Tracing Kontak Erat Covid-19 Standar WHO 1:30, Panglima: Indonesia Baru Bisa 1:1

Kompas.com - 26/07/2021, 17:08 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau isoter di rumah sakit lapangan khusus Covid-19 Bambanglipuro, Bantul, Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY), Sabtu (24/7/2021). Puspen Mabes TNIPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau isoter di rumah sakit lapangan khusus Covid-19 Bambanglipuro, Bantul, Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY), Sabtu (24/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengakui pelaksanaan tracing kontak erat Covid-19 di tanah air masih jauh dari standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan rasio 1 banding 30.

Artinya, pada 1 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan dilakukan pelacakan ke 30 orang kontak erat.

Akan tetapi, pelaksanaan tracing di Indonesia masih berkutat pada rasio 1 banding 1.

"Kalau kita ketahui bersama bahwa sesuai standar WHO bahwa dalam pelaksaan tracing kontak erat itu adalah rasionya 1 banding 30. Namun, di Indonesia saat ini baru bisa dilaksanakan 1 banding 1. Satu yang terkonfirmasi dan 1 yang kita laksanakan tracing kontak erat," ujar Hadi dalam konferensi pers, Senin (26/7/2021).

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemerintah Diminta Fokus Penguatan Testing dan Tracing

Kendati demikian, Hadi menegaskan bahwa TNI bersama Polri, BNPB, dan Kementerian Kesehatan berupaya untuk memenuhi standar WHO tersebut.

Caranya adalah dengan memperbanyak tenaga tracer kontak erat, mulai dari dinas kesehatan, TNI, Polri, dan BNPB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejauh ini tercatat terdapat 63 ribu tenaga tracer dari TNI yang tersebar di semua wilayah, termasuk di posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema pelacakan secara digital. Saat ini, para tenaga tracer tersebut tengah mendapatkan pelatihan dari Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Aturan PPKM Baru, Kemenkes Izinkan Rapid Antigen Jadi Acuan Tracing

"Tujuannya adalah untuk mempermudah melaksanakan tracing kontak erat," kata Hadi.

Nantinya, pelacakan bisa dilakukan melalui wawancara via aplikasi pesan Whatsapp.

"Namun, apabila menemui kendala maka tracer lapangan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas termasuk dari bidan desa akan secara manual mendatangi masyarakat yang disinyalir terkena atau terpapar Covid-19," terang dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas: Penyelenggaraan Konser Bergantung pada Kebijakan Pemda

Satgas: Penyelenggaraan Konser Bergantung pada Kebijakan Pemda

Nasional
Komnas HAM Belum Terima Konfirmasi Istana soal Pertemuan dengan Jokowi Terkait Polemik TWK

Komnas HAM Belum Terima Konfirmasi Istana soal Pertemuan dengan Jokowi Terkait Polemik TWK

Nasional
Kapolri Sebut Presiden Jokowi Setuju 56 Pegawai Nonaktif KPK Direkrut Jadi ASN Polri

Kapolri Sebut Presiden Jokowi Setuju 56 Pegawai Nonaktif KPK Direkrut Jadi ASN Polri

Nasional
BKKBN Tunggu Proses Hukum Kasus Dugaan Penipuan Terkait Jabatan yang Dialami Mantan Kolonel TNI AU

BKKBN Tunggu Proses Hukum Kasus Dugaan Penipuan Terkait Jabatan yang Dialami Mantan Kolonel TNI AU

Nasional
Kapolri Bakal Rekrut 56 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri

Kapolri Bakal Rekrut 56 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri

Nasional
Pilih Nyemplung Menanam Mangrove, Jokowi: Masak Saya Sendiri di Darat, Kan Nggak Lucu...

Pilih Nyemplung Menanam Mangrove, Jokowi: Masak Saya Sendiri di Darat, Kan Nggak Lucu...

Nasional
Jokowi: Indonesia Punya Hutan Mangrove Terluas di Dunia, Wajib Kita Pelihara

Jokowi: Indonesia Punya Hutan Mangrove Terluas di Dunia, Wajib Kita Pelihara

Nasional
Temui Menkopolhukam, Nasdem Usulkan Ulama Syaikhoni Kholil Jadi Pahlawan Nasional

Temui Menkopolhukam, Nasdem Usulkan Ulama Syaikhoni Kholil Jadi Pahlawan Nasional

Nasional
Deputi KSP Khawatir Revisi UU ASN Buka Celah Jual Beli Jabatan

Deputi KSP Khawatir Revisi UU ASN Buka Celah Jual Beli Jabatan

Nasional
Ini 10 Desa Terbaik di Indonesia dalam Keterbukaan Informasi Publik

Ini 10 Desa Terbaik di Indonesia dalam Keterbukaan Informasi Publik

Nasional
Azyumardi Azra: Jokowi Tak Minat dengan KPK, Pidato Kenegaraannya Tak Singgung soal Korupsi

Azyumardi Azra: Jokowi Tak Minat dengan KPK, Pidato Kenegaraannya Tak Singgung soal Korupsi

Nasional
Respons Wakil Ketua MKD soal Rendahnya Tingkat Kepercayaan Publik terhadap DPR

Respons Wakil Ketua MKD soal Rendahnya Tingkat Kepercayaan Publik terhadap DPR

Nasional
Panglima TNI Apresiasi Sinergitas Satgas Madago Raya Buru Teroris Poso

Panglima TNI Apresiasi Sinergitas Satgas Madago Raya Buru Teroris Poso

Nasional
Kemendagri Terbitkan Aturan soal PON XX Papua, Penonton di Stadion Dibatasi

Kemendagri Terbitkan Aturan soal PON XX Papua, Penonton di Stadion Dibatasi

Nasional
Soal Varian Baru R.1, Satgas: Pengingat bahwa Covid-19 Belum Sepenuhnya Hilang

Soal Varian Baru R.1, Satgas: Pengingat bahwa Covid-19 Belum Sepenuhnya Hilang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.