Ari Junaedi
Akademisi dan konsultan komunikasi

Doktor komunikasi politik & Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama.

Perjalanan PDI Perjuangan: dari Kudatuli, Oposisi, Dominasi, hingga Pandemi

Kompas.com - 27/07/2021, 06:48 WIB
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo yag saat itu menjadi Gubernur DKI Jakarta  menjadi pembicara dalam seminar yang diselenggarakan Dewan Guru Besar Universitas Indonesia di Aula FK UI, Jakarta, Sabtu (30/11/2013). Seminar tersebut mengambil tema Indonesia Menjawab Tantangan Kepemimpinan Menuju Bangsa Pemenang. KOMPAS/RIZA FATHONIKetua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo yag saat itu menjadi Gubernur DKI Jakarta menjadi pembicara dalam seminar yang diselenggarakan Dewan Guru Besar Universitas Indonesia di Aula FK UI, Jakarta, Sabtu (30/11/2013). Seminar tersebut mengambil tema Indonesia Menjawab Tantangan Kepemimpinan Menuju Bangsa Pemenang.

PDI Perjuagan menerima dengan “legowo” posisi Megawati yang hanya menjadi orang nomor dua. Megawati baru menjadi Presiden usai MPR menggelar sidang istimewa pada tahun 2001.

Kekuasaan Megawati berakhir ketika salah satu mantan menterinya memenangkan Pemilu di tahun 2004.

Bertarung dua kali dalam Pemilu tahun 2004 dan 2009, PDI Perjuangan kalah terhormat dari Partai Demokrat besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menjadi oposisi selama satu dekade pemerintahan SBY menjadikan perjalanan politik PDI Perjuangan sangat unik. Ibarat roller coaster, perjalanan PDI Perjuangan dimulai dari merangkak, menjadi oposisi, berada di tampuk teratas kepemimpinan nasional dan menjadi oposisi kembali.

Sejarah seperti berulang kembali, ketika kader PDI Perjuangan yang bernama Joko Widodo didapuk sebagai presiden dari hasil dua kali pemilu di tahun 20014 serta 2019.

Perjuangan baru

Namun kini, perjalanan PDI Perjuangan yang terentang lama sejak fusi penyatuan berbagai partai menjadi PDI di tahun 1971 dan berkulminasi di peristiwa Kudatuli menghadapi tantangan yang maha dahsyat. Pandemi covid-19 menjadi perjuangan terbaru yang harus dilakoni PDI Perjuangan.

Seakan bertransformasi lagi ketika peristiwa Kudatuli terjadi, dari perlawanan politik berubah ke laga hukum, kali ini PDI Perjuangan mengalihkan arah perjuangan politik ke ranah kemanusian.

PDI Perjuangan tidak boleh menjadi menara gading, yang terus berpuas diri dengan menjadi pemenang pemilu dan pemegang kekuasaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

PDI Perjuangan tidak boleh menatap mata dengan penderitaan rakyat yang sekarang ini tengah berjuang melawan pandemi.

Baca juga: Survei SMRC: Jika Pileg Digelar Sekarang, PDI-P Raih Suara Tertinggi

Harus diakui, PDI Perjuangan adalah partai yang memelopori pendirian dapur umum untuk pendistribusian makanan sehat bergizi bagi warga yang tengah isolasi mandiri di rumah karena Covid.

Semua kantor partai bersalin rupa menjadi dapur umum. Biaya operasional dapur umum berasal dari dana gotong royong anggota dewan ditambah sumbangan kader dan simpatisan partai.

Partai berlambang banteng mocong putih ini juga gencar melaksanakan vaksinasi untuk mendukung target dua juta vaksinasi per hari yang telah dicanangkan Presiden Jokowi.

Tidak ada yang salah dari langkah “terbaru” PDI Perjuangan ini. Justru elan semangat korban Kudatuli diejahwantakan dalam perjuangan kemanusian di saat kita menghadapi tragedi pandemi yang tidak tahu kapan berakhirnya ini.

“Jadilah kader yang ketika berkuasa untuk tidak mabuk kekuasaan. Terus melatih diri untuk displin, terus menebalkan kemanusiaan dan selalu dekat dengan rakyat. Sejatinya pemimpin sejati adalah yang menangis dan tertawa bersama rakyat. Satu kata dalam perbuatan.”

Kalimat di atas adalah ucapan Megawati Soekarnoputeri yang selalu terngiang terus oleh penulis selama mendampingi di kala dikuyoh-kuyoh sejak 1997 hingga 2010 dalam berbagai kesempatan susah maupun senang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo Ditahan Terpisah

Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo Ditahan Terpisah

Nasional
Kunjungan Kerja, Wapres Puji Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

Kunjungan Kerja, Wapres Puji Mal Pelayanan Publik Banyuwangi

Nasional
KSAL: TNI AL Harus Siap Hadapi Ancaman Konvensional dan Nonkonvensional

KSAL: TNI AL Harus Siap Hadapi Ancaman Konvensional dan Nonkonvensional

Nasional
Novel Baswedan Laporkan Pimpinan KPK Lili Pintauli ke Dewas

Novel Baswedan Laporkan Pimpinan KPK Lili Pintauli ke Dewas

Nasional
Kejagung Ungkap Peran 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo

Kejagung Ungkap Peran 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Perum Perindo

Nasional
Salah Satu Saksi Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo Meninggal Dunia saat Hendak Diperiksa Kejagung

Salah Satu Saksi Kasus Dugaan Korupsi Perum Perindo Meninggal Dunia saat Hendak Diperiksa Kejagung

Nasional
Muzani: Gerindra Ingin Belajar dari Loyalitas Santri kepada Kiai

Muzani: Gerindra Ingin Belajar dari Loyalitas Santri kepada Kiai

Nasional
Saksi Sebut Sarana Jaya Awalnya Ajukan Anggaran Rp 5,5 Triliun Dalam Penyertaan Modal Daerah

Saksi Sebut Sarana Jaya Awalnya Ajukan Anggaran Rp 5,5 Triliun Dalam Penyertaan Modal Daerah

Nasional
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo

Nasional
Naik Pesawat ke Wilayah Level 3 dan 4 Non Jawa-Bali Juga Wajib Tes PCR

Naik Pesawat ke Wilayah Level 3 dan 4 Non Jawa-Bali Juga Wajib Tes PCR

Nasional
Kemenkes Klaim Indonesia Jadi Negara Non Produsen Vaksin Covid-19 yang Capaian Vaksinasinya Terbaik

Kemenkes Klaim Indonesia Jadi Negara Non Produsen Vaksin Covid-19 yang Capaian Vaksinasinya Terbaik

Nasional
3 Orang dan 1 Korporasi Tersangka Kasus Pengadaan Lahan di Munjul Segera Disidang

3 Orang dan 1 Korporasi Tersangka Kasus Pengadaan Lahan di Munjul Segera Disidang

Nasional
Sebaran 15.594 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 21 Oktober 2021

Sebaran 15.594 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 21 Oktober 2021

Nasional
UPDATE 21 Oktober: Ada 4.336 Kasus Suspek Covid-19

UPDATE 21 Oktober: Ada 4.336 Kasus Suspek Covid-19

Nasional
Pengacara Sebut Luhut Tak Datang Mediasi Atas Permintaan Penyidik

Pengacara Sebut Luhut Tak Datang Mediasi Atas Permintaan Penyidik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.