Achmad Baidowi: Covid-19 Itu Nyata, Tidak Ada Alasan untuk Tak Percaya

Kompas.com - 23/07/2021, 18:58 WIB
Pasien menempati tenda darurat di depan instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (25/6/2021). Tenda darurat berfungsi sebagai ruang triase untuk mengetahui pasien terindikasi Covid-19 atau tidak. Saat ini ada 368 pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Kota Bekasi ini. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPasien menempati tenda darurat di depan instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (25/6/2021). Tenda darurat berfungsi sebagai ruang triase untuk mengetahui pasien terindikasi Covid-19 atau tidak. Saat ini ada 368 pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Kota Bekasi ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembangunan Indonesia (PP GMPI) Achmad Baidowi menyinggung soal banyaknya orang yang tidak percaya dengan Covid-19.

Bahkan, kata dia, tidak sedikit orang yang menganggap pandemi Covid-19 sebagai konspirasi global.

"Kami tegaskan kepada kader-kader GMPI bahwa covid itu nyata dan ada. Kalau tidak percaya, tanya kepada saya sendiri yang sudah dua kali terkena Covid," kata Baidowi, dalam pelantikan pengurus PP GMPI yang digelar virtual, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Achmad Baidowi Jabat Ketua Umum PP GMPI Periode 2021-2026

"Jadi, tidak ada alasan bagi kawan-kawan GMPI untuk tidak percaya kepada Covid," sambung dia.

Baidowi menuturkan, pandemi Covid-19 telah membuat Indonesia merasakan dampak yang begitu besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mulai dari angka kematian yang tinggi, angka pengangguran meningkat hingga dibatasinya warga negara Indonesia untuk pergi ke luar negeri.

"Kita juga di-banned atau dilarang oleh beberapa negara untuk kunjungan dari warga negara Indonesia untuk mengunjungi negara tersebut. Sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan sama sekali," tutur dia.

"Mungkin kita awalnya menganggap hal yang remeh terkait Covid-19. Atau mungkin ada yang bilang bahwa Covid merupakan bagian dari konspirasi global," kata Baidowi.

Baca juga: TKA China Masuk Saat PPKM Darurat, Politisi PPP Nilai Munculkan Kecurigaan Publik

Untuk itu, Baidowi meminta pengurus PP GMPI terlibat aktif membantu pemerintah dalam mengatasi krisis pandemi.

Meski, ia mengatakan, penanganan pandemi tidaklah mudah. Pemerintah sendiri juga kerap mengubah kebijakan untuk mengatasi pandemi.

"Itu tidak lain adalah mencari formulasi. Mengombinasikan dengan kultur masyarakat Indonesia yang masih sangat tidak percaya covid misalnya di daerah kami. Sehingga protokol kesehatan tidak dijalankan atau dilanggar," ungkapnya.

Menurut Baidowi, PP GMPI memiliki tugas untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19 dan pentingnya protokol kesehatan.

Untuk itu, dia memberikan semangat kepada seluruh pengurus PP GMPI agar meyakini bahwa pandemi Covid-19 akan segera berakhir.

"Kami sangat yakin dan seyakin-yakinnya pandemi Covid-19 ini akan berakhir apabila kita berusaha. Tentu yang pertama kita memohon kepada Allah SWT. Berikutnya, kita ikhtiar seperti diterapkan pemerintah dan dianjurkan pemerintah dengan 5M," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Konstruksi Perkara Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Ini Konstruksi Perkara Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Nasional
Kasus Pengadaan Lahan di Munjul, KPK Dalami Dugaan Pemberian Barang

Kasus Pengadaan Lahan di Munjul, KPK Dalami Dugaan Pemberian Barang

Nasional
OTT di Kabupaten Hulu Sungai Utara, KPK Amankan Uang Rp 345 Juta

OTT di Kabupaten Hulu Sungai Utara, KPK Amankan Uang Rp 345 Juta

Nasional
1,6 Juta Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia, Didistribusikan ke 5 Provinsi

1,6 Juta Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia, Didistribusikan ke 5 Provinsi

Nasional
Dinyatakan Bersalah Atas Polusi Udara di Ibu Kota, Ini Hukuman Untuk Jokowi, Menteri LHK, Mendagri hingga Menkes

Dinyatakan Bersalah Atas Polusi Udara di Ibu Kota, Ini Hukuman Untuk Jokowi, Menteri LHK, Mendagri hingga Menkes

Nasional
KPK Tahan 3 Tersangka Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

KPK Tahan 3 Tersangka Suap di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Nasional
OTT di Hulu Sungai Utara, KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT dan 2 Pihak Swasta Tersangka

OTT di Hulu Sungai Utara, KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT dan 2 Pihak Swasta Tersangka

Nasional
Politik Dinasti sebagai Komorbid Demokrasi

Politik Dinasti sebagai Komorbid Demokrasi

Nasional
Komisioner Harap Jokowi Pakai Rekomendasi Komnas HAM Sikapi Persoalan TWK KPK

Komisioner Harap Jokowi Pakai Rekomendasi Komnas HAM Sikapi Persoalan TWK KPK

Nasional
KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel Tersangka Suap

KPK Tetapkan Plt Kadis PUPRT Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel Tersangka Suap

Nasional
Alex Noerdin Tersangka, Fraksi Golkar Akan Bicarakan Nasibnya di DPR

Alex Noerdin Tersangka, Fraksi Golkar Akan Bicarakan Nasibnya di DPR

Nasional
Jokowi: Enggak Apa-apa Vaksinasi Pertama Dulu, tapi PTM Terbatas...

Jokowi: Enggak Apa-apa Vaksinasi Pertama Dulu, tapi PTM Terbatas...

Nasional
Pencairan Bansos di Kalteng Dievaluasi, Mensos Minta Pemda Perbaiki Data

Pencairan Bansos di Kalteng Dievaluasi, Mensos Minta Pemda Perbaiki Data

Nasional
Mendagri Harap Penyelenggaraan Pemilu 2024 Berjalan Presisi

Mendagri Harap Penyelenggaraan Pemilu 2024 Berjalan Presisi

Nasional
Kelakar Siswa Saat Bincang Virtual dengan Jokowi: Senang Sampai Terbawa Mimpi, Pak

Kelakar Siswa Saat Bincang Virtual dengan Jokowi: Senang Sampai Terbawa Mimpi, Pak

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.