Ribuan Warga Meninggal Saat Isolasi Mandiri, Menkes Duga Banyak yang Tak Mau Lapor

Kompas.com - 26/07/2021, 15:24 WIB
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi  memberi sambutan saat menerima bantuan 500 ton oksigen dari Indonesia Morowali Industrial Park di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/7/2021). Menteri Kesehatan, Budi Gunadi memberi sambutan saat menerima bantuan 500 ton oksigen dari Indonesia Morowali Industrial Park di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merasa sedih saat mendapatkan informasi bahwa banyak warga yang meninggal dunia saat melaksanakan isolasi mandiri.

"Saya sedih, saya dapat masukan isolasi mandiri banyak yang meninggal," kata Budi saat konferensi pers secara melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/7/2021).

Budi mengatakan, warga yang meninggal saat isolasi mandiri ini bukan hanya karena tidak diterima rumah sakit rujukan, tetapi tidak melapor saat terpapar Covid-19.

Baca juga: 3.127.826 Kasus Covid-19 RI dan Menanti Tanggung Jawab Negara atas Tingginya Angka Kematian Isolasi Mandiri...

Ia mengatakan, di beberapa daerah orang terpapar Covid-19 masih memiliki beban sosial untuk melapor.

"Oleh karena itu, Covid-19 bukan sakit aib, justru kalau saudara sakit kita harus bantu, jangan kemudian diaibkan, nanti mereka enggak mau lapor terlambat masuk rumah sakit dan itu adalah ciri penyebab kematian yang paling tinggi," ujarnya.

Lebih lanjut, Budi meminta masyarakat untuk segera melaporkan ke dokter dan tenaga kesehatan apabila ada orang terdekat yang terpapar Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Agar cepat dites, sehingga kita bisa tahu level, derajat keparahannya seperti apa dan di-treatment sesuai derajat keparahanya. Mudah-mudahan dengan itu kita bisa menurunkan rekan-rekan kita," ujar dia.

Baca juga: Menkes: Keterisian RS untuk Pasien Covid-19 di DKI dan Jabar Turun, Yogyakarta-Bali Naik

Sebelumnya diberitakan, LaporCovid-19 melaporkan bahwa hingga Kamis (22/7/2021) ada 2.313 orang yang meninggal di luar rumah sakit saat menjalani isolasi mandiri.

Data analyst LaporCovid-19 Said Fariz Hibban mengatakan, angka tersebut merupakan hasil pendataan di semua provinsi di Indonesia.

Adapun angka kematian isolasi mandiri paling banyak terjadi di DKI Jakarta.

"Yang baru saya dapatkan hari ini dari rekan Dinkes DKI yang angka ini rentang awal Juni sampai 21 Juli sebesar 1.161 kasus, jadi ada 1.214 kasus setelah digabungkan dengan data temuan kita," kata Said dalam keterangan pers secara virtual, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: LaporCovid-19: 1.214 Warga di DKI Jakarta Meninggal saat Isolasi Mandiri

Said mengatakan, ada enam provinsi dengan kasus kematian saat menjalani isolasi mandiri di atas 50 kasus.

Enam provinsi itu adalah DKI Jakarta (1.214 kasus), Jawa Barat (245 kasus), Jawa Tengah (141 kasus), DI Yogyakarta (134 kasus), Jawa Timur (72 kasus), dan Banten (58 kasus).

"Kemudian ada provinsi lain baru satu kasus, dua kasus kematian, tapi ini perlu di-support lebih lanjut," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.