Kompas.com - 27/07/2021, 11:33 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan terkait penerapan PPKM di Istana Merdeka, Jakarta,  Minggu (25/7/2021). Presiden Joko Widodo memutuskan untuk melanjutkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 dari 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 dengan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap. ANTARA FOTO/Biro Pers - Setpres/hma/rwa BIRO PERS SETPRES/Hafidz Mubarak APresiden Joko Widodo menyampaikan keterangan terkait penerapan PPKM di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/7/2021). Presiden Joko Widodo memutuskan untuk melanjutkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 dari 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 dengan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap. ANTARA FOTO/Biro Pers - Setpres/hma/rwa

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta setiap aparatur sipil negara (ASN) memiliki jiwa membantu dan melayani masyarakat.

Menurut Presiden, kewenangan yang dimiliki ASN harus digunakan untuk menjaga kehidupan masyarakat.

"Setiap ASN harus mempunyai jiwa untuk melayani, untuk membantu masyarakat. Untuk itu ASN dilengkapi dengan kewenangan dan sumber daya yang diberikan oleh negara," ujar Jokowi dalam sambutannya pada peluncuran logo baru dan layanan konsultasi digital Kemenpan RB yang disiarkan secara virtual pada Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Jokowi: Tak Boleh Ada Lagi Ego Sektoral di Antara ASN

"Otoritas dan sumber daya ini harus digunakan secara akuntabel dengan loyalitas tinggi kepada pemerintah, bangsa, dan negara serta menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis," lanjutnya.

Jokowi pun mengingatkan bahwa posisi ASN bukan pejabat yang justru minta dilayani selayaknya pejabat zaman kolonial.

Dia menegaskan, sikap seperti itu tidak boleh ada lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bukan zamannya lagi," kata mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Kepala Negara melanjutkan, di tengah dunia yang penuh disrupsi, peningkatan kapasitas dan kompetensi serta kemampuan beradaptasi menjadi mutlak bagi ASN.

Baca juga: Menpan RB: Penyederhanaan Birokrasi Dimulai dari Mengubah Pola Pikir ASN


Pasalnya, kata Jokowi, banyak sekali masalah yang tidak bisa hanya dipecahkan oleh satu dinas, oleh satu daerah, oleh suatu kementerian atau lembaga, maupun oleh satu keahlian dan satu disiplin ilmu.

Kolaborasi lintas organisasi lintas daerah, lintas ilmu, lintas profesi menjadi sangat penting.

"Semua masalah selalu lintas sektor dan lintas disiplin. Saat ini dunia menjadi serba hybrid, serba kolaboratif. Tidak boleh lagi ada ego, baik ego sektor, ego daerah, dan ego ilmu," tegas Jokowi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.