Kompas.com - 26/07/2021, 20:40 WIB
Serma KKO (Purnawirawa)  H. Samuri, salah satu pelaku sejarah yang terlibat dalam peristiwa Pengangkaan  Jenazah Korban G-30-S/PKI di Lubang Buaya, meninggal dunia pada usia 82 tahun, Senin (26/7/2021), di Surabaya, Jawa Timur. Dok Dispen KormarSerma KKO (Purnawirawa) H. Samuri, salah satu pelaku sejarah yang terlibat dalam peristiwa Pengangkaan Jenazah Korban G-30-S/PKI di Lubang Buaya, meninggal dunia pada usia 82 tahun, Senin (26/7/2021), di Surabaya, Jawa Timur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu pengangkat tujuh jenderal korban Partai Komunis Indonesia (PKI) dari Korps Marinir TNI Angkatan Laut, Serma KKO (Purn) Samuri meninggal dunia di kediamannya di Surabaya, Jawa Timur, Senin (26/07/2021).

Samuri meninggal dunia pada usia 82 tahun karena sakit.

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono menyatakan duka cita yang mendalam atas berpulangnya salah satu putera terbaik bangsa ini.

"Beliau adalah prajurit pejuang yang berdedikasi dan loyalitas tinggi yang patut diteladani bagi para generasi penerus," ujar Suhartono dalam keterangan tertulis, Senin malam.

Baca juga: Kisah Pengambilan Jasad 7 Pahlawan Revolusi di Sumur Lubang Buaya

Almarhum merupakan salah satu prajurit yang ditugaskan Komandan KKO AL atau yang sekarang dikenal dengan sebutan Korps Marinir TNI AL, Mayor Jenderal KKO Hartono untuk mengangkat tujuh perwira tinggi dan perwira pertama TNI AD yang menjadi korban tragedi G-30-S/PKI pada 30 September 1965 di Lubang Buaya.

Sebagai wujud perhatian seorang pimpinan, Dankormar serta pejabat utama Mako Kormar berkesempatan menjenguk langsung di kediaman almarhum beberapa waktu lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu, almarhum masih bisa berkomunikasi secara verbal meski terbaring di tempat tidur karena menderita sakit stroke dan diabetes.

Baca juga: Peristiwa G30S/PKI: Kisah 7 Pahlawan Revolusi yang Jasadnya Dibuang di Sumur Lubang Buaya

Jenazah Sumari dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) 10 November dengan upacara militer serta menerapkan protokol kesehatan secara.

Upacara tersebut dilaksanakan untuk menunjukan kepedulian kepada sesepuh Korps Marinir, baik atasan maupun rekan kerja kepada setiap keluarga besar Korps Marinir TNI AL.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.