Kompas.com - 26/07/2021, 18:29 WIB
PPKM Level 4 di Kota Sorong Masih menunggu instruksi Mendagri Maichel KOMPAS.comPPKM Level 4 di Kota Sorong Masih menunggu instruksi Mendagri

JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR mendukung kebijakan pemerintah yang memutuskan untuk melanjutkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 2 Agustus 2021.

Sekretaris Fraksi PPP DPR Achmad Baidowi mengatakan, pemerintah melakukan hal tersebut demi menekan penyebaran Covid-19 yang hingga kini masih mengganas.

"Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk menekan laju penyebaran Covid-19 yang semakin mengganas," kata Baidowi dikutip dari Antara, Senin (26/7/2021).

Namun, pria yang akrab disapa Awiek itu menyebut ada dua hal yang harus menjadi perhatian pemerintah dalam perpanjangan PPKM Level 4.

 Baca juga: Diizinkan di PPKM Level 1-3, Ini Aturan Resepsi Pernikahan dan Hajatan

Pertama adalah mengenai konsistensi dalam pelaksanaan kebijakan PPKM Level 4 di lapangan.

Kedua, stimulus berupa bantuan yang harus disalurkan kepada masyarakat selama PPKM Level 4 berjalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami harap konsistensi dalam pelaksanaan di lapangan dan stimulus dari pemerintah berupa sembako dan bantuan lainnya segera direalisasikan. Karena masyarakat di bawah sangat berat sekali pada era PPKM ini," terangnya.

Awiek mengatakan, terkait pelaksanaan PPKM Level 4 juga tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran ketentuan PPKM.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar dalam pelaksanaan kebijakan tersebut tetap mengedepankan pendekatan humanis bagi masyarakat.

"Pelaksanaan di lapangan lebih mengedepankan pendekatan yang humanis. Karena situasi di lapangan sering kali tidak terkontrol," tutur dia.

 Baca juga: Anggota DPRD Banyuwangi yang Ngeyel Gelar Hajatan Saat PPKM Didenda Rp 500.000

Wakil Sekretaris Jenderal PPP itu menuturkan, terkait sanksi PPKM Level 4 juga harus tegas dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Namun, kata Awiek, tata cara penyampaian peraturan di lapangan wajib diiringi dengan bahasa yang dapat diterima masyarakat.

Lebih lanjut, pemerintah juga diminta terus mengedepankan sosialisasi tentang pentingnya protokol kesehatan selama masa PPKM Level 4.

Selain itu, dari sisi masyarakat, diminta untuk menghindari berita atau informasi hoaks terkait pandemi.

Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat hanya percaya terhadap informasi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

"Masyarakat harus percaya pada informasi yang dikeluarkan instansi resmi, bukan hoaks dan jangan terprovokasi oleh hal-hal merugikan," pungkasnya.

Baca juga: Batam Terapkan PPKM Level 4, Rapid Test Massal Terkendala

Sebelumnya, pemerintah resmi melanjutkan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu (25/7/2021) malam.

Kebijakan tersebut dihitung berlaku mulai Senin (26/7/2021).

"Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi, dan dinamika sosial, saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Selama PPKM Level 4 berlaku, dilakukan pembatasan pada sejumlah sektor, mulai dari perkantoran, pendidikan, pusat perbelanjaan, tempat makan atau restoran, transportasi, wisata, seni budaya, hingga sosial kemasyarakatan.

Jokowi juga mengklaim bahwa PPKM Darurat dan PPKM Level 4 sudah berhasil memperbaiki kondisi pandemi di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Ungkap Modus Pelanggaran Pengguanaan PeduliLindungi, 1 Rombongan Cuma 1 Orang yang 'Scanning'

Luhut Ungkap Modus Pelanggaran Pengguanaan PeduliLindungi, 1 Rombongan Cuma 1 Orang yang "Scanning"

Nasional
Dirut PT INKA Pastikan Pengujian LRT Jabodebek Tetap Berjalan Usai Peristiwa Tabrakan

Dirut PT INKA Pastikan Pengujian LRT Jabodebek Tetap Berjalan Usai Peristiwa Tabrakan

Nasional
Soal Kemenag 'Hadiah' untuk NU, Politisi PKB Minta Menteri Yaqut Perbaiki Komunikasi

Soal Kemenag "Hadiah" untuk NU, Politisi PKB Minta Menteri Yaqut Perbaiki Komunikasi

Nasional
Pakar: Rachel Vennya Bisa Dikenakan Sanksi Denda Terkait Nopol 'RFS'

Pakar: Rachel Vennya Bisa Dikenakan Sanksi Denda Terkait Nopol "RFS"

Nasional
Azis Syamsuddin Bantah 3 Saksi Lain, Hakim: Ada yang Beri Keterangan Palsu

Azis Syamsuddin Bantah 3 Saksi Lain, Hakim: Ada yang Beri Keterangan Palsu

Nasional
Tabrakan LRT Jabodetabek, Dirut PT INKA: Masinis Alami Luka Ringan

Tabrakan LRT Jabodetabek, Dirut PT INKA: Masinis Alami Luka Ringan

Nasional
Dirut PT INKA Ungkap Kronologi Tabrakan LRT di Cibubur, Duga Disebabkan 'Human Error'

Dirut PT INKA Ungkap Kronologi Tabrakan LRT di Cibubur, Duga Disebabkan "Human Error"

Nasional
Hakim Pertanyakan Alasan Azis Syamsuddin Pinjamkan Rp 200 Juta ke Eks Penyidik KPK

Hakim Pertanyakan Alasan Azis Syamsuddin Pinjamkan Rp 200 Juta ke Eks Penyidik KPK

Nasional
Tes PCR Akan Diberlakukan di Seluruh Moda Transportasi

Tes PCR Akan Diberlakukan di Seluruh Moda Transportasi

Nasional
Luhut Minta Semua Pihak Disiplin Terapkan Prokes meski Kasus Covid-19 Menurun

Luhut Minta Semua Pihak Disiplin Terapkan Prokes meski Kasus Covid-19 Menurun

Nasional
Waketum: Kader Nasdem Tak Ada yang Genit di Kabinet, apalagi Ingin Maju Capres

Waketum: Kader Nasdem Tak Ada yang Genit di Kabinet, apalagi Ingin Maju Capres

Nasional
Nasdem Anggap Wajar Menteri-menteri Jokowi Masuk Bursa Capres

Nasdem Anggap Wajar Menteri-menteri Jokowi Masuk Bursa Capres

Nasional
Presiden Jokowi Akan Hadiri Sejumlah KTT ASEAN, G-20, hingga COP26

Presiden Jokowi Akan Hadiri Sejumlah KTT ASEAN, G-20, hingga COP26

Nasional
RI Terima 684.400 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Selandia Baru

RI Terima 684.400 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Selandia Baru

Nasional
Pengawasan Prokes di Lapangan Lemah, Luhut: Kita Jangan Membohongi Diri Sendiri

Pengawasan Prokes di Lapangan Lemah, Luhut: Kita Jangan Membohongi Diri Sendiri

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.