asal Klaten yang menjadi kontingen Indonesia cabor penahan dalam Olimpiade Tokyo 2020.

KOMPAS.com – Pesta Olahraga Dunia Tokyo 2020, akhirnya berhasil terealisasi setelah mengalami penundaan selama satu tahun.

Tak hanya atlet-atlet hebat, ajang olahraga empat tahun sekali itu juga sangat dinantikan oleh para pecinta olahraga dari seluruh dunia.

Penyelenggaraannya digelar selama 17 hari, yakni mulai Jumat (23/7/2021) hingga Minggu (8/8/2021) di Tokyo Jepang.

Dalam perhelatan tersebut, Indonesia juga turut mengirimkan atlet-atlet terbaiknya untuk bertanding mewakili negara pada berbagai cabang olahraga (cabor).

Sebagai informasi, per Jumat (30/7/2021) pukul 09.51 WIB, peringkat Indonesia di ajang bergengsi itu masih berada di nomor 43 dengan total perolehan tiga medali, yaitu satu perak dan dua perunggu.

Ketiga medali yang diperoleh tersebut berasal dari cabor angkat besi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tembus Babak Utama Olimpiade Tokyo, Alvin Tehupeiory Bertekad Pecahkan Rekor Nasional

Medali perak didapatkan oleh Eko Yuli dari kelas 61 kilogram (kg) putri, medali perunggu pertama didapatkan Windy Cantika dari kelas 49 kg putri, dan medali perunggu kedua didapatkan Rahmat Erwin dari kelas 73 kg (Grup B).

Semua atlet Tanah Air yang dikirim untuk berlaga di event kelas dunia itu tentu sangat membutuhkan doa, dukungan, dan semangat dari masyarakat Indonesia.

Nah, Anda pun bisa mendukung mereka dari rumah dengan empat cara asyik berikut.

1. Nobar secara virtual bersama teman dan keluarga

Nonton bareng (nobar) sudah menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia saat menyaksikan pertandingan olahraga, terutama sepak bola dan bulu tangkis.

Sebelum pandemi Covid-19, acara nobar kerap dilakukan di kafe, restoran, warung kopi (warkop), rumah teman, bahkan lapangan terbuka di sekitar pemukiman warga.

Namun, karena saat ini Indonesia sedang dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, nobar tidak bisa dilakukan dengan banyak orang.

Baca juga: Atlet Lompat Galah AS Positif Covid-19, Atlet Olimpiade Lain Takut Efek Domino

Solusinya, Anda bisa mengajak teman dan keluarga jauh untuk mendukung atlet Indonesia dengan nobar pertandingan secara virtual.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum OTT, KPK Datangi Kementerian/Lembaga untuk Kasih Peringatan

Sebelum OTT, KPK Datangi Kementerian/Lembaga untuk Kasih Peringatan

Nasional
Wapres: Tak Ada lagi Alasan Badan Publik Tunda Keterbukaan Informasi

Wapres: Tak Ada lagi Alasan Badan Publik Tunda Keterbukaan Informasi

Nasional
Propam Kantongi Izin MA untuk Periksa Irjen Napoleon atas Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece

Propam Kantongi Izin MA untuk Periksa Irjen Napoleon atas Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece

Nasional
Wapres Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi Publik Harus Terus Dilaksanakan

Wapres Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi Publik Harus Terus Dilaksanakan

Nasional
Airlangga Umumkan Nama Wakil Ketua DPR Pengganti Azis Syamsuddin, Rabu Besok

Airlangga Umumkan Nama Wakil Ketua DPR Pengganti Azis Syamsuddin, Rabu Besok

Nasional
PMI Jelaskan Syarat dan Tahap bagi Donor Plasma Konvalesen untuk Covid-19

PMI Jelaskan Syarat dan Tahap bagi Donor Plasma Konvalesen untuk Covid-19

Nasional
Komnas Perempuan Minta Polri Proses Hukum Pelaku KDRT

Komnas Perempuan Minta Polri Proses Hukum Pelaku KDRT

Nasional
Pimpinan Sebut 1.291 Perkara Korupsi Ditindak KPK sejak 2004 hingga Juni 2021

Pimpinan Sebut 1.291 Perkara Korupsi Ditindak KPK sejak 2004 hingga Juni 2021

Nasional
Pemerintah Diminta Libatkan Banyak Pihak Tentukan Tanggal Pemilu 2024

Pemerintah Diminta Libatkan Banyak Pihak Tentukan Tanggal Pemilu 2024

Nasional
Sepanjang 2004-2021, Komnas Perempuan Catat 544.452 Kekerasan dalam Rumah Tangga

Sepanjang 2004-2021, Komnas Perempuan Catat 544.452 Kekerasan dalam Rumah Tangga

Nasional
Luhut Klaim Angka Testing Sudah Cukup Baik, Epidemiolog: Mestinya 270.000 Testing Per Hari

Luhut Klaim Angka Testing Sudah Cukup Baik, Epidemiolog: Mestinya 270.000 Testing Per Hari

Nasional
Pemerintah Diminta Kaji Bersama Pakar soal Rencana Izinkan Kegiatan Skala Besar

Pemerintah Diminta Kaji Bersama Pakar soal Rencana Izinkan Kegiatan Skala Besar

Nasional
“Ghosting” Politik, Ketika Kepala Daerah Berkonflik dengan Wakilnya

“Ghosting” Politik, Ketika Kepala Daerah Berkonflik dengan Wakilnya

Nasional
Tiga Patung Penumpas G30S/PKI Dibongkar Penggagas, Pangkostrad Tidak Bisa Menolak

Tiga Patung Penumpas G30S/PKI Dibongkar Penggagas, Pangkostrad Tidak Bisa Menolak

Nasional
Muncul Klaster PTM, Luhut: Kita Lebih Takut Generasi Mendatang Jadi Bodoh

Muncul Klaster PTM, Luhut: Kita Lebih Takut Generasi Mendatang Jadi Bodoh

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.