Menkes: Kebutuhan Oksigen 2.500 Ton Per Hari, Kapasitas Produksi Hanya 1.700 Ton

Kompas.com - 26/07/2021, 17:46 WIB
Pekerja melakukan pengisian gas oksigen di instalasi gas PT UGMP (anak perusahaan PT Chandra Asri) di Walantaka, Serang, Banten, Senin (19/7/2021). Kementerian Kesehatan mengambil langkah menggandeng Kementerian Perindustrian untuk mengkonversi kebutuhan oksigen sektor industri yang menurun dan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis yang justru melonjak akibat pandemi. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/wsj. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMANPekerja melakukan pengisian gas oksigen di instalasi gas PT UGMP (anak perusahaan PT Chandra Asri) di Walantaka, Serang, Banten, Senin (19/7/2021). Kementerian Kesehatan mengambil langkah menggandeng Kementerian Perindustrian untuk mengkonversi kebutuhan oksigen sektor industri yang menurun dan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis yang justru melonjak akibat pandemi. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebutuhan oksigen medis di Indonesia meningkat menjadi 2.500 ton per hari, setelah sebelumnya hanya 400 ton oksigen per hari.

Sementara, kata Budi, kemampuan kapasitas produksi oksigen di dalam negeri hanya 1.700 ton oksigen per hari.

"Sehingga kita ada Gap (kesenjangan), karena sama seperti obat kenaikannya (kebutuhan oksigen) tinggi sekali," kata Budi dalam konferensi pers secara virtual, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Warga Kesulitan Cari Oksigen, Yayasan RHC Suplai 100 Tabung Gratis

Budi mengatakan, pemerintah saat ini melakukan impor oksigen konsentrator untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam negeri.

Oksigen konsentrator ini dapat dipasang di rumah atau di ranjang rumah sakit dengan daya listrik.

Ia mengatakan, setiap 1.000 unit oksigen konsentrator dapat memproduksi sekitar 20 ton oksigen per hari dan saat ini terdapat 17.000 unit oksigen konsentrator yang diterima pemerintah dalam bentuk donasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita rencana sudah beli 20.000 unit, yang nanti akan kita distribusikan ke seluruh Rumah Sakit dengan tempat isolasi agar orang yang membutuhkan oksigen yang positif bisa menghirup oksigen yang dihasilkan oleh oksigen konsentrator ini," ujarnya.

Baca juga: Jokowi: Rumah Oksigen Gotong Royong di Jaktim Bisa Tampung 500 Pasien Covid-19

Lebih lanjut, Budi mengatakan, pemerintah juga akan menambah oksigen liquid untuk rumah sakit khususnya di ruang ICU.

Ia mengatakan, untuk menambah oksigen liquid ini pemerintah akan memanfaatkan extra capacity dari pabrik-pabrik oksigen di Indonesia dan pabrik industri lainnya.

"Misalnya pabrik baja, pabrik smelter, nikel kemudian juga ada pabrik pupuk mereka memproduksi oksigen di dalam negeri itu yang nanti akan kita tarik dan kita distribusikan ke seluruh provinsi," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KSAL: Mahasiswa Pegang Peran Penting sebagai Pelopor Pembangunan Karakter Bangsa

KSAL: Mahasiswa Pegang Peran Penting sebagai Pelopor Pembangunan Karakter Bangsa

Nasional
Ini Upaya Pemerintah Hindari Gelombang Baru Penularan Covid-19

Ini Upaya Pemerintah Hindari Gelombang Baru Penularan Covid-19

Nasional
Airlangga: Presiden Jokowi Minta Serapan Dana DAU/DAK untuk Penanganan Covid-19 Terus Dipantau

Airlangga: Presiden Jokowi Minta Serapan Dana DAU/DAK untuk Penanganan Covid-19 Terus Dipantau

Nasional
Soal Judicial Review AD/ART, Waketum Demokrat: Teror di Siang Bolong

Soal Judicial Review AD/ART, Waketum Demokrat: Teror di Siang Bolong

Nasional
Saksi Sebut Azis Syamsuddin Bertemu dengan Stepanus Robin di Tegal

Saksi Sebut Azis Syamsuddin Bertemu dengan Stepanus Robin di Tegal

Nasional
Deteksi Covid-19 Terkait Belajar Tatap Muka Terbatas Akan Dilakukan secara Aktif

Deteksi Covid-19 Terkait Belajar Tatap Muka Terbatas Akan Dilakukan secara Aktif

Nasional
Kemenkes Sebut Varian Corona R.1 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Sebut Varian Corona R.1 Belum Ada di Indonesia

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 11 Saksi

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 11 Saksi

Nasional
Hasil Survei Sebut Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Turun, Ini Respons Istana

Hasil Survei Sebut Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Turun, Ini Respons Istana

Nasional
Nadiem Khawatir Anak-anak Makin Lama Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Nadiem Khawatir Anak-anak Makin Lama Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Nasional
Luhut: Mobilitas Warga di Sektor Ritel dan Wisata Naik Meski Dilakukan Ganjil-Genap

Luhut: Mobilitas Warga di Sektor Ritel dan Wisata Naik Meski Dilakukan Ganjil-Genap

Nasional
Pemerintah Usulkan Pileg dan Pilpres 2024 Digelar 15 Mei, Ini Alasan Mahfud MD

Pemerintah Usulkan Pileg dan Pilpres 2024 Digelar 15 Mei, Ini Alasan Mahfud MD

Nasional
Luhut: Sekarang Tes Covid-19 Itu 170.000 Per Hari, Sudah Cukup Oke

Luhut: Sekarang Tes Covid-19 Itu 170.000 Per Hari, Sudah Cukup Oke

Nasional
Sekjen PAN Akui Perlu Ada Perbaikan Kinerja Anggota Parpol dan DPR

Sekjen PAN Akui Perlu Ada Perbaikan Kinerja Anggota Parpol dan DPR

Nasional
Menkes Sebut Hoaks Kabar Ribuan Lebih Sekolah PTM Jadi Klaster Covid-19

Menkes Sebut Hoaks Kabar Ribuan Lebih Sekolah PTM Jadi Klaster Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.