Ari Junaedi
Akademisi dan konsultan komunikasi

Doktor komunikasi politik & Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama.

Jokowi dan "Corona End Game"

Kompas.com - 24/07/2021, 14:48 WIB
Perugas Kepolisian dan TNI menjaga penyekatan jalan di pusat Kota Tasikmalaya saat PPKM Darurat diperpanjang sampai tanggal 25 Juli 2021. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAPerugas Kepolisian dan TNI menjaga penyekatan jalan di pusat Kota Tasikmalaya saat PPKM Darurat diperpanjang sampai tanggal 25 Juli 2021.

Pada penekanan mahasiswa sebagai agent of social control, mahasiswa dituntut untuk tidak saja “jago” dalam melancarkan kritik tetapi juga dituntut untuk memberikan sumbangsih nyata.

Mahasiswa juga bisa menyampaikan aspirasi masyarakat. Jika aspirasi masyarakat adalah susahnya kehidupan di masa PPKM, tentu mahasiswa bisa membantu mencarikan solusinya.

Jika masyarakat yang tengah isolasi mandiri membutuhkan makanan, tentu mahasiswa harus mengerahkan segala daya kemampuannya untuk bisa meringankan beban penderita covid.

Setiap era, tentu ada tantangan yang berbeda. Di era reformasi 1998, tantangannya adalah bagaimana menurunkan pemerintahan tiran yang korup.

Di masa SBY, tantangannya adalah korupsi, kolusi dan nepotisme, Di zaman Jokowi, tentu saja masa pandemi covid-19 menjadi persoalan utama

Paradigma “Jokowi End Game” harusnya diganti dengan “Corona End Game”. Bersatu bersama, bergotongroyong bersama, melawan corona agar berkurang dan bisa ditanggulangi.

Kita layak berharap seperti di negara lain, warganya sudah bisa lepas masker dan bisa beraktivitas normal lagi. Kita harus mengejar (lagi) ketertinggalan di segala bidang akibat pandemi covid yang melumpuhkan semua aspek kehidupan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mawas diri untuk rezim Jokowi

Setiap gading gajah, pasti ada yang retak walau setipis apapun retakanya, demikian juga dengan pemerintahan Joko Widodo.

Proses perjalanan pemerintahan sekarang ini adalah rangkaian panjang dari pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.

Sebagai presiden yang tengah memimpin sekarang ini, tentu beban pembangunan yang belum dilakukan di masa presiden-presiden sebelumnya menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan Jokowi.

Jika di periode pertama, Jokowi begitu menggebu-gebu menggenjot pembangunan infratruktur, sebaliknya di periode keduanya tampak kedodoran sejak wabah Covid melanda tanah air di Maret 2020.

Persoalan Covid yang menghantam segala sendi kehidupan tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga terjadi di hampir semua negara, tidak terkecuali di negara-negara super maju seperti di Amerika Serikat, Inggris, Jepang dan negara-negara lain.

Setiap negara memiliki tantangan yang berbeda-beda sehingga pola penanganannya juga tidak bisa dijadikan serupa.

Di luar Covid, siapa yang menyangka banjir bandang bisa terjadi di Jerman, Belanda, Belgia dan China ? Siapa yang mengira, ada ratusan warga menjadi korban banjir di Jerman.

Kekurangan yang terjadi di era Jokowi lebih kepada kelemahan konsolidasi dan koordinasi rentang kendali kepemimpinan.

Ibarat dirigen orkestra, masih ada suara sumbang dari pemain violin, ada yang salah memainkan bas, ada yang terlalu keras membetot gitar dan lain-lain.

Persoalan kekurangan pasokan oksigen misalnya seharusnya tidak boleh terjadi jika berkaca kepada pengalaman India.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringatan Maulid Nabi, Wapres Singgung Soal Prioritas Pemerintah Siapkan SDM

Peringatan Maulid Nabi, Wapres Singgung Soal Prioritas Pemerintah Siapkan SDM

Nasional
Airlangga: 176 Orang Terpapar Covid-19 di PON XX Papua

Airlangga: 176 Orang Terpapar Covid-19 di PON XX Papua

Nasional
Jokowi Ingin Booster Vaksinasi Covid-19 Mulai Disuntikkan Awal 2022

Jokowi Ingin Booster Vaksinasi Covid-19 Mulai Disuntikkan Awal 2022

Nasional
Saksi Mengaku Diancam Akan Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Jika Tak Beri Uang Stepanus Robin

Saksi Mengaku Diancam Akan Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Jika Tak Beri Uang Stepanus Robin

Nasional
125 Pegawai Kementerian ATR/BPN Terlibat Mafia Tanah, 32 di Antaranya Dihukum Berat

125 Pegawai Kementerian ATR/BPN Terlibat Mafia Tanah, 32 di Antaranya Dihukum Berat

Nasional
TNI AL Segera Buat Film Sejarah Pertempuran Laut Arafuru

TNI AL Segera Buat Film Sejarah Pertempuran Laut Arafuru

Nasional
Beredar Surat Kabar Berlogo Menyerupai Logo KPK, Diduga untuk Memeras

Beredar Surat Kabar Berlogo Menyerupai Logo KPK, Diduga untuk Memeras

Nasional
Luhut: Kalau Bisa Lewati Nataru, Kita Bisa Masuk ke Endemi Awal 2022

Luhut: Kalau Bisa Lewati Nataru, Kita Bisa Masuk ke Endemi Awal 2022

Nasional
Menkes Koordinasi dengan Menteri Haji Arab Saudi Terkait Pelaksanaan Umrah

Menkes Koordinasi dengan Menteri Haji Arab Saudi Terkait Pelaksanaan Umrah

Nasional
PDI-P Klaim Kemenangan Piala Thomas Tak Lepas dari Jokowi, Demokrat: Kemenangan Bangsa Indonesia

PDI-P Klaim Kemenangan Piala Thomas Tak Lepas dari Jokowi, Demokrat: Kemenangan Bangsa Indonesia

Nasional
Kapolri Perintahkan Kapolda Sanksi Anggota yang Lakukan Kekerasan

Kapolri Perintahkan Kapolda Sanksi Anggota yang Lakukan Kekerasan

Nasional
Bangun Gedung Baru, Golkar Sisipkan Nama Akbar Tandjung di Kantor DPP

Bangun Gedung Baru, Golkar Sisipkan Nama Akbar Tandjung di Kantor DPP

Nasional
Stepanus Robin Tawarkan Bantu Urus Perkara, Rita Widyasari: Saya Pikir KPK Berubah

Stepanus Robin Tawarkan Bantu Urus Perkara, Rita Widyasari: Saya Pikir KPK Berubah

Nasional
PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 November, Tak Ada Provinsi Level 4

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 November, Tak Ada Provinsi Level 4

Nasional
JPU: 4 Laskar FPI Dimasukkan ke Mobil Tanpa Diborgol, Polisi Langgar SOP

JPU: 4 Laskar FPI Dimasukkan ke Mobil Tanpa Diborgol, Polisi Langgar SOP

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.